Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
9 Kejadian di pagi hari



Setelah selesai mandi Stefani melihat baju kerja diatas kasur dia berfikir baju ini milik siapa apa max menyiapkan nya untuknya.


"Tapi gak mungkin juga kan dia ngasih baju ini buat aku mana mahal banget lagi harganya," ucap Stefani bergumam setelah melihat harga bajunya.


"Udah selesai bel.."


"Aaahh" Stefani menjerit kaget karena max masuk tanpa mengetuk pintu dan lagi dia hanya memakai handuk pendek saja yang menutupi sebagian pahanya.


"Maaf gak sengaja," ucap max sambil pergi meninggalkan kamarnya dan menutup pintu lagi.


"Menggoda" ucap max dengan senyum khas nya


"Dasar bos mesum ngapain juga masuk tanpa ketok pintu," gerutu Stefani lalu buru buru Stefani memakai baju yang ada diatas ranjang.


"Bodo amat lah potong potong dari gajihan," ucap Stefani


"Kok pas yah bajunya, darimana dia tau ukuran bajuku yah,bodo ah nanti aja tanyain kalo berani," ucap Stefani lagi


Setelah selesai mengganti pakaian Stefani turun untuk pergi kekantor tanpa perlu menumpang pada max.


Saat akan membuka pintu keluar suara max memberhentikan niatnya


"Mau kemana??" tanya max


Stefani menengok kearah max dan hanya tersenyum kikuk karena mengingat kejadian tadi waktu dikamar.


"Mau berangkat kerja," ucap Stefani menunduk


"Kita berangkat bareng," kata max dengan nada memerintah


"Tapii pak," belum Stefani selesai bicara max langsung menyela ucapannya


"Aku sudah bilang gak ada bantahan kan, sekarang ayo berangkat kita belum sarapan." ucap max sambil menarik tangan Stefani menuju mobilnya


Stefani hanya pasrah saja karena walaupun dia membantah max akan tetap memaksanya.


Mobil yang ditumpangi max dan Stefani pun pergi meninggalkan apartemen milik max.


"Pak ketempat biasa," ucap max pada supir


Supir pun mengangguk mengerti dia membawa max dan Stefani untuk pergi ke restoran langganan max


Setelah sampai max dan Stefani duduk dan memesan sarapan mereka masing masing.


Hanya suara sendok dan garpu yang terdengar sampai Stefani meminta izin untuk pergi ke toilet.


"Mau kuantar,"


"Tidak usah pak," Stefani pun beranjak pergi ke toilet.


Ditoilet


"Kok deg degan terus sih," ucap Stefani didepan cermin toilet


Stefani pun keluar dari toilet berjalan tergesa gesa tanpa sadar dia menabrak seseorang


Brug


"Aww maaf maaf," ucap Stefani


"Stefani," ucap orang itu


Stefani pun menengok dan ternyata orang yang ditabraknya itu adalah johan mantan kekasih nya.


"Kamu ngapain disini" ucap johan tersenyum manis karena bahagia bisa bertemu dengan Stefani lain halnya dengan Stefani dia hanya cuek saja malah terlihat dari ekspresinya yang datar.


"Maaf permisi," ucap Stefani yang ingin beranjak pergi tapi tangannya dicekal oleh johan, johan menatap Stefani dengan tatapan bersalah dan kerinduan.


"Stefani kita harus bicara," ucap johan


"Tak ada yang harus dibicarakan lagi, permisi" ucap stefani kesal entahlah rasanya Stefani tak ingin berurusan dengan johan ataupun dengan orang orang yang menyakitinya dia ingin bebas yah bebas hanya itu.


"Kumohon Stefani," ucap johan berusaha membujuk dengan tidak melepaskan cekalan nya pada lengan Stefani


Belum sempat Stefani menjawab suara tegas langsung membuat Stefani dan johan sama sama menoleh pada asal suara.


"Stefa," ucap max menghampiri Stefani dan melepaskan cekalan johan pada lengan Stefani dan langsung merengkuh pinggang Stefani posesif


"Max," ucap Stefani tak percaya kenapa max menghampiri nya dan yang lebih membuat nya kaget max merengkuh pinggangnya posesif seakan stefani akan hilang jika max melonggarkan rangkulannya.


"Kenapa kau lama sekali hem," ucap max menatap Stefani dengan intens


"Maaf," hanya itu yang keluar dari mulutnya setelah melihat tatapan max menurutnya tatapan max saat ini menakutkan


Johan hanya melihat interaksi max dan Stefani ada rasa sakit dihatinya melihat Stefani direngkuh oleh laki laki lain didepannya kalau bisa dia ingin menyesal dan membuat Stefani kembali lagi padanya.


"Kita berangkat sekarang,permisi tuan johan wijaya" ucap max sambil menarik stefani keluar dari restoran.


Tbc