Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
6 Tunangan mantan II



Johan menatap Stefani meminta penjelasan tapi Stefani memilih diam dia sudah tak mau lagi berurusan dengan mantan kekasih nya itu.


"Silahkan menikmati pestanya tuan," ucap pak wijaya mengalihkan pembicaraan


Max pun membawa Stefani ke stan makanan


"Makanlah aku pergi menemui beberapa teman bisnisku."


Stefani hanya mengangguk mengiyakan perkataan max.


Stefani hanya makan cake saja dia tidak lapar padahal dia belum makan apa apa.


"Eeh ada anak jalang rupanya"


Stefani pun menengok kearah sumber suara dan ternyata dia adalah ibunya clara entah apa salah dia dan ibunya pada ibunya clara dia sangat tidak suka dengan Stefani.


Stefani hanya acuh saja dia sudah biasa dengan kata kata kasar dari siapapun.


"Apa kau ingin merebut johan dari clara," kata mia ibu clara


"Siapa yang merebut johan bukankah anakmu yang merebutnya dariku," ucap Stefani datar


"Ohoo kau sudah bisa bicara sekarang yah apa karena adanya Maxime Stefano disisimu dengan cara apa kau mengikat max apa dengan tubuhmu," ucap mia sinis


"Itu bukan urusanmu," ucap Stefani


"Dasar wanita jalang," ucap mia kesal


"Yang jalang itu anakmu yang rela menyerahkan tubuhnya untuk merebut kekasih sahabat nya," ucap Stefani sinis


"Apa kau bilang," ucap mia mencekram tangan Stefani.


"Apa yang kau lakukan nyonya martin" ucap max sambil menarik Stefani kedalam pelukannya.


"Ada apa ini," ucap martin heran


"Istrimu menyakiti kekasihku tuan, apa kau becus ataw tidak mengurus istrimu ini," ucap max kesal melihat Stefani yang dipermalukan didepan umum.


"Maaf tuan atas tindakan istri saya," ucap pak martin dia takut berurusan dengan max pria berdarah dingin.


"Apa yang kau lakukan mah kau membuat ku malu saja," ucap martin kesal.


"Kenapa kau membela anak jalang sialan itu," ucap mia kesal


"Sudahlah cukup ingat ini pesta pertunangan anak kita jangan membuat kekacawan." kata martin memperingatkan


Dimobil max Stefani diam dan hanya melihat kearah luar jendela dia memikirkan sikap mia padanya entah apa yang membuat mia selalu tak suka padanya dari dulu dia selalu berbicara kasar padanya dan ibunya.


Max kesal dengan istri pak martin itu kenapa dia membuat Stefani sedih.


"Aku ingin ke bar bapak bisa turunkan saya disini." ucap Stefani dia butuh penenang sekarang munkin dengan minum dia bisa lebih tenang


"Saya juga ingin kesana," ucap max datar


"Pergi ke bar," ucap max lagi pada supir


Mobil pun menuju bar biasa max selalu kesana dia memesan ruang VIP untuk nya.


Stefani terus meneguk minumannya tanpa henti untung max memesan ruang VIP kalo tidak Stefani akan jadi mangsa mata keranjang para lelaki.


"Max," ucap Stefani setengah mabuk


"Ada apa," ucap max


"Terima kasih,"


"Untuk apa" jawab max bingung


"Tadi kau bilang aku kekasih mu jadi aku tidak malu pada laki laki sialan itu dan perempuan sialan itu, setidaknya aku tak terlihat memprihatikan setelah mereka berdua menghianatiku," ucap Stefani yang mata nya sudah menangis


"Iyah," jawab max


Stefani pun berdiri dan duduk dipangkuan max dia melingkarkan tangannya dileher max


Max kaget dengan apa yang dilakukan Stefani tapi dia berusaha tenang.


"Kau tampan max" ucap Stefani tersenyum yang sudah mabuk.