
Setelah ketakutan stefani tadi malam max tak lagi meninggalkan stefani, stefani malah tak mau ditinggalkan walau dia sedang tidur entahlah stefani pun tak tau tapi dia sangat takut kehilangan max.
"Ada yang ingin bertemu denganmu besok" ucap max pada stefani yang memeluk nya sangat erat.
Stefani mendongak dan mengernyit siapa yang ingin menemuinya "Siapa??" tanya Stefani.
Max hanya mengerikan bahu acuh "Lihat saja besok" max mencium puncak kepala stefani dan lebih mengeratkan pelukan nya pada stefani dan memjamkan matanya.
"Baiklah sekarang aku mengantuk aku ingin tidur" stefani pun memejamkan matanya dan tertidur di pelukan max suami tampan nya ini.
***
Pagi hari seprti biasa stefani bangun dan max membersihkan badannya tanpa rasa jijik sama sekali max memang selalu merawatnya stefani memang tak bisa berjalan tidak dulu diijinkan oleh dokter karena keadaan perutnya yang belum pulih.
"Max aku gak mau makan bubur" ucap stefani mengerucut tak suka dia bosan sangat bosan jika harus memakan bubur terus menerus.
"Kau lagi sakit baby" ucap max "Aku tidak sakit aku bosan" stefani melipat tangannya didepan dada dan membuang muka dari max.
"Kau belum diperbolehkan memakan makanan yang kasar baby" ucap max lagi.
"Selalu begitu" ucap stefani "memang begitu, sekarang makanlah dan jangan banyak menegeluh" max menyuapi stefani walau stefani masih mengomel.
"Katanya kau kaya tapi kau sangat pelit" disela stefani memakan bubur max hanya tersenyum sangat lucu melihat stefani mengomel seperti ini stefani memang tak berhenti mengomel dari tadi sampai bubur dalam mangkuk habis pun stefani tetap mengomel.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan stefani dan max, "itu mungkin mereka" gumam max yang langsung berdiri dan membukakan pintu sedangkan stefani hanya bingung dia sempat mendengar gumaman max tadi.
"Lihat siapa yang kubawa" ucap max stefani menoleh dan mendapati satu wanita paruh baya dan laki laki paruh baya mungkin jika diakurkan mereka seperti nenek dan kakek nya.
"Mereka siapa" stefani bertanya karena rasa penasaran yang sangat.
"Mereka kakek nenekmu" kata max stefani hanya mencerna ucapan max barusan kakek nenek stefani bukan tak tau dia masih punya kakek nenek tapi mereka tak mungkin mengakui nya karena mungkin mereka masih kecewa dengan sikap ibunya dulu yang telah mengecewakan mereka stefani tak berharap lebih dia takut nenek dan kakek nya menghinanya atau lebih dari itu.
"Maksudmu" stefani masih belum bisa mencerna dengan baik ucapan max "stefa dia grandma dan grandpa orangtua ibumu" ucap max serius.
Sekarang stefani mengerti dan menatap wanita dan laki laki yang ada didepannya dengan tatapan yang sulit diartikan max mengerti dengan keadaan stefani.
"Stefa, dengar mereka keluargamu kau tau apa yang harus kau lakukan." ucap max memegang tangan stefani.
Stefani menatap max untuk memastikan dia memang tidak berniat untuk membenci mereka stefani pun pasti kecewa jika anaknya melakukan kesalahan seprti yang ibunya lakukan tapi stefani pun kecewa mereka memilih mengusir ibunya dan membiarkan ibunya bertahan sendirian tanpa sadar air matanya keluar tanpa bisa dicegah.
Mengingat bagaimana ibunya harus bertahan sendirian dan membesarkannya sendirian dia masih ingat disaat ibunya dirawat dirumah sakit tanpa ada yang menemaninya hanya Stefani sendirian yang menunggu ibunya melihat bagaimana bertahannya ibunya sendirian.
"Maafkan grandma stefa" wilna memeluk stefani merasakan apa yang stefani rasakan mungkin stefani kecewa dengannya.
"Hikz hikz maafkan grandma stefa" hanya ada suara tangisan didalam rawat inap stefani.
Sorry author jarang up karena author lagi dalam mode gak sehat.
Sekarang author mau kasih visual Stefani sama max yah semoga sesuai dengan yang kalian pikirkan.
Ini maxime sama stefani yah guys jgn lupa like comen and vote😊o