Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
37 Lapar



Hari sudah menjelang malam dua insan yang sudah menghabiskan tenaga itu masih bergulung selimut dab saling memeluk mesra seakan akan takut hilang jika mengendurkan pelukannya sebentar saja.


Stefani menggeliatkan badannya merasa ada yang memeluk pinggangnya posesife ternyata benar lengan kekar max memeluk tubuhnya yang telanjang.


Pipi stefani tiba tiba bersemu merah saat mengingat kejadian tadi dia tak menyangka akan menyerahkan segalanya pada max kekasihnya yang sangat dia cintai.


Stefani mengelus rahang kokoh milik max mengelus bibir yang selalu membuatnya kecanduan akan lihainya bibir ini mengeksplor bibirnya.


Ah hanya memikirkannya saja sudah membuat nya basah dan tergoda ingin rasanya stefani merasakannya lagi dia tak akan pernah bosan dengan keperkasaanya max diatas ranjang.


Mengapa max begitu membuatnya candu dan membuat cinta stefani pada max semakin besar max laki laki tampan tajir dan jangan lupa perkasa.


"Sudah puas melihatku saat sedang tidur hemm" max berucap tanpa membuka matanya sebenarnya tadi max sudah bangun saat stefani mulai menggeliatkan badannya dan meraba rahang kokohnya dan bibirnya.


"Apa aku sangat menggoda saat tidur hem" lagi lagi max berucap tanpa membuka matanya, stefani menggigit bibirnya gugup mengapa max bisa tau pikirannya.


"Kau memang menggoda dan aku suka," stefani terkekeh dengan ucapannya sendiri yang disusul kekehan max, max pun membuka matanya dan bertatapan langsung dengan mata coklat terang milik stefani.


"Mau melanjutkan ronde kedua" max berucap menggoda tapi langsung tertawa saat mendengar bunyi dari perut stefani.


Stefani memerah menahan malu karena max mengetahui jika dia sedang lapar.


"Jangan tertawa aku malu," stefani memukul dada max kesal karena tak berhenti tertawa menertawakan bunyi dari perut stefani.


"Oke maaf mau makan apa" ucap max berucap


"Makan disini aja yah aku lemes gak bisa jalan," ucap stefani memohon dengan mata kucing yang menggemaskan.


"Baiklah aku akan menelpon pihak hotel untuk mengantarkan makanan kesini, karena aku juga yakin bahwa kekasihku ini tak akan bisa berjalan," ucap max yang langsung bangkit dan duduk menyenderkan kepalanya di kepala ranjang.


"Sebentar lagi makanan akan datang kau mau mandi dulu," max berucap setelah meletakan telepon ke sisi nakas dekat ranjang, menoleh dan mendapati Stefani yang lagilagi memperhatikannya dan masih tertidur bergelung selimut menutupi badannya yang polos tanpa busana.


"Apa kau tak ingin mandi" max berucap lagi dan menyipitkan matanya "atau kau ingin aku mandikan," ucap max lagi yang dibalas kekehan oleh Stefani.


"Tidak usah aku bisa sendiri" stefani bangun untuk duduk tak lama ringisan terdengar oleh max "Aww"stefani merasa sakit dibagian inti nya dia tak bisa berjalan jangankan berjalan menggeser kan badannya saja sudah terasa sakit.


"Jangan keras kepala stefani" max bangun dan langsung menggendong stefani kekamar mandi.


Mendudukan stefani di bathub dan mulai mengisi air hangat untuk mandi stefani bukan tapi untuk mandi Stefani dan juga max.


Setelah mengisi air dan wewangian max bergabung masuk dan duduk dibelakang Stefani memangku stefani untuk duduk di pangkuannya.


Stefani merasa resah karena merasa ada yang mengganjal dan inginmenerobos masuk.


"Max" lenguhan terdengar dari mulut stefani saat max menjilati tengkuk nya dan menggigit sensual badannya merasa panas mata stefani berkabut oleh gairah begitupun dengan max.


Stefani membalikan badannya dan berhadapan dengan max tak lama mereka berciuman max mengangkat stefani dan memposisikan stefani di bagian kejantanannya mereka berpacu dengan desahan yang terus bersahutan didalam kamar mandi.


Max seakan tak ada puasnya stefani sudah keluar 3 kali sedangkan max masih berpacu dengan gagahnya.


Max berhenti saat suara bel hotel terus berbunyi max menggendong stefani keluar dari kamar mandi dengan hati hati karena stefani sudah lemas tak bertenaga.


Max mendudukan stefani diatas kasur setelah memakaikan handuk ditubuhnya.


Max keluar untuk mengambil makanan yang diantar oleh petugas hotel.


TBC guys jgn lupa vote like and comen.