Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
15 Calon menantu



Hari ini Stefani libur tidak masuk kerja dia memutuskan untuk pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhannya yang sudah habis.


Saat sedang memilih barang yang dia cari tiba tiba ada yang menabraknya.


"Maaf kan saya nona," ucap ibu paruh baya tersebut yang terlihat masih cantik dan baju yang bermerek


"Tidak apa apa bu apa ibu tidak papa," ucap Stefani


"Ah tidak papa aku sudah lama tidak berbelanja di supermarket indonesia jadi aku terlalu semangat dan menabrakmu nona," ucap ibu itu antusias


"Jangan memanggilku nona bu cukup Stefani saja," ucap Stefani dia tidak nyaman dengan sebutan nona seperti itu


"Jadi namamu Stefani, kau cantik wajahmu mirip sahabatku," ucap ibu itu dengan pandangan yang menyiratkan kesedihan dan kehilangan


Stefani hanya memperhatikan saja dia tak mau menyakan lebih jauh lagi karena dia tau bagaimana rasanya ditanya lebih jauh tentang orang yang sudah meninggalkan kita.


"Oh maaf aku tidak bermaksud menyinggung mu Stefani," ucap ibu itu yang sadar telah berbicara seperti itu


"Ah tidak papa bu, ibu sedang mencari apa," ucap Stefani


"Sebenarnya aku ingin memebeli semuanya karena rasanya sudah lama tidak berbelanja di supermarket indonesia,"


"Memangnya ibu tinggal dimana,"


"Ahh ibu tinggal di new York dan kesini ingin menjenguk putraku sekalian berlibur dengan suamiku menikmati masa tua," ucap ibu itu semangat


Drrrt drttt


Stefani dan ibu itu yang sedang asik berbicara teralihkan dengan bunyi suara handphone milik Stefani


Stefani mengambil handphonenya dan melihat ada notifikasi chat dari max


"Kau kemana Stefani aku mencarimu ke apartemenmu tapi tidak ada," Ada nada khawatir dari pesan chat tersebut


"Aku sedang di supermarket dekat apartemen sebentar lagi pulang," balas Stefani dengan rona merah yang menjalar dipipinya.


"Aku akan menjemputmu tunggu aku atau tidak kau akan tau hukumannya," ucap max


Ibu itu yang sedang memperhatikan Stefani merasa Stefani mirip dengan sahabatnya dulu dia jadi rindu sahabatnya itu


"Chat dari pacarmu yah kau terlihat bahagia saat mendapat chat tersebut," ucap ibu itu menggoda


"Ahh bukan bu dia bosku," ucap Stefani malu


"Andai saja dia bukan pacarmu mungkin aku akan menjodohkanmu dengan putraku," ucap ibu itu antusias


Stefani hanya tersenyum ramah sampai akhirnya suara telepon menghentikan acara bicara nya Stefani dengan ibu itu.


"Kau dimna Stefani aku sudah sampai,5 menit lagi aku tunggu cepat," ucap max yang langsung mematikan sambungan telepon nya


"Bu aku duluan sampai jumpa," ucap Stefani berjalan buru buru menuju kasir untuk membayar belanjaannya setelah selesai membayar Stefani berjalan tergesa gesa menuju mobil max ,max ternyata sudah menunggu nya.


"Kenapa lama Stefani kenapa tidak menyuruh orang untuk membawa kan belanjaannya,itu berat nanti tanganmu sakit membawa belanjaan banyak seperti itu," ucap max yang langsung mengambil kantong belanjaan Stefani.


Stefani terenyuh melihat max yang memperhatikan nya seperti itu tidak ada yang lebih memperhatikannya selain ibu dan sahabatnya bahkan ayahnya saja tidak pernah memperhatikan nya.


"Ayok,masuk Stefani aku akan mengantarkan mu pulang," Max membukakan pintu mobil untuk Stefani dan mengantarkannya pulang.


Maria sejak tadi memperhatikan Stefani dan max karena saat Stefani pergi dia mengikutinya.


"Hey aku mencarimu kau sedang melihat apa,"ucap Jayden suami maria


"Aku akan sedang melihat calon mantu," ucap maria senang


Jayden hanya mengernyitkan dahinya tak mengerti.


"Nanti aku akan membicarakannya denganmu," ucap maria


Jayden pun mengiyakan maria menceritakan dari awal tadi dia bertemu Stefani sampai max yang marah marah melihat Stefani membawa kantung belanjaannya.


"Sepertinya kita akan segera melihat max menikah," ucap Jayden senang


"Kau benar,"


TBC guyysss