
Saat sampai di New York stefani dan max langsung disambut antusias oleh maria dan jayden, yah max memang kembali ke mansion milik orang tua nya agar stefani tak kesepian nanti jika harus tinggal di mansion nya, apalagi sekarang stefani sedang berbadan dua max tak ingin jika stefani stres karena tidak ada teman untuk berbincang.
"Mommy sangat merindukanmu stefa" ucap maria memeluk stefani dengan erat, "stefa juga mom" ucap stefani yang membalas pelukan maria, "Mom tidak rindu padaku" ucap max pura pura merajuk, maria terkekeh mendengar ucapan anak semata wayangnya maria pun beralih memeluk max, "Mom pun rindu padamu" ucap maria memeluk max.
"Sudah nanti saja melepas rindu nya sekarang kita makan dulu, mereka pasti lapar apalagi stefa dia pasti sangat lapar" ucap Jayden yang melihat maria tak henti henti nya mengajak stefani bicara.
"Baiklah, ayo makan dulu mom sudah menyiapkan makanan untuk kalian" ucap maria menuntun stefani menuju meja makan.
Max menarik kursi untuk stefani, "Makanlah yang banyak" maria mengambilkan makanan pada piring stefani, "Aku bisa mengambilnya sendiri mom" ucap stefani yang merasa tak enak dengan maria karena mengambilkan makanan pada stefani, "Tidak papa sayang ayo makanlah" ucap maria tersenyum meneduhkan.
Mereka pun makan dengan keheningan hanya suara sendok yang mendominasi makan mereka.
****
"Max bilang kalian akan tinggal disini" ucap maria saat duduk di ranjang kamar max, "Max yang meminta mom, apa mom keberatan?" tanya stefani, "Kenapa mom harus keberatan mom sangat senang jika kalian tinggal disini" ucap maria memegang tangan stefani, "Terimakasih mom, maaf aku selalu merepotkan mom" ucap stefani yang merasa tak enak, "Kenapa harus minta maaf itu sudah kewajiban mom sebagai ibu untuk menjagamu, dan berhenti minta maaf dan merasa tak enak" ucap maria tersenyum, stefani pun mengangguk beruntungnya dia mempunyai ibu mertua yang baik hati seperti maria.
"Sekarang istirahatlah, kau pasti lelah kasian bayimu" maria mengelus perut stefani, "Iya mom" ucap stefani, "Max mungkin ada sedikit pekerjaan dengan daddy nya, istirahatlah oke" maria mencium kening stefani dan meninggalkan stefani agar beristirahat.
Didalam ruang kerja jayden, Jayden menanyakan beberapa hal yang menimpa stefani di indonesia termasuk saat mia yang mempermalukan stefani, "Aku sudah menyelesaikan semuanya dad kau tenang saja" ucap max sambil meminum kopi nya, "Yah dad tau kau memang selalu bisa diandalkan, dan keputusan stefani akan tinggal disini itu keputusan tang bagus, mommy mu tak akan kesepian jika ada stefani begitupun stefani" ucap jayden.
"Kalian sedang membicarakan apa sih serius banget" ucap maria yang masuk ke dalam ruang kerja Jayden, "Stefa sudah istirahat mom" ucap max bertanya, "Sudah, apa kalian sudah memeriksa kehamilan stefani", tanya maria lagi.
"Sudah, mereka berdua sehat mom" ucap max lagi, "Syukurlah" ucap maria bernafas lega, maria hanya takut terjadi apa apa pada stefani apalagi stefani baru saja sembuh dari luka saat itu.
Mereka bertiga pun berbincang bincang ringan, karena sudah lama mereka tak berbicara langsung seperti ini.
***
Max masuk kedalam kamarnya, dilihatnya stefani yang bergelung dengan selimut, lampu masih menyala belum dimatikan mungkin stefani terlalu lelah bahkan untuk mematikan lampu.
Max mengusap puncak kepala stefani "Bidadari sexy ku" max mencium kening stefani dan ikut berbaring untuk menyusul stefani kealam mimpi, max sudah melepaskan pakaian yang dia pakai karena kebiasaan max jika tidur tak pakai baju.
TBC jgn lupa like comen and vote...