Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
12 Hukuman



Max terkekeh geli melihat wajah stefani yang memerah.


"Ada apa Ny.Stefano" ucap max yang membuat Stefani membulatkan matanya kenapa bosnya ini memanggilnya Nyonya bukan karena panggilan nyonya nya tapi pada Stefano nyah.


Saat sedang melamunkan kata kata max barusan "Kenapa malah melamun stefa" ucap max yang membuat Stefani berhenti melamunkan ucapan max tadi.


"Saya mau menyerahkan ini pak," ucap stefani


Max mendengus tak suka kenapa wanita didepannya ini memanggilnya pak memangnya dia bapaknya yah walaupun ini masih di jam kantor.


"Aku bukan bapakmu Stefani," ucap max tak suka


"Bapak kan bos saya masa saya panggil bapak sayang," ucap Stefani sambil menundukan kepalanya karena merasa terintimidasi oleh tatapan max.


Stefani memejamkan matanya dan meremas map yang dipegangnya karena mendengar suara sepatu max yang mendekat padanya


Srek


Stefani menjatuhkan map yang dipegangnya dan mendongakan kepalanya max memeluk pinggang Stefani sehingga tangannya menyentuh dada bidang max.


Cup


Max mencium Stefani hanya kecupan tapi mampu membuat Stefani salah tingkah dengan wajah yang memerah.


"Itu hukuman karena memanggilku bapak," ucap max dengan senyum smirknya


"Tapi.." belum sempat stefani menyelesaikan ucapannya max sudah menempelkan bibirnya pada bibir merah chery Stefani awalnya hanya mengecup lama kelamaan max menuntut Stefani untuk membalas ciumannya Stefani hanyut dalam ciuman max yang memabukkan mengapungkan tangannya pada belakang leher max dan max yang semakin mempererat pelukannya pada pinggang Stefani dan menekan belakang kepala Stefani untuk memperdalam ciuman nya.


Sampai suara ketukan pintu mengakhiri ciuman panas mereka.


Max menggeram kesal pada robert yang berani mengganggu aktifitas nya dengan Stefani.


Robert hanya menggaruk kepala nya yang tak gatal sungguh kalau dia tau bosnya sedang melakukan ciuman panas dia tak akan mengganggunya sungguh dia takut dengan tatapan max yang seakan siap membunuhnya jika saja tidak ada yang penting dia tak akan berani masuk kedalam ruangan bosnya ini.


"Anda ada metting 10 menit lagi bos," ucap robert dengan senyum kikuk nya.


"Tunggu dibawah nanti saya menyusul" ucap max datar


Stefani sungguh malu kenapa bosnya ini tidak melepaskan pelukannya padal ada asisiten pribadi nya yang melihat.


"Lepaskan pak," ucap Stefani yang ingin melepaskan badannya dari pelukan max walaupun dia merasa nyaman tapi dia malu


"Aku tidak suka kau memanggilku pak stefa," ucap max tak suka


Stefani hanya mendengus kesal


"Yasudah tapi lepaskan dulu max,"


"Itu baru bagus aku akan metting mungkin akan pulang larut hati hati kalau pulang yah" ucap max sambil mencium kening Stefani sayang.


"Iyah," ucap Stefani yang gugup karena perlakuan max yang lembut.


Stefani memegang bibirnya didepan kaca yang ada di toilet sungguh dia malu kenapa tadi dia membalas ciuman max tapi Stefani tak munafik ciuman max sangat memabukkan.


Tadi setelah keluar dari ruangan max Stefani langsung menuju toilet membenarkan penampilannya yang acak acakan karena ulah max.


Setelah selesai dari toilet dia menuju ruang kerjanya dia duduk sambil senyum senyum sendiri entah mengapa mengingat ciuman max tadi Stefani jadi bahagia entah kenapa.


"Stef loe sehat kan," ucap nana yang bingung dengan Stefani yang senyum senyum sendiri dia takut Stefani kerasukan jin yang ada dikantor ini.


"Sehat kok, na nanti malem kerumah aku yah kita kumpul kumpul sama elin dan jessica" ucap Stefani


Nana hanya menganggukan kepalanya mengiyakan ajakan Stefani.