
Stefani gugup dan nervouse banyak fikiran buruk di kepala nya bagaimana jika orang tua max tidak menyukai nya dan bagaimana jika orang tua max memaki maki nya dan menyuruhnya untuk meninggalkan max selamanya.
Sampai suara bel apartemen membuyarkan lamunan Stefani.
Stefani pun beranjak dan membukakan pintu apartemennya terlihatlah seorang lelaki tampan dengan setelan jas mahal yang melekat ditubuh atletisnya.
"Kau sudah siap stefa" tanya max ketika melihat Stefani membukakan pintu apartemennya.
Jujur max terpana melihat Stefani yang tampak cantik dengan dress berwana biru navy selutut dan tanpa lengan.
"Sudah," ucap Stefani
"Kalau begitu ayo kita berangkat," ucap max
Stefani pun mengiyakan sesudah menutup pintu apartemennya Stefani berjalan beriringan max langsung memeluk pinggang Stefani posesif.
"Kau masih gugup" max yang menyadari Stefani seperti gelisah dan terus menggigit bibir bawahnya.
"Iya, apa aku tidak jadi ikut saja yah," jawab Stefani yang langsung dapat pelototan dari max
"Stefa dengarkan aku ada aku tidak akan ada yang berani menyakitimu aku akan selalu melindungi mu itu janjiku," ucap max bersungguh sung dan menangkup wajah Stefani dan mencium keningnya Stefani menjalarkan rasa hangat dihatinya.
Dia tak mau kehilangan max dia mencintai pria ini walaupun pertemuan mereka belum lama dan singkat tapi Stefani merasa dia mencintai max, begitupun dengan max dia mencintai Stefani.
Setelah sampai dimansion keluarga stefano max memeluk pinggang Stefani posesife dan membawanya masuk kedalam.
"Mom,dad aku datang," ucap max
Pasangan paruh baya pun keluar dan menghampiri max dan Stefani mereka terlihat masih tampan dan cantik walau sudah paruh baya.
Tapi Stefani seperti telah bertemu perempuan yang ada disamping ayahnya max oh iya itu adalah wanita yang menabraknya tadi di supermarket.
"Akhirnya kau datang max mom sangat merindukanmu," ucap maria ibu max
"Aku juga merindukanmu mom," ucap max yang memeluk ibunya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan masih memeluk pinggang Stefani.
"Apa ini calon menantuku," ucap maria pada max
"Maksudnya bertemu lagi" ucap max yang tak mengerti dengan ucapan ibunya
"Iyah tadi momy bertemu Stefani di supermarket ya kan camun," ucap maria dengan senyum yang lebar.
"Iyah," jawab stefani untung saja orang tua max baik tidak seperti apa yang ada difikiranya
"Kenalkan ini daddy nya max," ucap maria
"Akhirnya anakku membawa perempuan juga aku akan segera punya cucu kalau begitu," ucap Jayden antusias.
Stefani fikir ayahnya max bermulut jahat tapi ternyata dia baik.
Sepertinya orang tua max menerimanya dengan baik.
Ada rasa senang dihati Stefani.
"Sekarang ayo masuk kita makan malam bersama," ucap maria menarik tangan stefani otomatis tangan max terlepas dari pinggang Stefani.
"Oh yaa stefa kau kerja dimna? " tanya ibu max
"Saya cuma karyawan dikantornya max tante," ucap Stefani
"Oh yah kalian cinlok dong, dan Stefani jangan panggil tante mom saja kamu kan bakal jadi mantu mom," ucap maria tersenyum manis
Stefani hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum malu.
Max tersenyum senang ternyata mom nya menyukai Stefani seperti dugaannya.
"Dia baik son jaga dia dengan baik" ucap Jayden merangkul pundak max tersenyum senang akhirnya anaknya ini mempunyai kekasih juga.
Dia akan mempunyai menantu dan juga akan punya cucu.
TBC jangan lupa vote..