
Setelah makan malam bersama sekarang mereka berempat duduk diruang tamu mengobrol dan bercanda.
"Jadi kapan kalian akan menikah," tanya maria
Stefani yang sedang minum teh pun tersedak dan terbatuk batuk "maksud tante," ucap Stefani setelah selesai terbatuk batuk
"Kenapa kalian gak langsung nikah aja sih biar mommy dapet cucu, Stefani kan mommy udah bilang jangan bilang tante mommy yah," ucap maria
"Iya mommy," ucap stefani tersenyum canggung.
"Kita akan segera menikah mom tenang saja," ucap max Stefani hanya melotot tak percaya bagaimana mereka bisa menikah orang mereka punya hubungan aja enggak apa jangan jangan max mempermainkan nya lagi.
"Bagus kalo begitu jadi kapan kalian mau nikah nya mommy udah gak kuat pengen gendong cucu tau," ucap maria antusias
"Kita bakal bicara in ini dulu berdua mom nanti kalo sudah tentu kita akan kasih tau mommy." ucap max yakin
"Momy ini sudah malam stefa pamit pulang dulu yah," ucap Stefani dia tak kuat lagi jika harus masuk dalam drama bosnya ini.
"Kok buru buru sayang nanti aja doong gimana kalo nginep" ucap maria
"Gak usah tante besok kan Stefani kerja nanti stefa main lagi kesini mommy" ucap Stefani yang tak tega melihat wajah maria terlihat sedih
"Yasudah kalo begitu, max jangan membuat dia cape okeh," ucap maria mengerling menggoda
Stefani tak sepolos itu dia mengerti apa yang diucapkan maria pada max tapi dia belum melakukan apapun dengan max sungguh.
"Mommy jangan mengganggunya lihat wajah Stefani sudah memerah seperti kepiting rebus" ucap Jayden
Maria Jayden dan max terkekeh melihat wajah stefani seperti kepiting rebus.
Karena kesal Stefani menginjak kaki max yang duduk disebelahnya.
"Aww sakit sayang," ucap max semakin terkekeh
Stefani hanya mendelikan matanya jengah kenapa pria ini berubah menjadi menyebalkan lagi.
"Yasudah jika stefa ingin pulang tidak papa yah walaupun mommy pengen stefa nginep" ucap maria menatap Stefani
"Lain kali saja mommy Stefani nginep nyah" ucap Stefani tersenyum tulus
"Baiklah" ucap maria
"Sudahlah jangan bersedih biarkan stefa pulang nanti juga dia akan bebas menginap dirumah kita dia kan calon mantu kita" ucap Jayden pada maria
"Iya mom,daddy benar kalo gitu aku antar Stefani pulang dulu" pamit max
"Mommy stefa pulang dulu," ucap stefani memeluk maria, maria membalas pelukan Stefani rasanya Stefani merasakan kehangatan pelukan seorang Ibu setelah lama dia tak merasakannya
Stefani dan max pun pergi meninggalkan mansion.
Didalam mobil Stefani hanya diam dan melihat keluar jendela.
"Tidak papa," ucap stefa kesal
Max pun menepikan mobilnya kesisi jalan karena jalan memang tidak terlalu ramai.
Stefani pun terkejut dan langsung melihat kearah max " kenapa berhenti," ucap Stefani kesal
"Kau kenapa Stefani," tanya max lagi dia tak percaya bila Stefani bilang tidak papa.
"Kau yang kenapa, kenapa kau bilang pada orang tuamu bahwa kita bakal nikah secepatnya sedangkan kita tidak punya hubungan apapun jangan membuatku mempunyai harapan yang lebih padamu padahal aku tau kitaa berbeda mpppttt.."
Ucapan Stefani tepotong karena max mencium Stefani, stefani memberontak memukul mukul dada max, max yang kesal pun mengangkat Stefani dan mendudukannya dipangkuanya.
Setelah dirasa stefa mulai tidak berontak max melepaskan ciumannya dan matanya bertatapan dengan mata Stefani yang sudah menangis.
"Jangan membuatku berharap lebih padamu max aku cukup tau diri siapa aku dan siapa kamu, kamu pasti bkal ninggalin aku kalo kamu tau aku bukan anak yang gak diinginkan," ucap Stefani yang sudah tidak bisa membendung tangisan nya lagi.
"Hey dengar kan aku, aku tau aku belum mengikat mu sebagai pacarku atau apapun itu, tapi aku bersungguh sungguh padamu stefa, aku mencintai mu aku belum pernah merasakan perasaan ini saat bersama orang lain tapi saat bersamamu aku merasakan ini," ucap max yang menuntun tangan Stefani pada dada sebelah kirinya.
"Kau merasakannya kan," ucap max menatap manik mata Stefani bersungguh sungguh.
"Jangan bohong," ucap Stefani mengerucutkan bibirnya
"Kenapa aku harus berbohong padamu Stefani aku berniat langsung melamarmu kau tau," ucap max bersungguh sungguh
Stefani menatap mata max dia mencari kebohongan tapi yang ada dia melihat kejujuran di mata nya.
"Tapi kita baru mengenal belum lama max," ucap Stefani
"Memangnya kenapa aku mencintaimu itu yang terpenting," ucap max
Stefani tersenyum malu dan menunduk ternyata bos nya ini menyukai nya juga jadi cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Sekarang kita pulang, mau pulang ke apartemenmu atau ke apartemenku," ucap max mengerling nakal
"kyaaa mesum" ucap Stefani malu
"Baiklah ayo pulang aku akan menginap diapartemenmu," ucap max
Stefani melototkan matanya " tidak boleh,"
"kenapa"
"Jangan bilang," Stefani memincingkan matanya curiga
"aku hanya ingin tidur bersamamu bukan ingin apa apa, aku tidak tenang meninggalkan mu sendiri," ucap max sungguh sungguh entahlah tapi perasaannya mengatakan akan terjadi sesuatu pada Stefani.
TBC guyyss kira kira apa yang bakal terjadi pada stefani yahhh...
Jangan lupa sukai yahh😊😊