Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
76



Max terbangun karena mendengar samar samar suara stefani yang muntah muntah dan benar saja stefani sedang mengeluarkan isi perutnya max menghampiri stefani dan memijit tengkuk stefani, setelah dirasa enakan stefani menatap max dari pantulan kaca wastafel terlihat jika max khawatir "Apa kau tidak papa?" tanya max.


"Yah, aku baik baik saja munkin asam lambung ku naik" jawab stefani yang sudah menghadap kearah max dan memeluk tubuh tegap suaminya.


"Kita harus kedokter" ucap max, stefani menggeleng "Aku baik baik saja sungguh" ucap stefani lagi.


"Aku khawatir kedokter saja yah" ucap max lagi "Tidak mau" stefani mengerucutkan bibirnya dan menangis.


Max yange menyadari jika stefani menangis pun panik "Hey sayang jangan menangis", max mengelus punggung stefani, "Aku gak mau kedokter nanti aja yah kalau aku belum mendingan" stefani menatap max dengan mata memohon andalannya, max pun mengangguk saja walau dalam hatinya max sangat khawatir.


"Baiklah sekarang istirahat yah" max langsung menggendong stefani ala bride style menuju ranjang mereka.


Menidurkan stefani max pun ikut berbaring disamping stefani dan memeluk stefani, stefani menyuruhnya tidak memakai baju hanya celana pendek saja yang max gunakan.


Stefani bilang dia ingin menyentuh dada bidang max yang liat dan sexy, seperti inilah stefani mengelus ngelus dada bidang max "Kau tampan daddy" ucap stefani pada max.


Max terkekeh "Apa kau baru menyadari nya baby" tanya max yang kini sudah saling bertatapan dengan stefani "Tidak, aku selalu menyadari jika kau tampan, dan aku beruntung menjadi istrimu" stefani mengecup bibir max.


"Aku pun beruntung mempunyai istri sepertimu" ucap max tersenyum setelah itu bibir mereka saling berpagut mencecap rasa lidah masing masing.


Setelah di rasa udara semakin menipis stefani melepaskan pagutannya, max membersihkan bibir stefani dengan ibu jari miliknya "Kau sexy" ucap max stefani pun tersenyum dan kembali memeluk max.


"Tidurlah ini masih pagi" max melihat jam dinakas "Pukul 4 dini hari" setelah itu max mencium kening stefani dan mulai memejamkan matanya untuk kembali tidur.


Saat waktu sudah menunjukan pukul 07:00 pagi stefani keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat dan digendong oleh max, "Sebaiknya istirahat dirumah saja yah" ucap max setelah menidurkan stefani diranjang masih memakai handuk karena tadi setelah mandi stefani kembali muntah muntah.


"Satu ronde" setelah itu stefani menarik max agar menindih tubuhnya max pun tersenyum "kau ingin sarapan?" ucap max tersenyum stefani mengangguk dan setelah itu mereka menikmati penyatuan di pagi hari.


***


Ini sudah jam 9 siang tapi stefani tak ingin melepaskan pelukannya pada tubuh max, max khawatir kenapa perubahan istrinya ini sangat drastis tadi setelah melakukan hubungan suami istri stefani tak ingin max menjauh dari jangkauan nya bahkan menggeser satu inci pun, saat max bicara ingin berangkat kekantor stefani menangis lagi dia bilang tak mau ditinggalkan olehnya.


Aneh, memang tapi ada rasa bahagia dihatinya "Baby apa kau tidak ingin sarapan?" tanya max, stefani mendongak kearah max "Ingin, tapi aku tidak ingin beranjak" stefani kembali memainkan jarinya pada dada bidang milik max.


"Ingin ku ambil kan?" tawar max stefani pun seperti menimang nimang "Tapi jangan lama" ucap stefani, tapi pelukan nya tak mengendur bahkan lebih erat.


"Aku tak bisa bangun jika kami memelukku begini" ucap max tersenyum "Apa kau tidak ingin aku peluk" mata stefani mulai berkaca kaca lagi, max pun jadi kalang kabut.


"Bukan begitu baby" max ingin menjelaskan tapi stefani sudah kembali menangis "Oh god" stefani jadi lebih sensitif sekarang.


"Baiklah biar pelayan saja yang mengantarkan makanannya oke" ucap max stefani pun mengangguk, kemudian max memencet tombol seperti intercom dan menyuruh pelayan untuk mengantarkan sarapan ke kamar nya.


Stefani pun berhenti menangis "Baiklah" ucap stefani lagi.


Tak lama kemudian pintu ada yang mengetuk itu pasti pelayan yang mengantarkan sarapan untuk max dan stefani.


"Ayolah baby aku hanya sebentar" ucap max lagi stefani seperti tak rela padahal max hanya membukakan pintu untuk mengambil sarapan mereka.


"Pakai bajumu" teriak stefani saat melihat max telanjang dada, max pun memakai pakaian nya dan membukakan pintu untuk mengambil sarapan.