Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
82



"Sebaiknya kita tidak jadi pergi," max sudah akan keluar mobil tapi stefani menahan lengan max, "Tidak, kita tetap akan pergi, aku yakin mereka ingin melihatku stres dan gila, tapi aku tak akan lemah sekarang, mereka yang akan stres dan gila bukan aku" stefani berkata dengan penuh kekuatan dan tekad, max sampai merasakan pancaran tekad dari diri stefani.


"Aku hanya khawatir baby", ucap max, terlihat jelas max sangat khawatir pada stefani, apalagi stefani baru saja sembuh dari kecelakaan kemarin dan sekarang ada orang yang berani mengusik kehidupan stefani lagi.


Stefani menatap max terlihat jelas dimata max jika max sangat khawatir padanya, tapu stefani tak akan lemah sekarang, dia akan kuat untuk mempertahankan apa yang sudah jadi miliknya.


Stefani sadar betul jika menjadi istri seorang Maxime Stefano, banyak yang tidak menyukainya, bahkan stefani tau pasti diluaran sana banyak musuh max yang menginginkan hancurnya max, apalagi stefani hanya dari kalangan biasa tapi bisa menikah dengan max, larissa saja mantan max masih berani menampakan batabg hidungnya didepan stefani dan max walau max dan stefani sudah menikah orang yang tidak menyukai hubungannya dengan max, pasti akan tetap mencoba menghancurkan hubungan mereka.


Tapi stefani sudah bertekad tak akan lemah, dia akan menjaga hubungannya Dengan max, "Aku akan buktikan pada mereka, bahwa aku tak selemah seperti yang mereka fikirkan." ucap stefani.


Max menarik tengkuk stefani kemudian mencium bibirnya, "Baiklah baby, tapi jangan memendam semuanya sendirian, apalagi sekarang kau sedang mengandung, aku tak ingin terjadi apa apa padamu dan anak kita" max menyentuh perut rata stefani, kemudian kembali mencium bibir stefani menyalurkan ketenangan pada stefani.


"Aku tak akan memendam semuanya sendirian max," ucap stefani setelah ciuman mereka selesai.


Max pun tersenyum, mempercayai ucapan stefani.


Mobil pun melaju meninggalkan pekarangan rumah Stefano, max mengendarai mobil dengan kecepatan rata rata, menuju pusat perbelanjaan elit.


***


Saat sudah sampai dipusat perbelanjaan, max dan stefani jadi pusat perhatian, stefani mulai membiasakan diri memang begitulah jadi nyonya Stefano, selalu jadi bahan perbincangan dan pusat perhatian.


"Ternyata istriku cepat terbiasa," ucap max pada stefani yang ada disebelahnya menggandeng pinggangnya erat.


"Yeah, aku memang harus terbiasa aku mempunyai suami billiorne dan sangat tampan," ucap stefani yang dibalas kekehan dari max.


"Ah istriku selalu menggemaskan," stefani memepererat pelukan di pinggang nya.


"Bagaimana kau akan suka jika aku tidak menggemaskan," timpal stefani lagi, "Bisakah kita pulang saja, aku ingin membuat istriku lelah karena berteriak_ awsh" max meringis karena cubitan stefani diperutnya.


"Ini tempat umum max, apa kau tidak malu" stefani mendelik kesal, max memang selalu menyebalkan, tapi stefani sangat mencintainya.


Max hanya mengangkat bahu acuh, "Biarkan saja" max tersenyum, max senang stefani bisa tersenyum dari kejadian tadi tapi max tak akan lengah, max tau stefani selalu menyimpan semuanya sendirian karena kehidupan di masa lalu nya, hanya ada sahabat nya dan sekarang max tak akan membiarkan itu.


"Jangan tersenyum" stefani cemberut kesal karena max malah tersenyum lihat saja banyak pasang mata yang terpesona pada senyum max, stefani tak suka itu.


"Memang nya kenapa" goda max, "Apa kau ingin membuat orang terpesona padamu hah" ucap stefani kesal, "Aku tidak bermaksud baby, lagian pesona ku sangat bagus," ucap max yang malah dapat cubitan dari stefani dan putaran bola mata kesal.


