
Stefani dan max sudah sampai dirumah tepatnya dimansion milik max mansion ini memang dibangun dengan uang milik max sendiri sebenarnya max bukan tipikal anak manja sejak remaja max sudah menjadi kasir toko pelayan restoran orang tuanya tak memanjakan max walau max keturunan anak yang berada orang tua nya mengajarkan untuk mandiri.
"Sekarang kita tidur dilantai bawah saja yah" ucap max dan menurunkan badan stefani diatas kasur "padahal aku ingin tidur dikamar atas" ucap stefani.
"Kamar ini tak kalah mewah dengan kamar yang di atas " ucap max mengacak rambut stefani, stefani hanya mendengus kesal.
"Baiklah tuan sekarang aku akan tidur disini tapi jika aku sudah sembuh aku akan berlari kelantai atas untuk tidur dikamar itu" ucap stefani terkekeh begitupun max yang ikut terkekeh.
"Baiklah terserah kau saja nyonya, sekarang waktunya kau istirahat" ucap max stefani pun menurut membaringkan tubuhnya menyelimuti sebatas dada.
"Baiklah suami aku akan istirahat dan jangan tinggalkan aku" stefani tersenyum dan mulai memejamkan matanya,max pun tersenyum mencium puncak kepala stefani menunggu sang empu untuk tidur.
Setelah memastikan stefani tidur max mulai berkutat dengan laptop dan pekerjaannya.
Kamar yang ditempati stefani sekarang sudah dirombak seperti kamar rumah sakit saja ini memang keinginan semua nya bahkan maria kekeh ingin membangun rumah sakit saja sekalian dirumah itu tapi stefani tidak mengijinkan selain boros stefani pun tak enak saja.
****
Wina dan amar kembali menengok stefani dia mendapat kabar jika stefani sudah pulang karena keinginan stefani yang tak mau terlalu lama di rumah sakit.
"Bagaimana kabarmu stefa" ucap wilna menghampiri stefani yang sedang disuapi oleh max stefani menengok dan tersenyum "Baik" ucap stefani stefani sudah bertekad untuk memaafkan mereka apalagi mereka adalah grandma dan grandpa nyah tak ada yang salah jika dia memulai silaturahmi dengan keluarga nya ibu nya pun pasti akan melakukan hal yang sama jika dia masih ada.
"Syukurlah" wilna senang akhirnya stefani mau bicara dengannya.
Stefani sudah membuka hatinya untuk memaafkan orang yang sudah menyakitinya dia tak mau hidup dalam dendam.
"Terimakasih max" ucap amar yang kini sedang berbicara dengan max diruang tamu "Terimakasih untuk apa grandpa" ucap max yang mulai menyeruput teh yang sudah dibuatkan oleh pelayannya tadi.
"Semuanya, kau sudah mau menjaga stefani cucuku aku tenang jika Stefani bersamamu" ucap amar lega tapi dia juga merasa sedih belum pernah mengurusi cucu nya andai dulu dia tak mengikuti emosi nya mungkin dia sudah bahagia dengan stella dan stefani cuci nya.
"Itu sudah tanggung jawabku" max tersenyum tulus amar pun ikut tersenyum.
*****
1 bulan sudah berlalu stefani sudah pulih sekarang dia sedang memasak makanan untuk max suaminya sungguh stefani sangat merindukan kegiatan sepeti ini.
"Sedang apa baby" max memeluk stefani dari belakang dan mencium ceruk leher milik stefani "Aku sedang memasak max apa kau tidak lihat" ucap stefani.
"Aku melihatnya jangan terlalu cape kau belum sembuh total" peringat max stefani mendengus kesal "selalu begitu aku sudah sembuh lagian aku bosan diam terus" ucap stefani.
Max pun tersenyum "Tapi tetap saja kau jangan terlalu lelah tenaga mu harus disimpan untuk olahraga nanti malam" ucap max menyeringai stefani bergidik ngeri mendengar ucapan max.
Satu bulan sudah berlalu stefani sudah sembuh total mertua nya pun sering berkunjung kesini grandma dan grandpa nya pun sering kesini teman teman nya pun sama Stefani tak merasa kesepian lagi.
TBC jgn lupa like comen and vote..