Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
30 Pria pria tampan



"Ini surat untukmu rani," max menyodorkan sebuah amplop untuk rani dan rani langsung membukanya dan matanya membelalak lebar karena tak percaya dia dipecat.


"Maksudnya apa ini pak,apa karena masalah Stefani bapak gak bisa doong sangkut pautin masalah pribadi sama kantor." ucap rani kesal nana yang mendengarnyapun mengepalkan tangannya rasanya dia ingin membogem wajah rani yang so cantik itu.


"Siapa yang menyangkut pautkan masalah pribadi dengan kantor, kau yang membuat keonaran duluan saya memang sudah berencana ingin memecatmu karena sikafmu yang selalu seenaknya apalagi ditambah kau membully stefani kekasihku," max berucap dengan nada dingin lengkap dengan aura aura mematikan.


"Tapi itu salahnya stefani pak dia selalu menggoda laki laki lain, makanya saya memberi pelajaran padanya," ucap nana membela diri.


"Oh yah, bukankah kau yang selalu menggoda laki laki hidung belang dikantor ini untuk bisa dekat dengan saya," max tersenyum miring


"Apaa_" rani berucap gugup bagaimana bisa bosnya ini tau skandal nya dengan pria pria hidung belang dia memang sering menggoda agar dia mendapatkan uang yang lebih besar untuk biaya hidup sosialita nya.


"Saya Maxime Stefano apa kau lupa saya tau semuanya dan saya tegaskan keluar dari kantor ini sebelum saya berubah fikiran dan memecatmu tanpa pesangon atau tidak diterima kerja di kantor lain," max mengusir dengan nada kejam yang kentara.


Rani pun keluar dari kantor ini dia menyesal telah mencari gara gara dengan keluarga Stefano.


Max mengucapkan terimakasih pada nana karena sudah melindungi Stefani, sebenarnya nana tak harus diberi terimakasih pun dia akan selalu membela Stefani karena baginya itu yang pantas yang harus dilakukan seorang sahabat.


_______


Disebuah pusat perbelanjaan Stefani tak sengaja menabrak wanita paruh baya disebuah toko gaun bermerek, maria sedang sibuk dengan beberapa gaun mana yang harus stefani pilih.


"Maaf nyonya saya tak sengaja," ucap Stefani pada wanita paruh baya yang mungkin sepantaran dengan nenek nya tapi ini masih terlihat cantik walau sudah agak tua.


Wilna merasa seperti bertemu dengan anaknya lagi yang dulu pergi dari rumahnya Rindu lagi dan lagi dia merasa rindu pada anaknya, " Ah tidak papa, apa kau tidak papa," ucap wilna pada stefani.


"Aku tidak papa bu," ucap Stefani tersenyum manis, wilna rindu mungkin cucunya pasti sudah sebesar gadis yang ada dihadapannya ini ingin rasanya wilna bertemu dengannya dan meminta maaf pada anaknya entah dimana anaknya sekarang.


"Stefa coba gaun ini," ucap maria


"Iya mom," stefani menghampiri maria setelah berpamitan pada wilna.


Wilna pulang setelah melihat stefani pergi dari hadapannya.


"Apa ini tidak terlalu seksi mom," ucap stefani pada gaun hitam bertali spageti menonjolkan belahan dada dan punggung nya dan juga sobekan dibawah kaki nya sampai satu jengkal dari lutut.


"Tidak stefa cobalah," ucap maria


Drrrrt drrrrttt


"Kau dimana stefa aku mencarimu,"max berbicara disebrang telepon dengan nada kesal.


"Aku sedang berada ditoko gaun yang terkenal max,"


"Jangan kemana mana tunggu aku,"


Tutt


"Max yah" tanya maria setelah selesai menelpon max


"Iya mom," ucap Stefani


Tak lama kemudian max datang dengan Jayden daddy-nya mereka seperti adik kaka bukan seperti anak dan ayah.


Semua mata melihat kearaha max dan Jayden bagaimana tidak bisa melihat mereka dua orang pria yang merajai bisnis didunia pantas saja menjadi bahan tontonan.


Max dan jayden berjalan beriringingan memasukan kedua tangannya pada saku celana dan tak lupa kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung nya.


"Hay baby," max mengecup kening Stefani saat sampai di dekat nya.


"Hay sayang," Jayden pun tak mau kalah dia mencium pipi maria sebelah kanan.


Stefani dan maria bersemu merah dengan perlakuan max dan Jayden.


Mereka jadi bahan tontonan karena mereka sangat cocok dua wanita cantik dan dua pria tampan.


Max dan Jayden mengajak stefani dan maria untuk pulang.


Berbeda dengan wanita yang ada dikerumunan dia mengepalkan tangannya tanda dia marah " Awas saja kau Stefani,"


TBC guysss


Author belum bisa ngasih visualnya ya, karena masih bingung nih😂


Ditunggu yah dan sabar author pasti ngasih visualnya kok.