Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
60 Tertangkap



Max menerima telepon dari robert saat selesai membantu stefani membersihkan diri pagi ini stefani lebih baik walau tak bisa dibohongi hatinya sangat masih sakit saat mengingat dia kehilangan buah hatinya.


Tapi max sangat perhatian dan sangat memperhatikan nya merawatnya dengan penuh kasih sayang max memang laki laki bertanggung jawab.


"Siapa" saat stefani melihat max mengambil handphone nya dan melirik kearahnya sekilas "Angkat saja max" ucap stefani tersenyum meyakinkan.


Max pun mengiyakan "Hallo robert" ucap max "Max aku sudah menangkapnya" ucap robert disebrang sana max mengerti dan menatap stefani yang juga menatapnya.


"Bagus," ucap max "Gue tunggu di markas biasa max" ucap robert lagi setelah itu dia mematikan telepon nya.


"Ada apa?" pertanyaan dari stefani max diam tak menjawab sampai akhirnya "Aku ada urusan sebentar stefa apa tak apa aku tinggal kan kau disini" ucap max ragu stefani mengangguk "pergilah teman teman ku akan datang kesini biar mereka yang menemaniku" ucap stefani meyakinkan.


"Aku akan menunggumu sampai teman teman mu datang" ucap max stefani tersenyum "Kiss" ucap stefani membuat max melotot "Apa" max takut salah dengar "aku serius" ucap stefani manyun.


Max pun duduk disamping stefani sisi ranjang rumah sakit ranjang ini memang agak besar karena stefani di rawat diruang VVIP.


Max pun mencium stefani rasanya dia merindukan stefani dan bibir manis milik stefani mereka saling meluapkan kerinduan sampai pasokan oksigen diparu paru stefani mulai menipis max melepaskan ciumannya.


"Mau lagi" tawar max saat melihat bibir stefani yang membengkak akibat ulah nya.


Stefani menggeleng "Aku hanya ingin dicium bukan berciuman panas seperti itu" ucap stefani mengerucutkan bibirnya.


Max pun terkekeh melihat wajah stefani yang menggemaskan menurutnya.


Tok tok tok


"Itu pasti mereka" ucap stefani max pun mengangguk dan membukakan pintu rawat inap yang dimiliki stefani "Masuklah" ucap max saat melihat ketiga sahabat stefani berdiri dengan kantong belanjaan yang sangat banyak.


Mereka bertiga pun mengangguk dan langsung masuk "Stefani lihat kita bawa ini untukmu" ucap jessica girang.


"Berhenti mengoceh Ny.Stefano dan makanlah" ucap elin yang langsung menyodorkan makanan pada stefani.


Max pun tersenyum geli saat melihat stefani disuapi oleh teman teman nya dengan banyak makanan.


"Baby aku pergi dulu okey" ucap max stefani yang sibuk dengan segala makanan dari teman teman nya pun menoleh kearah suaminya "Apa akan berangkat sekarang" ucap stefani pada max yang sudah ada disisi ranjang dekat stefani "Iya bersenang senang laah jangan banyak gerak dulu yah aku akan segera kembali" ucap max mencium puncak kepala stefani.


"Cepat kembali" ucap stefani pada max yang sudah mulai berjalan pergi.


"Udah gak udah sedih dia gak akan hilang" ucap nana membuyarkan lamunan stefani, stefani pun mengangguk "Aku tau" stefani pun tersenyum.


"Kalian gak pulang ke Indonesia" ucap stefani pada ketiga sahabatnya.


"Gimana kita mau pulang kalau liat loe lagi kaya gini" ucap jessica kesal "Tau gak suka banget kayanya ditengok kita" ucap elin tak kalah kesal.


"Kalian tuh yah kaya anak kecil merajuk tau gak" ucap stefani mereka pun tertawa nana hanya diam dari tadi.


"Na kamu kenapa'' tanya stefani saat melihat nana yang tidak banyak bicara "Gak papa gue sedih aja liat sahabat gue kaya gini'' ucap nana yang sudah sedih.


"Udah deh kalian jangan melow" ucap elin dan jessica.


Stefani pun tertawa bersama ketiga sahabatnya mereka menghabiskan waktu bersama sungguh menghabiskan waktu bersama sahabat sangat menyenangkan.


Jgn lupa vote🤗


Like and comen...