Stefani pun memebenarkan, "Sekarang aku mau borong baju karena aku tau suamiku ini uang nya menanyakan," ucapan stefani membuat max terkikik geli, "Walaupun kau membeli dengan toko nya uangku tak akan berkurang saking banyaknya," ucap max yang membuat Stefani maupun max tertawa.


Saat sampai ketoko gaun terkenal, stefani masuk, "Baiklah suami billiorne ku aku ingin memborong gaun dulu," ucap Stefani yang berlalu pergi meninggalkan max yang duduk dusofa yang ada disitu, tidak terlalu banyak orang memang, dan max melihat stefani dengan cekatan memilih berbagai gaun, stefani sama seperti wanita lain menyukai berbagai gaun keluaran terbaru.


Untung saja max membawa bodyguard jika tidak, max pasti kewalahan membawa semua belanjaan milik stefani, max senang jika stefani mau bershopping setidaknya itu membuat stefani terhibur, "Apa aku tidak berlebihan" ucap stefani saat melihat barang belanjaan nya yang banyak, ah ralat sangat banyak.


"Kenapa, ini bagus jadi kau sangat terlihat jika kau istri seorang CEO billiorne," ucap max, stefani menatap max, "Yah, aku lupa jika suamiku sangat kaya, kenapa aku harus memikirkannya" ucap stefani yang dibalas kekehan oleh max.


Stefani memang berbelanja semua kebutuhan wanita, dari tas baju dan yang lain nya, "Sekarang aku lapar" ucap stefani, max pun mengiyakan dan menyuruh para bodyguard untuk menyimpan semua belanjaannya dimobil, "Setelah kalian menyimpannya, kalian boleh makan atau sekedar cuci mata" ucap max tegas para bodyguard pun mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan max dan stefani.


Stefani tak percaya jika max sangat baik pada bawahannya, tidak salah jika dia memiliki suami seperti max.


"Kau ingin makan apa baby?" tanya max yang membuat lamunan stefani buyar, "Makanan apa aja karena aku dan baby udah laper," stefani memeluk lengan max dengan bibir yang dikerucutkan, lucu sekali sampai max mencubit hidung stefani, "Awh, dady sakit" stefani mengusap hidungnya yang dicubit max.


"Kau sangat lucu jika meminta sesuatu" ucap max, kemudian berjalan beriringan menuju restoran untuk mengisi perut stefani dan dirinya karena memang mereka sudah lapar apalagi tadi dia dan stefani lupa jika belum sarapan.


Saat sampai di restoran max menarik kursi untuk stefani duduki yang membuat pengunjung wanita tersanjung akan sikap max yang romantis, "Terimakasih suami" ucap stefani setelah duduk di kursi yang max tarik tadi.


"Apapun untukmu baby" ucap max setelah itu max duduk didepan stefani dan memanggil pelayan untuk memesan makanan.


Setalah max memesan kemudian stefani dan max menunggu, "Nanti aku ingin ke supermarket" ucap stefani, "Tentu baby kau ingin apa?" tanya max, "Ingin membeli buah dan sayur dan beberapa cemilan" ucap stefani lagi, "Oke, baby" ucap max tak lama makanan yang mereka pesan datang, max dan stefani menikmati makanan mereka.


"Daddy aku ingin ketoilet" ucap stefani yang sudah berdiri, "Apa ingin aku antar?" tawar max, stefani menggeleng.


Stefani masuk kedalam kamar mandi dan mendapati seorang wanita tersenyum sinis padanya, "Kau masih hidup ternyata" ucap wanita itu, stefani hanya memasang wajah datar, "Kenapa? apa kau terkejut? tanya stefani.


Larisa, yah dia larissa sengaja mengikuti kemana max dan stefani pergi, dia menyuruh orang untuk mengikuti max dan stefani, larissa tak bisa melupakan apa yang stefani lakukan saat larissa berada dikantor max.


"Aku ingin kau mati," larissa mencekik leher stefani hingga stefani kesulitan bernafas, stefani menendang kaki larissa membuat larissa melepaskan cekikannya.


Saat larissa ingin menusuk stefani, ada lengang yang mencengkram lengan larissa yang memegang pisau, "Tetnyata kau masih berani mengganggu istriku," ucapan tajam itu membuat larissa pucat pasi, max sangat mengerikan sekarang, matanya memerah yang terlihat jelas jika dia sedang marah.


TBC guys jgn lupa like comen and vote..