
Didalam mobil Stefani hanya diam tak berbicara dia melihat max seperti marah dengan nya padahal tadi Stefani hanya membawa kantung belanjaannya jika mengingat perhatian max tadi dia jadi merasa bahwa max menyukai nya tapi perasaan itu segera ditepis oleh Stefani karena dia tak mau terlalu berharap.
"Kenapa kau geleng geleng kepala stefa," ucap max yang melihat Stefani meng geleng geleng kan kepalanya
"Tidak papa pak," ucap Stefani gugup karena ketahuan oleh max sedang geleng geleng kepala
"Aku bukan bapakmu stefa sudah berapa kali aku bilang ini padamu," ucap max yang terlihat kesal dengan ucapan Stefani
"Maaf aku sudah terbiasa dengan kata itu kau kan bosku," ucap stefani Membela diri sendiri
"Sekarang biasakan panggil aku max atau kau ingin aku memanggilku sayang" ucap max menggoda
Stefani rasanya ingin tersedak ludahnya sendiri kenapa bosnya ini, lama kelamaan dia bisa jadi baper jika dibuat begini terus.
"Hey kenapa wajahmu merah Stefani," ucap max menggoda dengan senyum smirk nya
"Tidak mungkin kau salah lihat," ucap Stefani yang langsung membuang mukanya keluar jendela mobil
Akhirnya mobil max pun sampai diparkiran apartemen Stefani max langsung membawakan kantung belanjaan Stefani.
"Letakan dimna kantong belanjaannya Stefani," ucap max saat sudah sampai didalam apartemen Stefani.
"Taruh didapur saja max," jawab Stefani
Max menaruh belanjaannya Stefani ditempat yang Stefani suruh.
"Mau kopi" ucap Stefani menawarkan max hanya menganggu kan kepalanya dia bersandar dekat lemari pendingin bersedekap dada dia memperhatikan stefani yang serius sedang membuat kopi.
Ohh shit sejak kapan Stefani menggulung rambutnya memperhatikan leher putih dan mulusnya.
Max melangkah dan memeluk pinggang Stefani menumpukan kepalanya di bahu Stefani.
Stefani yang akan menuangkan air kedalam gelas yang sudah berisikan kopi pun terkejut
"Ah max kau mengejutkanku," ucap Stefani gugup dia menggigit bibir bawahnya
"Awh," ucap Stefani merinding saat max menjilat kuping nya dan menggigit leher Stefani sehingga ada tanda kemerah disitu
Sampai suara handphone mengganggu aktifitas mereka,max menggeram kesal kenapa disaat seperti ini ada yang mengganggunya.
"Halo mom," ucap max yang tidak melepaskan pelukan nya di pinggang Stefani
"Kapan kau pulang ke mansion yang ada diindonesia max," ucap maria ibu max
"Memangnya kenapa mom," ucap max penasaran karena dia belum tau jika ibu dan ayahnya sudah ada di indonesia.
"Mom sudah ada di mansion kemari lah dan bawa calon menantuku untuk makan malam mom ingin bertemu dengannya,"ucap maria antusias
"Iyah mom," ucap max kenapa mom nya tiba tiba ke indonesia tapi yasudahlah munkin mom dan dady nya ingin berlibur ke indonesia.
"Kau harus ikut aku ke mansion untuk bertemu orang tuaku," ucap max sambil mencium pipi sebelah kanan Stefani
Stefani menggigit bibir bawahnya gugup kenapa max menyuruhnya ikut bayangan jika orangtua max menghinanya.
"Apa yang kau pikirkan Stefani" ucap max sambil kembalikan tubuh stefani untuk berhadapan dengan nya
"Aku takut jika bertemu orang tua mu," ucap Stefani menunduk tak mau melihat mata max
"Kenapa Stefani?" ucap max bingung
"Aku takut mereka akan Menghina ku," ucap Stefani jujur bayangan dimana dia dihina oleh keluarga johan memenuhi otaknya dia takut orang tua max akan menghinanya juga.
"Mereka tak akan menghinamu percayalah padaku," ucap max mengangkat dagunya Stefani dan Cup satu kecupan hangat di bibirnya
"Nanti aku jemput jam 07:00 okeh," ucap max tersenyum entah kenapa senyum max terlihat meneduhkan tanpa sadar Stefani menganggukan kepalanya.
TBC jangan lupa sukai dan vote yah...