Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
49 Tak Akan Pernah



Max dan stefani memutuskan untuk pulang ke hotel saja karena teman teman mereka menyakan marah marah karena khawatir.


"Jangan cemberut baby nanti kita kemari lagi okeh" max membujuk stefani yang tak mau pergi dari villa ini "Janji" stefani memasang mata kucing yang membuat siapa pun melihatnya akan menuruti keinginan nya.


"Janji baby" max mencium kening stefani dan membawa stefani keluar untuk pergi dari villa ini.


"Ahh rasanya sangat berat meninggalkan villa ini" max hanya tersenyum melihat stefani yang terus mengeluh tidak ingin meninggalkan villa ini.


Besok mereka akan pulang lagi ke jakarta karena pekerjaan max yang tiba tiba tidak bisa diundur max awalnya merasa tak enak memberitahu stefani tapi ternyata kekasihnya ini sangat pengertian walaupun dengan terus mengeluh tak ingin meninggalkan villa yang mereka tempati kemarin.


"Mau makan dulu baby" ucap max stefani menggeleng "Tadi kita udah makan aku masih kenyang" ucap stefani.


"Tapi aku ingin membeli cemilan boleh yah" ucap stefani, max mengiyakan memang apa dia bisa menolak keinginginan stefani.


Didalam mobil max dan stefani tertawa dan berbagi cerita bersama saling nyaman satu sama lain.


____


Raya mendengus kesal dari kemarin dia menunggu max tapi tak kunjung datang raya kesal sangat kesal "Awas saja jika max sudah sampai" raya mundar mandir didepan hotel menunggu max.


Kemarin dia memilih menginap dihotel asalnya dia ingin mengetahui no berapa max menginap dihotel ini tapi pihak hotel tidak memberi tau nya raya geram tapi dia harus sedikit mengalah agar bisa menginap disini dan menggoda max.


Tak lama kemudian masuklah mobil mewah keluaran terbaru seorang laki laki yang memakai kameja biru santai dan celana jeans putih didampingi gadis cantik memakai dress biru santai couple dengan kameja yang digunakan laki laki disampingnya yang memeluk pinggangnya erat.


Raya mengepalkan tangannya ingin rasanya dia menampar, memukul dan menjambak perempuan yang ada disisi max yah itu max dan stefani mereka terlihat tertawa mesra membuat semua yang ada dihotel melihat kearah mereka dengan kagum berbeda dengan raya yang melihat kearah stefani dengan tatapan jijik.


Max yang merasa terpanggil pun hanya menaikan alisnya tak peduli sedangkan stefani hanya cuek tak peduli.


"Kenapa tidak bilang ingin liburan disini kalau kau memberi tau ku aku akan senang menemanimu" ucap raya tanpa rasa malu.


"Aku hanya mengajak kekasihku berlibur" max berucap dingin membuat raya semakin kesal berani berani nya stefani merebut max darinya.


"Apa kau lupa akupun ingin jadi kekasihmu" raya meraba raba dada max berniat untuk menggoda tapi nihil malah guratan kekesalan yang terlihat di wajah max bukan gairah.


"Apa kau bisa berhenti" max menggeram kesal berani berani nya raya menggodanya aplgi ini tempat umum banyak orang orang yang berlalu lalang melihat kearah mereka sedangkan stefani hanya melihat tanpa mau ikut campur dia hanya ingin jadi penonton saja.


"Kenapa kau tergoda kita bisa melanjutkannya dikamar kalau kau mau" raya mendekata kan bibirnya kebelakang telinga max tapi max malah semakin marah sampai rahangnya terlihat keras.


"Aku tidak tergoda sama sekali" max tersenyum miring sedangan raya mematung kaget dia pikir max akan tergoda dengan sentuhannya tapi nyatanya nihil max malah mempermalukannya didepan umum.


"Apa karena perempuan disebelah mu, apa yang membuatmu tergoda max dia hanya wanita sialan" raya berucap dengan nada marah membuat semua orang memperhatikan mereka.


"Jaga ucapanmu dia wanitaku kau tak berhak menghinanya ataupun menyakitinya" max pun tak kalah marah dengan raya, stefani melihat kearah max yang marah tak sadar matanya sudah memanas.


"Kau harus buka matamu max dia hanya anak " belum sempat raya selesai berbicara max sudah mencela nya "Jangan bicara asal Raya Aditya jangan lupakan siapa yang merebut Ayahmu itu mau ku jelas kan hah" max tertawa sinis.


"Jangan membuatku marah kau tau kan apa yang bisa aku lakukan padamu bahkan perusahaan ayahmu, dan jangan berpikir aku akan tertarik denganmu ingat baik baik TAK AKAN PERNAH" setelah selesai berbicara seperti itu max meninggalkan raya yang mematung dengan ucapannya.


TBC jgn lupa like comen and vote..