Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
85



Sampai rumah sakit terkenal dikota itu, banyak perawat dan dokter yang menunduk hormat pada max dan stefani, bahkan max langsung disambut oleh pemilik rumah sakit ini, yah max pemegang saham terbesar dirumah sakit ini pantas saja jika banyak perawat dan dokter yang menunduk hormat padanya, "Selamat datang, Tuan Maxime Stefano," ucap radit sang pemilik rumah sakit, max hanya menganggukan kepalanya, "Saya butuh dokter kandungan, tapi dia harus perempuan," ucap max dengan nada arogan dan angkuh nya, seperti biasa.


"Baiklah tuan, saya akan siapkan dokter spesialis kandungan, mari ikut saya," max dibawa ke ruangan VIP, ruangan pasien khusus yang berduit tebal.


Saat sampai diruangan itu terlihat jelas jika peralatan untuk mengecek kandungan dan seorang dokter paruh baya yang sedang duduk di kursi, sepertinya menunggu max.


"Ini dokter kandungan yang anda minta tuan," ucap radit pada max yang lagi dan lagi hanya dibalas anggukan oleh max, "Hallo tuan nama saya marlyn, saya yang akan mengecek perkembangan kehamilan nyonya Stefano" ucap dokter itu memperkenalkan diri.


"Hallo dokter aku stefani, jangan memanggilku nyonya, stefani saja" ucap stefani, marlyn pun mengangguk, "Baiklah silahkan berbaring saya akan memeriksa bayi anda lewat usg," ucap marlyn.


Stefani pun menurut, radit berpamitan pada max karena masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan, dan max mengiyakan dengan menganggukan kepalanya.


Marlyn pun mulai membalurkan gel pada perut stefani dan menempelken alat untuk melihat sijabang bayi didalam perut nya, "Ini adalah bayi anda nyonya tuan, dia tumbuh sehat," marlyn memperlihatkan dan menjelaskan gambar yang ada di layar monitor itu, stefani merasa terharu bayi nya sehat, begitupun dengan max yang duduk di sisi stefani, dia bahagia akan menjadi seorang ayah, max tak henti henti nya mencium tangan stefani yang dia genggam.


"Dan untuk jenis kelamin nya belum bisa terlihat karena bayi yang nyonya kandung masih berumur 2 minggu," ucap marlyn lagi.


Setelah selesai melihat usg anak mereka dan mencetak nya, marlyn menyakan apa stefani sering mual atau tidak, "Apa nyonya mengalami morning sick?" tanya marlyn, "Yah, sering" ucap stefani, marlyn pun menuliskan resep obat, "Ini vitamin untuk ibu hamil, nyonya dan tuan bisa menebusnya nanti," ucap marlyn lagi.


"Terimakasih dokter, kalau begitu kita pergi dulu," ucap stefani, "Sama sama nyonya, semoga sehat selalu sampai melahirkan" ucap marlyn tulus.


Max dan stefani berjalan diloring rumah sakit yang ramai sama seperti tadi mereka menjadi pusat perhatian yah max dengan sejuta pesona nya, stefani kesal dengan tatapan liar dan lapar dari para perempuan yang ada disitu, seolah tau jika stefani sedang cemburu, max mengeratkan rengkuhan nya di pinggang stefani, stefani pun tersenyum senang, ah max memang selalu mampu membuatnya tenang dan aman.


"Jangan berfikiran aneh, aku hanya mencintaimu, dan itu akan selalu" ucap max berbisik ditelinga stefani, stefani pun mengangguk dengan mata yang sudah berkaca kaca, kehamilannya membuat stefani selalu cengeng, "Aku tau" ucap stefani.


"Bagus" ucap max, para wanita yang sedang berada di lorong rumah sakit meleleh melihat adegan romantis max pada stefani.


****


"Kau sedang apa" max memeluk stefani dari belakang, max baru selesai membersihkan badannya, saat keluar max melihat stefani sedang duduk di ranjang dengan album pernikahan mereka, stefani memang selalu membawa kemana pun album pernikahan mereka.


"Jangan berbicara seperti itu, aku tidak menyalahkanmu sama sekali, itu sudah jalan takdir," ucap stefani menghapus bulir air mata yang jatuh dari mata max, "Aku mencintaimu" max memeluk stefani dan menciumi rambut stefani yang terurai, begitupun stefani memeluk max dengan tak kalah erat, "Aku juga mencintaimu" ucap stefani menangis haru.


"Apa kita harus menutup adegan haru ini dengan adegan panas," ucap max pada stefani, stefani pun mengangguk, "Yah kurasa," setelah itu max menindih tubuh stefani dan melakukan penyatuan seperti biasanya.


****


"Kau sudah menyelesaikan larissa?" tanya max saat max dan robert berada dalam mobil menuju kantor, "Sudah," ucap robert, "Bagus" ucap max, "Stefani sedang hamil jadi kemungkinan aku akan kembali ke New York secepatnya" ucap max yang membuat robert melotot tak percaya, "Kenapa kau baru membeeitahuku" ucap robert tak terima, "Aku tidak punya banyak waktu untuk memberitahumu, jadi aku memberi tahu mu sekarang" ucap max yang kembali sibuk dengan tablet ditangannya, "Ck, kau ini akhirnya aku akan memiliki keponakan," ucap robert tersenyum, tapi terbesit ada rasa sedih dihatinya, "Kau sudah berjanji untuk tidak bersedih lagi robert," ucap max saat merasakan apa yang robert rasakan.


"Aku tau kenapa kau ini sangat cerewet" ucap robert tersenyum, "Kau selalu tau jawbanku kan" ucap max tersenyum, "Yah, aku tau," ucap robert lagi, setidaknya dia mempunyai keluarga yang menyayangi nya.


Seperti biasa max mendapat sambutan dari karyawan nya, max hanya menganggu kan kepalanya, "Besok adalah acara pernikahan johan dan clara, apa kau akan datang" ucap robert, saat mereka sedang berada didalam lift menuju lantai tempat kebesaran max.


"Mungkin aku akan datang," ucap max, "Baiklah,besok aku akan ikut" ucap robert lagi max hanya menganggukan kepalanya.


Saat sedang mengerjakan beberapa berkas ponsel max berdering tanda ada yang menelpon, "Ada apa baby?" ucap max saat melihat siapa yang menelpon nya, "Aku ingin shopping dengan teman temanku boleh tidak," ucap stefani dengan nada yang dibuat se memelas mungkin, "boleh, tapi harus ditemani beberapa bodyguard, tidak ada bantahan," ucap max saat stefani akan membantah, "Baiklah terimakasih daddy, aku mencintaimu" ucap stefani lagi, max pun tersenyum, "Aku juga baby, hati hati oke" ucap max Stefani pun mengiyakan.


Max tersenyum saat melihat walpaper ponsel nya, foto stefani dengan balutan gaun pernikahan saat mereka menikah.


****


"Sekarang waktunya shopping guys" ucap elin antusias, yah mereka datang setelah max pergi, niat mereka memang ingin mengajak ibu hamil ini untuk shoping biar tidak boring dirumah, "Siap siap kita kan menguras kartu kredit kekasih kita" ucap jessica, "Kenapa harus risau kekasih kira orang kaya, jadi kartu kita tanpa batas, yang artinya bebas" ucap jessica dengan suara yang ditekankan.


"Yah, sekarang kita berangkat guys" ucap stefani dan nana berbarengan.


TBC guys jgn lupa like comen and vote...