Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
87



Hari ini adalah hari pernikahan johan clara, stefani dan max akan datang saat acara resepsi, pernikahan johan dan clara dilangsungkan tadi pagi, stefani telah bersiap siap untuk pergi, begitupun juga max.


Stefani memakai gaun panjang semata kaki berwarna biru navy, sedangkan max dengan balutan jas yang senada dengan gaun milik stefani, mereka sangat terlihat serasi.


"Sudah siap baby?" tanya max pada stefani, stefani mengangguk tapi tidak melangkahkan kakinya mengikuti max, "Ada apa? tanya max karena stefani hanya memandangnya terlihat tidak ingin beranjak, "Aku mau digendong" ucap stefani, max pun tersenyum, "Apapun untukmu baby" ucap max yang langsung menggendong stefani ala bride style, stefani tersenyum max memang selalu mampu membuatnya senang bahkan lebih dari kata senang.


Max menggendong stefani menuruni tangga menuju lantai bawah, mereka akan berangkat menuju acara resepsi pernikahan clara dan johan, "Sekarang duduklah yang tenang tuan putri" ucap max saat sudah mendudukan stefani dijok mobil penumpang, "Baik raja" ucap stefani tersenyum merasa lucu dengan tingkah max.


Robert yang melihat pemandangan didepannya pun merasa bahagia, max dans stefani memang romantis mereka selalu menyelesaikan masalah apapun dengan berbicara dari hati ke hati.


Mobil max pun melaju menuju acara resepsi pernikahan johan & clara, sedangkan robert dia memakai mobil lain dan mengikuti mobil max dari belakang, didalam mobil stefani tampak sibuk dengan benda pipihnya, "Aku baru dijalan, apa kalian sudah sampai" ucap stefani pada ponsel ditangannya, yah Stefani sedang menelpon dengan jessica mereka bilang mereka akan datang ke acar resepsi mantan stefani.


"Baiklah sampai bertemu ditempat acara" ucap stefani setelah beberapa saat berbicara dengan jessica, "Apa mereka juga akan datang?" tanya max, "Mereka bilang di khawatir padaku" ucap stefani, max pun tersenyum.


****


Sampai ditempat acara max disambut hangat oleh orang orang yang sudah ada disana, termasuk pemilik acara, terlihat sepasang pengantin sedang bersalama dengan para ramu yang sudah datang, max pun menghampiri mereka dan keluarga wijaya menyambut kedatangan max, "Selamat atas pernikahan anakmu tuan wijaya" ucap max yang menjabat tangan ayah johan, "Terimakasih Tuan stefano karena berkenan datang ke acara resepsi anak saya" ucap ayah johan, stefani pun ikut bersalam memberi selamat.


Sedangkan mia dia menatap kesal kearah Stefani, "Kenapa anak itu tidak menderita seperti ibu nya" gumam mia dalam hati nya, saat sedang berslaman pun mia meremas tangan stefani dengan kasar membuat stefani meringis "aw" ucap stefani banyak yang melihat kearah stefani karena ringisan nya, begitupun max dia sangat khawatir, "Ada apa baby apa yang sakit" tanya max pada stefani dan memeriksa tangan stefani dan terlihat memerah karena remasan kuat dari mia, stefani hanya menatap mia dengan tatapan datar, "Tidak papa," ucap Stefani mengalihkan pandangannya pada max, stefani tersenyum kearah max.


Max menatap tajam pada mia, "Jangan pernah berani menyakiti istriku Ny.martin, kau jelas tau siapapun yang berurusan dengan ku tidak akan selamat," ucap max dengan aura yang menyeramkan, "Sudah kubilang jangan macam macam, tidak bisa kah kau hilangakan sifat sirikmu itu ingat ini adalah acara pernikahan anak kita" ucap martin geram, mia memang selalu syirik pada stella ibu stefani, karena dulu ibu stefani sangat cantik dan pintar menjadi incaran para kaum adam, mia sangat syirik dengan hal itu.


"Aku tidak suka bermain main Ny.martin, mau fikir aku akan diam saja saat seseorang menyakiti istriku," ucap max dengan tatapan tajam nya, "Kau membela wanita ****** seperti dia, apa istimewa nya dia, dia sama dengan ibu nya yang murahan" ucap mia dengan penghinaan yang kentara, "Wow kau berani bicara terang terangan sekarang," ucap max tersenyum devil siapun yang melihat nya akan merasa takut, "max sudah aku tidak papa kita pulang yah," ucap stefani memegang tangan max agar max tenang.


Max menoleh kearah stefani melihat wajah stefani dengan tatapan memelas max tau stefani pasti merasa sakit hati dengan ucapan mia ibu nya clara, "Aku akan menyelesiakan ini dulu baby," ucap max tersenyum teduh, "Sudahlah ayo pulang jangan meladeni nya," ucap stefani karena merasa malu dengan orang orang yang melihat kearah nya, bahkan sampai jadi bahan tontonan, stefani tak ingin dicap sebagai perusak acara orang.


Max yang melihat nya pun merasa kasihan, "Baiklah ayo pulang" ucap max karena merasa kondisi pun tak enak, stefani pun mengangguk max memeluk pinggang stefani dengan erat, "Tenanglah" ucap max memeluk stefani dan berjalan meninggalkan tempat acara itu, robert pun mengikuti dari belakang.


Sampai diluar sudah banyak wartawan menyerbu max tapi para pengawal dengan sigap menghalangi para wartawan yang meminta penjelasan atas kejadian tadi, max tak menghiraukan semuanya yang terpenting sekarang adalah membawa stefani pulang.


Banyak sekali pertanyaan dari para wartawan max lagi lagi tak memperdulikan itu, "Banyak sekali wartawan apa tidak papa" ucap stefani menatap max sekarang mereka memakai supir, tidak seperti tadi max membawa mobil sendiri, "Itu sudah biasa robert akan mengurusnya" ucap max, dan benar saja semua wartawan sekarang mengerubuni robert, "Kau lihat itu robert selalu menyelesaikan semuanya" ucap max menunjuk kearah robert.


TBC jgn lupa like comen and vote...