Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
72 Khawatir



Duduk selonjoran di sofa ruang tamu penthouse milik max membaca buku dan menikmati coklat panas, ini sudah malam dan diluar sedang hujan max masih dikantor belum pulang stefani sengaja menunggu max diruang tamu tadi max menyuruhnya ikut tapi stefani menolak dia hanya ingin tiduran saja tidak ingin melakukan apapun.


"Kenapa belum pulang" gumam stefani melihat jam dinding didepannya menunjukan pukul 10 lebih.


Stefani pun mengambil ponselnya dan menghubungi max "kapan pulang?" ucap stefani setelah sambungan telepon diangkat oleh max.


"Sebentar lagi aku pulang baby tunggu oke," ucap max disebrang sana "Jangan lama kalo lama kamu gak dapet jatah" stefani berbicara dengan kesal suami nya ini jika sudah kerja selalu lupa waktu stefani jadi kesal dia hanya takut max sakit karena terlalu lelah bekerja.


Stefani mematikan sambungan telepon nya sepihak sebelum max menjawab ucapan stefani.


Max tersenyum kala melihat tingkah stefani dia jadi senang sekarang srefani jadi lebih galak dan ucapannya tidak mau dibantah.


Max pun membereskan berkas yang berserakan dimeja nya keluar dari ruang kerja nya menuju lift untuk pergi kebawah, sampai dibawah max menemukan larissa sedang berdiri dengan dress mini bukan bahkan sangat mini bagian bahu yang terekspos belahan dada dan punggung nya max berpikir apa larissa tidak kedinginan dengan baju seperti itu.


Tapi max masabodo saja memilih tak menyapanya dan langsung menuju mobilnya yang sudah terparkir didepan dengan robert yang berdiri disebelah mobil.


"Max",panggilan itu membuat max menoleh masih dengan ekspresi dingin "kau ingin pulang,?" tanya larissa.


"Ada apa?"max tak ingin berlama lama lagi dia ingin segera bertemu dengan stefani istrinya "Bisa antarkan aku pulang mobilku mogok dan aku kedinginan" larissa berbicara dengan suara yang menggoda tapi tak membuat max tergoda malah max merasa jijik mendengar nya.


"Kenapa memintaku, dan aku tidak menyurumu memakai pakaian mini seperti itu" ucap max dengan ucapan dinginnya.


"Plise max apa kau tidak kasihan denganku aku perempuan" ucap larissa memohon.


"Baiklah" larissa tersenyum senang mendengar ucapan max akhirnya max akan jadi milik nya tapi senyum itu luntur saat max berbicara.


"Aku akan menyuruh supirku mengantarmu" ucap max pergi robert pun mengangguk mengerti dengan nimik wajah max.


"Pasti gara gara wanita sialan itu" larissa mengepalkan tangannya kesal.


***


Max sampai dipenthouse nya berlari kecil ingin segera memeluk istri nya yang cantik itu .


Lampu masih menyala dilihatnya stefani sedang berdiri dekat tangga dengan bersedekap dada dengan tatapan tajam nya.


"Ingat pulang hah kemana saja kau" kata stefani dengan marah "Aku kerja baby" ucap max tersenyum manis.


"Jangan pulang saja sekalian tidur saja dengan berkas berkas mu itu" stefani masih marah tapi marahnya hilang setelah melihat max membawa sebuket bunga mawar merah dan beberapa cemilan.


"Kau ingin menyogok ku dengan itu kenapa belum kau kasih" ucap stefani max pun menghampiri stefani dan mengecup bibir stefani "Jangan marah marah terus oke" ucap max.


Stefani langsung memeluk max sungguh dia bukan ingin marah tapi dia khawatir dia takut max melupakan makan dan tidak menjaga kesehatannya.


"Maaf aku hanya khawatir" ucap stefani mendongak melihat ke arah max dilihatnya max sedang tersenyum "Aku mengerti" max mencium bibir stefani lagi.


"Kau sudah makan aku sudah memasak untukmu" stefani menggiring max kemeja makan dan mengambil nasi dan beberapa lauk yang stefani masak.


Max tersenyum melihat perhatian stefani padanya "Ayo makan", ajak max karena melihat stefani yang hanya melihatnya saja.


"Suapi" stefani langsung duduk dipangkuan suaminya ini entahlah rasanya stefani tak ingin jauh jauh dari suaminya ini.


Jgn lupa like comen and vote yah guys..