
Pagi ini nampak ramai dan hangat, karena grandma dan grandpa stefani datang pagi ini, mansion ini terasa ramai, stefani bahagia karena impiannya dulu tercapai, mempunyai keluarga yang lengkap dan menyayangi nya.
Stefani pun merindukan ayahnya walaupun dulu ayahnya tak berlaku seperti ayah biasanya yang menyayangi anaknya, tapi stefani sudah memaafkan nya karena walau bagaimanapun Adhitya adalah ayahnya darahnya mengalir ditubuh stefani.
"Apa yang kau lamunkan, ayo turun kita akan sarapan bersama" stefani yang sedang diam diujung tangga diatas tertegun dengan pelukan hangat dari max, "Baiklah ayo" ucap stefani tersenyum, max memeluk pinggang nya sampai turun kebawah menuju ruang makan.
"Apa kabarmu cucuku" ucap wilna memeluk Stefani dengan sayang, "Baik gramdma, bagaimana dengan grand ma" tanya stefani, "Baik tapi grandma sangat merindukanmu" ucap wilna, amar yang melihat pun berdeham, "Ekhem" dehem amar membuat semua orang yang ada diruangan itu menatap amar, "Kenapa kau terus memeluk nya, aku pun ingin memeluk cucuku" ucap amar yang menggeser wilna agar dia bisa memeluk stefani, "Grandpa kangen cucu grand pa yang cantik ini" ucap amar memeluk stefani, "Sudah jangan terus terusan berpelukan sekarang waktunya sarapan" ucap wilna yang diangguki oleh semuanya.
Sarapan pagi ini terasa lebih hangat, Stefani senang banyak yang menyayangi nya, "Lihatlah mom sekarang aku punya keluarga yang menyayangi ku, seperti impian mom" ucap stefani dalam hati.
****
"Apa kau akan berangkat kerja sekarang?" tanya stefani saat dirinya dan max sedang berada dikamar, max menganggukan kepalanya, "Yes baby, aku akan pulang cepat" ucap max mencium bibir stefani yang mengerucut terlihat sangat lucu, "Jangan berjanji aku tau kau sibuk" ucap stefani membenarkan jas yang dipakai oleh max.
"Istriku memang sangat perhatian" ucap max, "Jangan pulang malam" ucap stefani yang kini sudah memeluk max, "Oke baby" max kembali menciumi puncak kepala stefani.
Setelah acara stefani yang merajuk tak ingin ditinggalkan tapi pada akhirnya stefani mengantar max kedepan pintu utama untuk melihat max pergi bekerja, "Hati hati" ucap stefani tapi tak urung melepaskan pegangan nya di lengan max, "Iya baby, jangan menangis oke" tadi setelah memeluk max stefani menangis dan sekarang hampir menangis, entahlah hormon kehamilan memang sering membuat emosinya naik turun.
Stefani masih menatap mobil yang membawa max pergi kekantor, "Sudahlah nak, max tak akan kemana mana sekarang kita masuk yah" ucap maria tadi dia memang melihat stefani yang hampir menangis didepan pintu utama.
Para laki laki memang sudah berangkat kerja, jadi mereka bertiga bisa bersantai santai, "Apa kau sering mengalami mual stefa?" tanya maria, "sering mom" ucap stefani.
Mereka berbincang bincang saat mereka muda, stefani senang dia tak kesepian lagi sekarang.
"Mom senang, jika kau tinggal disini, mom tidak akan kesepian lagi," ucap maria pada stefani, "stefa pun senang sekarang stefa tak akan kesepian lagi" ucap stefani tersenyum tulus pada maria, wilna yang melihatnya pun merasa senang dia tau munkin sekarang sudah terlambat wilna datang di kehidupan stefani, tapi tak pernah sedikitpun bagi wilna tidak pernah memikirkan stefani dan stella dia sangat merindukan anaknya, penyesalan selalu menghantui nya.
"Kenapa grandma menangis?" tanya stefani kahawatir berjongkok didepan wilna dan memegang tangannya, "Tidak papa gramdma hanya bahagia bisa bertemu denganmu" ucap wilna, stefani pun memeluk wilna, "stefa pun sama grandma" ucap stefani.
***
Saat sudah malam hari stefani masih duduk dengan gelisah karena max belum juga pulang dia khawatir pada max, "kenapa dia belum pulang" ucap stefani mundar mandir dengan gelisah, sampai suara klakson mobil menyadarkan lamunan nya stefani segera berlari menuruni tangga, sampai max memeluk nya yang hampir terpeleset, "Hati hati baby" ucap max memperingati, "Aku rindu" stefani langsung memeluk max melingkarkan kaki nya di pinggang max, "Kenapa pulang terlambat kau berjanji akan pulang cepat," ucap stefani mengerucutkan bibirnya, max masih menggendong stefani menuju lantai atas tempat kamarnya berada.
"Sorry baby, kantor sedang banyak kerjaan," ucap max menyesal, "Tidak papa daddy maaf aku pasti sangat egois" ucap stefani berkaca kaca, "Hey tidak papa wajar jika istriku ingin aku pulang cepat, itu artinya kau sangat mencintaiku" ucap max yang langsung membuat stefani tersipu dan tersenyum malu malu.
"Sekarang lebih baik kita mandi" ucap max mengerling nakal.
TBC jgn lupa like comen and vote...