Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
80



Sesuai yang dikatan max, dia akan mampirbke toko bunga untuk membeli mawar merah kesukaan stefani, saat sudah selesai dengan bunga mawar max kemudian membeli caramel untuk stefani, stefani sangat suka caramel "Dia pasti senang" ucap max saat melihat mawar merah dengan buket besar dan sekotak caramel di sisi nya.


Max sudah masuk kedalam mobil untuk segera pulang menemui sang istri yang amat dia rindukan padahal dia dan stefani hanya berpisah beberapa jam tapu rasanya max sudah rindu saja pada stefani.


"Robert langsung pulang saja," ucap max yang diangguki oleh robert, tadi setelah meeting dengan klien nya max memutuskan langsung pulang saja tidak ingin kembali dulu kekantor.


Diperjalanan hanya keheningan yang melingkupi didalam mobil itu tidak ada yang memulai bicara max sibuk dengan ponselnya sedangkan robert sibuk menyetir, "Apa kau tidak butuh liburan?" tanya max pada robert, robert melihat max dari kaca depan mobil, "Tidak, lebih baik tidak pernah berlibur" suara robert memang terdengar dingin tapi max tau jika robert bersedih, setelah kehilangan orang yang dicintainya robert tak ingin berlibur atau rehat dari pekerjaannya, robert bilang jika dia tidak sibuk dengan pekerjaannya dia akan selalu mengingat mendiang sang istri.


Max tak bisa memaksa dia tak ingin Robert merasa terkekang oleh sikap nya yang selalu meminta robert untuk berlibur, "Baiklah, kau harus selalu ingat_" belum sempat max menyelesaikan ucapannya robert sudah memotongnya lebih dulu "Bahwa kau saudaraku dan momy maria dan daddy Jayden adalah orang tuaku, aku akan selalu ingat, selalu !" ucap robert tersenyum begitupun dengan max dia tersenyum mendengar ucapan robert, "Setidaknya kau harus menikmati hidupmu aku yakin istrimu akan bahagia jika melihatmu bahagia," max menepuk pundak robert saat akan turun dari mobil, karena sudah sampai dipenthouse milik max.


Robert menganggu kan kepalanya dan tersenyum, "Aku akan selalu ingat" ucap robert, setelah itu max pun turun, robert melihat max masuk kedalam rumah, "Bagiku kebahagiaanku sudah pergi dan aku tak yakin bisa menikmati kehidupan ku" gumam robert menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya.


***


Max masuk kedalam rumah, dan melihat stefani sedang menuruni tangga dengan pakaian sexy nya, "Kau sudah pulang" stefani berlari menuruni tangga dan langsung berhambur memeluk max, max sampai ngilu melihat stefani yang tergesa gesa menuruni tangga, "Hati hati baby, nanti kau jatuh" ucap max, stefani mengangguk "Maaf" ucap stefani.


"Ini untuk siapa? tanya stefani saat melihat max membawa sebuket besar mawar merah dan sekotak stefani tak tau isinya, "Untukmu baby" max menyerahkan sebuket mawar merah itu pada stefani, "Ini apa?" stefani menunjuk kotak yang masih dipegang oleh max.


"Hay jangan menangis" max memeluk stefani, mengelus punggung stefani, "Jangan menangis lagi oke" max mencium bibir stefani dengan mesra.


"Aku terharu daddy" stefani mendusel duselkan hidungnya pada dada bidang max, "Aku fikir kau menangis karena apa" max terkekeh dengan sikap stefani, benar kata orang ibu hamil sangat sensitif.


"Kemana sahabat shabat mu baby" ucap max yang tak melihat ketiga sahabat stefani, "mereka sudah pulang setengah jam yang lalu" ucap stefani, max pun mengangguk mengiyakan, setelah itu max dan stefani berjalan menapaki tangga menuju kamar mereka.


***


"Tidak bisakah kau melupakannya?",ucap seorang wanita pada laki laki didepannya, "Aku tidak bisa melupakannya," ucap johan, yah itu adalah johan dan Clara yang sedang bertengkar di apartemen milik johan.


Clara tak menyangka jika johan masih mencintai stefani, padahal hubungan mereka sudah lama berakhir dan clara dan johan akan menikah, apalagi sekarang clara sedang mengandung anak nya dengan johan, tapi johan selalu menyalahkannya atas perpisahan nya dengan stefani, Clara memang menyadari kesalahannya, tapi apakah johan tidak bisa sama sekali membuka hatinya untuk nya.


***


TBC jgn lupa like comen and vote..