Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
21 Terima Kasih max



Di Apartemen Stefani, Stefani masih terus menangis dipelukan max, max hanya diam tak ingin bertanya lebih banyak dia takut akan semakin melukai hati Stefani.


"Apa orang tuamu akan melarang kita pacaran kalau mereka tauu aku anak..."


"Ssst sudah stefa jangan membicarakan ini lagi mereka pasti menerimamu walaupun jika mereka tak menerimamu aku akan tetap menikahimu dengar aku sudah punya perusahaan ku sendiri dan hartaku tak akan habis 7 turunan kau tau," ucap max serius


"Dasar sombong" ucap Stefani mencubit perut max


"Aww sakit kau menyakitimu Ny.Stefano," ucap max terkekeh geli sebenarnya cubitan Stefani tak sakit hanya ingin membuatnya tersenyum saja.


Pipi Stefani bersemu merah saat max mengucapkan kata Ny.stefano rasanya seperti dia adalah Nyonya sungguhan.


"Hey kenapa pipimu memerah hmm," ucap max menggoda dan menangkup pipi Stefani.


"Ihh kau menyebalkan max," ucap Stefani dan memukul mukul tangan max, max menghindar dari amukan singa betina yang ada dihadapannya ini.


Mereka berdua tertawa lepas max senang stefa nyah sudah kembali tersenyum.


"Kau cantik jika tersenyum Stefani jangan menangis lagi, kau kelihatan jelek jika sedang menangis kau tau," ucap max dan mencium kening Stefani menyalurkan rasa hangat dihati Stefani.


"Terima kasih max," ucap Stefani menatap max tulus dengan mata yang mulai berkaca kaca


"Hey untuk apa kau berterima kasih," ucap max langsung membawa Stefani kadalam pelukannya


"Kau mau menerima ku dan mau menolongku tadi kalau tidak aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya jika kau tidak ada," ucap Stefani berusaha tegar.


"Apa kau sering mendapat perlakuan seperti itu dari ibu tirimu," ucap max tanpa melepaskan pelukannya dari Stefani


Kembali ingatan saat dia disiksa oleh ibu tirinya terulang kembali.


"Dulu aku sering dikurung dikamar mandi tanpa diberi makan, dikamar mandi sangat gelap aku takut kegelapan mereka hanya tertawa puas saat aku ketakutan.." ucap Stefani berusaha meredam tangisnya max terus mengelus punggung Stefani agar dia tenang.


Max mengeraskan rahangnya tanda dia marah betapa tersiksanya Stefani dulu


"Mulai sekarang ada aku kau harus kuat menghadapi orang orang jahat seperti mereka kau mengerti," ucap max tegas


Stefani mendongak melihat max terlihat jika max marah hati Stefani tersentuh saat ada laki laki yang mengkhawatirkannya bahkan ayahnya saja tak bisa membuat Stefani merasa terlindungi.


"Kau tau aku merasakan pelukan hangat ibuku saat aku memeluk ibumu tadi," ucap Stefani


Max menatap Stefani " Mulai besok kau tinggal denganku aku tak ingin jika ibu tirimu datang lagi dan melukai mu," ucap max


Stefani membulatkan matanya bagaimana bisa dia tinggal dengan max " Aku tidak bisa bagaimana dengan apartemen ku aku sudah lama menyewanya dengan uang ku sendiri," ucap Stefani


"Dan bagaimana pendapat orangtuamu terhadapku jika aku tinggal bersamamu mereka bakal berpikiran yang aneh aneh padaku," ucap Stefani menunduk dengan wajah yang sudah memerah


"Aku tidak peduli Stefani aku tidak ingin menanggung kesalahan karena membiarkan mu terluka," ucap max tegas


"Tapi.." belum sempat Stefani menyelesaikan ucapannya max sudah dulu menyela


"Aku tidak menerima penolakan stefa ataupun persetujuanmu" ucap max tak terbantahkan


"Dasar pemaksa" ucap Stefani mengerucutkan bibirnya.


"Sekarang ayo tidur besok kita akan bekerja," ucap max yang langsung menggendong tubuh Stefani kekamar.


Awalnya stefani kaget tapi dia yakin max tak akan macam macam.


Malam ini menjadi malan ke dua mereka tidur bersama max memeluk stefani posesife dan Stefani yang membalas pelukan max.


TBC...