Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
3 Diantar Bos



Jam 9:45 malam


Steffani baru selesai dengan tumpukan berkas nya hari ini dia memutuskan lembur karena steffani tidak suka menunda pekerjaan selagi dia sempat dia akan mengerjakannya sampai selesai.


Stefani melangkah kan kakinya keluar dia akan pulang naik taksi saja hari ini.


Max melihat stefani di luar saat ingin pulang.


Max menyuruh supir memberhentikan mobilnya tepat di depan steffani yang berdiri sedang menunggu taksi.


"Apa kau ingin pulang." ucap max pada steffani


"Iya pak," jawab steffani


"Masuk saya antar pulang," ucap max


"Tidak usah pak saya pulang naik taksi saja" tolak Stefani


"Masuk atau mau saya gendong," ucap max dengan tersenyum menggoda


Stefani yang mendengar itu hanya menatap bosnya tak percaya kenapa bos nya bisa bicara seperti itu dengan karyawannya.


"Apa dia memang menyebalkan" ucap Stefani dalam hati.


"Stefani" ucap max


Max melihat wajah kebingungan di wajah Stefani sungguh menggemaskan menurut max.


Stefani yang sedang melamun langsung membuyarkan lamunan nya saat mendengar panggilan namanya.


"Apa kau memang ingin digendong Stefani"


"Tidak pak saya akan masuk,"


Stefani langsung membuka pintu mobil untuk masuk dan duduk disebelah max.


Max hanya tersenyum geli melihat steffani.


Didalam mobil tidak ada yang berbicara hanya keheningan tak ada yang berniat membuka suara.


"Apa kau sudah makan," ucap max memecah keheningan


"Apa kau bicara pada saya pak," ucap Stefani


"Memangnya aku bicara pada siapa lagi," ucap max datar


"Belum pak,"


"Kalau begitu makan malam sama saya."


"Eeh tidak usah pak takut merepotkan" tolak Stefani halus.


"Saya tidak menerima penolakan Stefani,"


"Dasar bos menyebalkan," ucap Stefani mengerucutkan bibirnya.


"Jangan bilang aku menyebalkan nona," ucap max yang seakan tahu isi pikiran Stefani.


Stefani hanya melihat kearah max tak percaya kenapa laki laki ini seakan bisa membaca pikirannya apa dia paranormal ucap nya dalam hati.


"Aku bukan paranormal jika kau ingin tahu," ucap max yang fokus pada layar ponselnya


Sungguh Stefani ingin sekali memukul atau menendangnya saat ini kenapa bosnya ini sungguh menyebalkan.


"Kau ingin makan apa,"


"Makanan korea," jawab steffani ketus.


Max hanya tersenyum melihat tingkah Stefani dia yakin Stefani sedang kesal padanya dia senang melihat Stefani kesal apalagi mengerucutkan bibirnya seperti itu rasanya dia ingin menciumnya.


Max menyuruh supirnya untuk ke restoran korea.


Sampai restoran Stefani langsung berubah moodnya dia langsung senang dan langsung memilih milih makanan apa saja yang dia inginkan.


Max tak percaya kenapa moodnya perempuan ini sangat aneh tadi masih kesal dan sekarang dia sudah kembali ceria.


Saat makanan sampai Stefani sangat menikmati makanannya.


"Apa kau menyukai nya," ucap max yang melihat Stefani sangat menikmati makanannya.


"Iya pak," jawab Stefani dengan mulut yang penuh dengan makanan


Max hanya tersenyum melihat Stefani.


Dia merasa senang melihat Stefani senang entahlah perasaan apa ini.


Setelah makan max mengantarkan Stefani pulang.


Saat depan gedung apartemen Stefani, Stefani turun dari mobil .


"Terimakasih pak," ucap Stefani tulus


"Iya," jawab max


"Apa bapak tidak mampir dulu," tawar Stefani


"Tidak usah lain kali saja saya mampir,"


"Yasudah saya masuk dulu yah dan sekali lagi terimakasih pak"


Stefani masuk ke dalam lift dan menuju apartemennya.


Max melihat Stefani sampai tidak terlihat lagi.