Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
7 Mabuk



"Apa kau menyukai ku," ucap max menatap Stefani


"Yah, tapi sayang kau menyebalkan," ucap Stefani sambil mengerucutkan bibirnya


Max mengernyit tak mengerti apa yang menyebalkan darinya.


"Apa aku menyebalkan," ucap max tak mengerti


"Yah kau selalu bertindak sesukamu,seperti sekarang kau tak bilang kalau aku harus menemanimu kepertunangan dua orang brengsek itu." kata Stefani kesal


"Siapa dua orang brengsek itu," ucap max penasaran


"Johan dan clara kau tau mereka mengkhianatiku," ucap Stefani yang sudah menangis


"Apa yang mereka lakukan padamu," ucap max marah dia tidak suka Stefani menangis seperti ini hatinya tiba tiba sesak


"Johan mengkhianatiku dia berselingkuh dengan clara sahabatku mereka melakukan hubungan intim disaat hari ulang tahunku aku tak tau apa salahku sampai mereka tega mengkhianati ku seperti itu." ucap Stefani yang sudah menangis didada max


Max mengelus punggung Stefani agar wanita ini berhenti menangis dadanya merasakan sesak


"Berhentilah menangis kau berhak bahagia aku berjanji akan membahagiakanmu," ucap max tulus


"Max apa kau akan menganggapku perempuan murahan," ucap Stefani mendongak menatap max


"Kenapa aku harus menganggapmu murahan," ucap max bingung


"Ibu clara selalu menganggap aku wanita murahan dan ibu tiriku juga mereka menganggap ku wanita murahan dan mereka selalu bilang ibuku wanita jalang, aku selalu sakit hati saat mereka bilang seperti itu." ucap stefani yang kembali memeluk max menangis memilukan.


"Mereka tak akan berani bicara seperti itu lagi, aku berjanji padamu," ucap max sambil mencium puncak kepala Stefani.


Setelah beberapa saat Stefani tidur dalam pelukan max.


Max pun menggendong Stefani menuju mobil dia membawa Stefani ke apartemennya.


Saat sampai apartemen max membawa Stefani ke kamar nya dia menidurkan Stefani dan menyelimuti nya.


Robert mengetuk pintu kamar max dia ingin memberikan laporan yang diinginkan max tadi siang.


Max keluar dan mengajak robert untuk bicara diruang kerjanya saja.


"Ini laporan tentang nona Stefani tuan," robert memberikan berkas tentang data data Stefani.


Max mengambil berkas itu dan membaca setiap kata yang tertulis dengan seksama seolah dia tak ingin melewatkan satu kata pun tentang Stefani.


Max tak percaya Stefani yang terlihat kuat ternyata mempunyai masalah sebesar ini.


"Yah tuan ini data lengkap nona stefani,"


"Baiklah kau boleh keluar sekarang," ucap max


"Baiklah tuan saya permisi dulu," ucap robert membukukan badan kemudian pergi meninggalkan ruangan kerja max


Max merasa pusing dia bingung apa sebenarnya yang dia rasakan pada Stefani dia tidak pernah merasakan perasaan ini pada perempuan lain.


Hanya Stefani yang mampu membuatnya seperti ini.


"Sepertinya aku harus menelpon mommy," ucap max


Max pun menelpon mommy nya untuk bercerita karena saat seperti ini dia hanya butuh mommynya.


"Hallo ada apa max," ucap ibu max


"Hay,mom kau sedang apa," tanya max


"Mom sedang bersantai saja ada apa kau menelpon mommy apa ada sesuatu terjadi padamu." tanya ibu max khawatir


"Tidak ada mom, hanya"


"Hanya apa max,"


"Aku bingung dengan perasaan ku sendiri mom,"


"Maksudmu kau bingung kenapa, apa ini tentang perempuan,"


"Yah,seperti itu aku tidak tau kenapa aku merasakan perasaan tak biasa padanya,"


"Kau mencintainya,"


"Entahlah mom aku bingung, aku mencintainya ataw hanya karena obsesiku saja,"


"mom fikir kau mencintainya hanya saja kau belum terlalu menyadarinya, pikirkan baik baik sayang jangan memberi harapan padanya jangan menyakiti perempuan ingat itu," ucap mom max


"Yah mom aku tutup teleponnya dulu,"


"Yah sayang,''


Max pun mematikan teleponnya dan kembali ke kamar nya yang disitu ada Stefani sedang tidur, dia membaringkan tubuhnya disebelah Stefani dan memeluknya.


"Aku akan melindungimu," kata max yang langsung menyusul Stefani ke alam mimpi.