Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
36 Memiliki seutuhnya



Saat membuka pintu ternyata sang supir yang membawakan koper max dan stefani,mereka lupa jika mereka membawa koper saking senangnya dan ingin segera tidur dikasur king size empuk yang ada dihotel.


Max membawa koper miliknya dan koper milik Stefani, max meletakannya didekat lemari yang ada dihotel dekat tempat tidur.


Terdengar suara gemericik air max menduga pasti stefani sedang mandi sekarang max jadi tersenyum jika mengingat kejadian tadi bersama Stefani.


Max duduk disisi ranjang menunggu stefani selesai mandi sambil memainkan handphone nya yang berlogo aple tergigit keluaran terbaru.


Tak lama kemudian stefani keluar hanya berbalut handuk sebatas paha yang tak menutupi semua tubuhnya.


Stefani dan max saling bertatap sampai stefani tak sadar bahwa max sudah ada didepannya.


"Mau melanjutkan aktifitas yang tertunda hemm," max berucap tanpa beban yang membuat pipi stefani memerah seperti tomat malu.


Sepertinya jika menggoda max sedikit tidak papa "Boleh tapi aku takut kau tak akan kuat karena aku menginginkan yang tahan lama bukan yang baru bermain langsung loyo." ucap stefani.


Max tak percaya bagaimana bisa stefani berucap seperti itu mungkin stefani pikir stamina max loyo belum tau saja stefani bagaimana stamina nya.


"Benarkah biar kita buktikan" max mengikis jarak diantara mereka menempelkan hidungnya dan hidung stefani sampai deru nafas terdengar satu sama lain.


Stefani gugup tapi dia memeberanikan diri untuk mencium max awalnya max terkejut tapi langsung menahan tengkuk Stefani untuk memperdalam ciumannya.


Stefani memukul mukul dada max saat dia kehabisa nafas max sungguh pencium yang handal.


"Kau harus bertanggung jawab Stefa" max berbicara dan langsung mengangkat bokong stefani dan stefani melingkarkan kakinya di pinggang max.


Stefani menikmatinya sampai jari max meraba daerah sensitifnya dan meraba membuat kenikmatan yang tiada tara yang dirasakan oleh stefani sampai sesuatu yang mendesak ingin keluar dan stefani mengeluarkan sesuatu yang ditahan nya sejak tadi.


"Ssshhh max"


"Panggil namaku Stefani,"


Stefani keluar dan merasa lemas, max tak tinggal dian dia mencopot semua pakaian yang di pakai nya dan memposisikan dirinya di bagian stefani rintihan kesakitan terdengar dari bibir stefani awalnya max akan menyudahinya tapi stefani Manahan nya untuk tetap melanjutkan.


Saat sudah membobol pertahanan stefani dan mulai stefani pun mulai tenang max mulai menggerakkan stefani melenguh dan mulai mengeluarkan desahan keenakan yang memenuhi ruangan hotel yang mereka tempati.


30 menit sudah berlalu max masih belum mengeluarkan tanda tanda akan keluar sedangkan stefani sudah lemas dan kelelahan entah sudah berapa kali dia ******* sedangkan max masih tetap gagah stefani menyesal bilang jika max mempunyai tenaga loyo nyatanya max sangat gagah.


Sampai max ingin keluar max menaikan ritme stefani melenguh berbarengan dengan max yang mengeluarkan ******* nya.


Max tidur disamping stefani dan memeluk stefani menaikan selimut untuk menutupi tubuhnya dan stefani yang sama sama telanjang.


"Bagaimana stefa masih ingin melanjutkan," max berucap tepat di telinga stefani mbuat stefani merinding dibuatnya.


"Aku lelah max" stefani mulai memejamkan matanya kelelahan dan max tersenyum "jangan bilang tenagaku loyo stefa mungkin nanti aku akan membuatmu tidak bisa berjalan," max berucap sambil tersenyum dan mulai menyusul stefani ke alam tidur.


TBC jangn lupa like comen and vote...