
Saat sedang duduk disofa memakan cemilan dan menonton tv tiba tiba ada yang mengetuk pintu apartemen nya.
Stefani membuka pintu apartemen nya didepan nya terlihat ada seorang laki laki menenteng beberapa kantong belanjaan dia adalah asisten nya max yang bernama robert.
Stefani mengernyit bingung" ada keperluan apa ya pak," tanya Stefani bingung
"Saya disuruh oleh pak max untuk mengantarkan ini kepada anda nona," jawab robert
"Apa ini," kata Stefani bingung
"Bukalah nona saya permisi pulang dulu masih ada urusan," robert meninggal kan apartemen Stefani
Stefani masuk dan membuka kantong belanjaannya dan didalam nya ada beberapa ukuran sepatu dan perhiasan.
"Kenapa dia mengantarkan ini padaku," ucap Stefani.
Tapi Stefani tak mau terlalu memikirkan nya dia memang tidak punya baju untuk ke pesta.
"Pakailah semoga kau suka," isi surat yang ada dikantong gaun yang diberikan max untuknya.
Jam 7:00 malam
Stefani sudah selesai merias dirinya dia memakai gaun merah marun panjang yang memperlihatkan lekukan tubuhnya dan bagian punggung yang terbuka rambutnya yang bergelombang dia memilih menggeraikan saja.
Suara bel apartemen pun berbunyi Stefani segera melangkah kan kakinya keluar ternyata max sudah sampai.
"Udah siap," tanya max pada Stefani dia kagum dengan tampilan stefani yang terlihat anggun dengan gaunnya.
"Sudah pak," jawab Stefani
"Yasudah ayuk," ucap max
Stefani mengikuti max dari belakang sampai parkiran.
"Ayok masuk," max membukakan pintu mobil untuk Stefani
Stefani terkagum dengan sikap max yang manis.
Saat dimobil tidak ada yang mau memulai percakapan dimobil ada robert juga dan sang supir.
Saat sampai di acara pesta dihotel berbintang Stefani turun dan max langsung merangkul pinggang Stefani seolah Stefani akan hilang jika dia tak memeluk pinggang nya.
"Apa kau gugup," tanya max yang melihat stefani menarik nafasnya terus menerus
"Iya pak," jawab Stefani seadanya dia memang benar benar gugup dan entah kenapa hatinya tiba tiba tak nyaman.
"Ada aku jangan khawatir ikuti saja aku,oke" kata max
"Iya," kata Stefani tersenyum manis yang membuat max deg degan melihatnya.
"Kau sudah datang pak max," kata seorang pria paruh baya yang menghampiri max.
"Iya selamat untuk pertunangan anak anda," ucap max
Stefani tak menyangka apa ini tunangan anaknya yang berarti..oh tidak Stefani berharap ini hanya mimpi dia tak ingin bertemu seseorang yang sudah membuat hatinya hancur berkeping keping.
Pak wijaya pun kaget saat melihat Stefani yang datang bersama max
"Stefa kau datang bersama tuan max," ucap pak wijaya pada Stefani
"Iya om," jawab Stefani
"Kau mengenalnya," ucap max yang melihat kearah Stefani
"Yah, dia adalah ayah temanku," ucap Stefani
Pak wijaya tak menyangka Stefani mengatakan bahwa dia adalah ayah temannya padahal dia adalah ayah mantan kekasih nya rasa bersalah muncul padanya mungkin Stefani terlanjur sakit hati pada anaknya sehingga dia pura pura berbicara formal padanya.
Sampai mata Stefani melihat dua orang yang tak ingin ditemuinya lagi ada didepan nya sedang menuju kearahnya.
"Selamat untuk pertunangan kalian," ucap max pada johan dan clara mantan pacar dan sahabat Stefani.
"Terimakasih tuan," ucap johan dan clara
Johan dan clara melihat kesamping max mereka berdua kaget ternyata ada Stefani disana.
Stefani hanya memperlihat kan wajah seolah tak terlalu kenal dengan mereka.
"Kenalkan ini kekasihku," ucap max pada mereka bertiga
Mereka bertiga kaget termasuk Stefani kenapa max bilang bahwa dia kekasihnya.