
"Kau tau aku sangat bahagia melihat stefani menderita kita tak sia sia menyuruh seseorang untuk membunuhnya" ucap rena tertawa terbahak bahak pada raya.
"Tapi mom stefani tidak mati" ucap raya agak kesal karena rencana gagal "Dia memang tidak mati tapi anaknya sudah mati" ucap rena yang lagi lagi tertawa terbahak bahak.
"Aku ingin melihat wajah menyedihkan wanita sialan itu" ucap raya kesal "dan aku yakin max akan meninggalkan stefani karena tak becus menjaga anaknya, akhirnya max akan segera jadi milikku" ucap raya lagi dengan senyum yang jahat siapapun yang melihatnya pasti akan merasa benci dan jijik dengan sikap ibu dan anak ini.
Sekarang mereka sedang ada di New York juga mereka sengaja tak dulu pulang karena ingin mendengar kabar kematian stefani.
"Apa ayah tau jika anaknya itu terpanah dan keguguran" ucap raya pada rena, rena yang sedang menikmati minumannya pun menoleh pada raya sekelebat ingatan dimana Aditya bicara jika raya bukan anaknya membuatnya geram.
"Akan mamih pastikan dia tak akan tau" ucap rena lagi. "Mamih emang bisa diandalkan" ucap raya memeluk sang ibu.
Sampai suara dobrakan pintu membuat sang anak dan ibu itu terpekik kaget.
Brakk
"Siapa kalian" ucap rena marah saat melihat laki laki berbadan besar dengan muka yang sangat menyeramkan berjumlah hampir sepuluh orang.
Para laki laki iti tak bicara dan langsung menarik raya dan rena dengan kasar membuat mereka menjerit kesakitan karena tarikan yang terlalu kasar dipergelangan tangannya.
Sampai akhirnya raya dan rena pingsan karena laki laki itu membuat mereka menghirup obat bius.
***
"Apa kau ingin makan lagi" ucap max setelah selesai menyuapi stefani dengan bubur, stefani hanya menggeleng.
"Aku bosen bukannya kamu kaya kenapa tidak pindahkan saja rumah sakit kedalam mansion mu" stefani merajuk dengan tangan yang sudah dilipat didepan dada dan bibir yang mengerucut.
Stefani memang sangat keras kepala "Stefa dengarkan aku" ucap max yang menggenggam tangan milik stefani.
Stefani mulai menatap max "Aku bisa saja memindahkan rumah sakit kedalam mansion tapi aku khawatir apalagi kau baru kecelakaan aku tak ingin terjadi apa apa padamu oke" ucap max dengan tatapan yang sangat kentara khawatir.
"Tapi janji jangan tinggalkan aku, aku hanya ingin ditemani olehmu" ucap stefani, max pun tersenyum mengiyakan kemudian membawa stefani kedalam pelukannya dan berbaring dengan nyaman di ranjang rumah sakit yang besar.
****
"Kenapa kau membawa kami kemari hah," ucap rena marah pada Robert tapi tak ada yang bisa dia lakukan karena lengan dan kaki mereka diikat dengan sangat kencang.
"Apa kau lupa dengan kelakuanmu" ucap robert dingin max memang belum datang tapi robert tak ingin lengah dia akan menyiksanya walau tanpa perintah max.
"Apa maksudmu hah" ucap raya yang juga ikut kesal. "Kau akan tau nanti jika bosku dan saudaraku sudah datang sekarang nikmati saja pertunjukan ini.
Robert memutar kisah hidup rena sedari dia kecil sampai sekarang rena hidup dengan kesyirikan dan licik sedari kecil hingga yang membuat raya tercengang adalah jika dia bukan anak kandung Aditya melainkan anak dari hasil pemerkosaan laki laki yang membenci rena.
"Sekarang kau tau kan siapa anak ****** itu" ucap seseorang yang baru masuk kedalam ruangan dimana raya dan rena disekap.
Jgn lupa like and comen....
Dan juga votee..