
"Sudah sampai mau aku gendong lagi," tanya max pada stefani yang duduk di sisi nya dan bersandar dibahu kekar max.
Stefani membuka matanya, "Sudah sampai ternyata," mengerjap ngerjapkan matanya max yang melihat nya pun tersenyum lucu melihat tingkah stefani.
"Jadi mau ku gendong atau jalan saja," Max bertanya lagi, Stefani melihat kearah max dan tersenyum, " Jalan aja kamu pasti cape gendong aku terus,"
"Aku gak cape baby," ucap max membelai pipi stefani.
"Yaudah yuk turun kelamaan dimobil aku udah pengen tidur nih," ucap stefani manja.
Max tersenyum "Yasudah ayu turun biar bisa mandi bareng," max mengeringkan matanya menggoda, stefani memukul lengan max malu karena dimobil bukan hanya mereka saja tapi ada supir juga.
Max dan stefani keluar max merengkuh pinggang stefani posesife pasalnya banyak pasang mata yang melihat kearah mereka.
Stefani yang memakai dres putih bermotif bunga selutut dan tanpa lengan terlihat cantik dan max yang menggunakan celana jeans kaos putih dan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung nya dan tak lupa sepatu snekers putih couple yang mereka gunakan.
Teman teman stefani sudah lebih dulu sampai dan mungkin sudah masuk kamar masing masing semuanya memang sudah disiapkan oleh max.
Setelah mengambil kunci hotel max dan stefani masuk ke kamar stefani langsung merebahkan badannya diatas kasur.
"Sungguh nyaman," ucap stefani memejamkan matanya.
Max hanya tersenyum melihat tingkah Stefani.
"Mau langsung tidur apa mandi dulu," ucap max
"Aku bingung aku pengen tiduran sambil mandi aja deh," stefani tersenyum sampai terlihat deretan gigi putihnya.
"Dasar memang ada," max mengacak rambut stefani gemas dan menciumi pipi stefani sampai mereka tidur berpelukan.
"Makasih max," ucap stefani sungguh sungguh tak ada yang selalu membuat dia senang,nyaman dan terlindungi hanya ibu nya dan sekarang max.
"Jangan bilang terimakasih baby membahagiakanmu adalah kewajiban untukku jadi jangan berterima kasih lagi padaku," max memeluk stefani erat.
Stefani menangis haru di d ada max dia selalu terharu jika max selalu ingin membahagiakannya.
Max yang menyadari jika stefani menangis pun mengundurkan pelukan nya menatap stefa, "Kenapa nangis hmm" tanya max khawatir.
"Jadi menurutmu aku tidak tampan," max mengangkat sebelah alisnya tanda tak suka dengan ucapan stefani ayolah max yang paling tampan lihat saja wanita wanita diluaran sana selalu klepek klepek padanya bahkan banyak dari wanita yang melemparkan tubuhnya secara cuma cuma pada max.
Stefani tertawa dengan keras lucu melihat wajah max yang merajuk karena dia bilang max hanya yang paling tampan disini.
"Hahahaah" max semakin bingung melihat Stefani tertawa terbahak bahak.
"Hey apa yang lucu," ucap max pada stefa yanh masih tertawa dan sedang menahan nahan untuk tidak tertawa lepas.
"Hey ayolah jangan tertawa seperti itu," ucap max
"Maaf maaf soalnya lucu lihat wajah cemberut kamu pengen gigit tau gak," ucap stefani tanpa sadar.
Max tersenyum miring "Baiklah akan kugigit kau baby," max langsung menindih badan stefani sehingga max berada diatas stefani kedua tangan yang ada disebelah kepala stefani agar tidak menindih Stefani.
Stefani mulai gelagapan dengan tingkah max "Apa yang kau lakukan max," ucap stefani gugup.
"Aku akan menggigitmu," ucap max dan langsung mencium bibir stefani awalnya hanya ditempelkan saja tapi lama kelamaan max ******* dan menggigit gigit bibir stefani sensual awalnya stefani mencerna apa yang terjadi tapi ciuman max sangat memabukan stefani mengalungkan tangannya pada leher max dan mendorong kepala max agar lebih memperdalam ciumannya.
Dua insan yang sedang dimabukan oleh cinta ini tenggelam dalam ciuman panas yang mereka ciptakan.
Max turun menciumi leher stefani menggigit kecil sampai tanda merah terpangpang disana.
Max menelusupkan tangannya ke punggung stefani membuka resleting gaun Stefani.
Mereka berpandangan dengan kabut gairah yang terlihat dimata masing masing.
Mereka berciuman lagi sampai suara ketukan pintu mengganggu aktifitas mereka.
Tok tok tok
"Shit," max kesal kegiatannya diganggu dan langsung berdiri membukakan pintu.
TBC jangan lupa vote, like&comen.