
Pagi ini sama dengan pagi sebelumnya steffani melakukan aktifitasnya sebagai karyawan kantor, dengan tumpukan berkas yang harus di kerja kan nya.
Saat sedang fokus dengan pekerjaannya steffani disuruh mengantarkan berkas untuk bos mereka ke ruangannya
"Steffani tolong antarkan berkas ini keruangan pak max." ucap pak ramikan kepala divisi
"Iya pak," jawab steffani sambil mengambil map yang berisikan berkas itu.
Steffani langsung menaiki lift menuju ruangan max.
Saat sampai dia meminta ijin kepada asisten max untuk mengantar map nya.
Robert memepersilahkan steffani untuk masuk.
Steffani mengetuk pintu dan masuk terlihat max yang sedang fokus bekerja tidak melihat kearah steffani.
"Kenapa laki laki ini tampan banget yah," ucap steffani dalam hati.
"Permisi pak ini berkas dari pak ramikan," ucap steffani sopan.
Max yang mendengar suara Stefani melihat kearah Stefani dan mata coklatnya bertemu dengan mata biru Stefani.
"Taruh di atas meja itu," ucap max tanpa mengalihkan pandangannya dari mata Stefani.
Steffani langsung melangkah menuju meja yang tadi disuruh max dan meletakkan berkas nya diatas meja dekata sofa.
Saat ingin berbalik Stefani kaget melihat max yang sudah ada dibelakang nya. Stefani mundur tapi kaki nya kesandung kursi dan
Bruukkk
Stefani jatuh dan max yang ada diatasnya siapapun yang melihatnya akan berfikir yang tidak tidak karena posisi mereka sangat intim.
"Oh ya ampun kenapa dilihat dari dekat gini max kelihatan tampan sekali" ucap Stefani didalam hati.
Max melihat wajah Stefani dari dekat sungguh cantik dan bibirnya yang tipis menurutnya sexy itu.
Tanpa diduga max mencium bibir Stefani tanpa persetujuan dari sang pemilik bibirnya.
Lembut sangat lembut tanpa sadar Stefani pun menikmati ciumannya dengan max.
Sampai nafas steffani hampir habis dia memukul dada max, max pun melepaskan ciumannya pada steffani.
"Manis," ucap max sambil tersenyum
"Kok bapak cium saya sih," ucap steffani
"Kamu juga menikmatinya kan," ucap max dengan senyum menggodanya
"Ihh nyebelin dasar bos mesum," ucap steffani kesal
"Kamu bilang apa tadi," ucap max
Steffani tidak menghiraukan pertanyaan max dia berbalik ingin melangkah pergi tapi tangannya ditarik oleh max dan tanpa sadar steffani memegang dada bidangnya max tangan kanan max masih menggenggam tangan steffani dan tangan kirinya memeluk pinggang ramping steffani.
Cup
Max mengecup bibir steffani.
Steffani yang sadar telah dicium lagi oleh max memukul dada max ingin melepaskan pelukan max.
"Bapak apaansih main cium cium segala gak sopan." ucap sreffani kesal
Max seolah tak ingin melepaskan pelukannya pada steffani.
"Siapa suruh kamu punya bibir sexy kaya gitu." ucap max dengan seringayan liciknya.
"Kalo kamu mau saya lepasin kamu harus ngikutin keinginan saya," ucap max
"Keinginan apa," ucap steffani kesal dengan mengerucutkan bibirnya.
"Kamu harus temani saya malam nanti," ucap max
"Temenin kemana".
"Ke acara tunangan rekan kerja saya"
"Gak mau,"
"Yaudah kalo gak mau saya gak akan lepasin kamu munkin saya akan melakukan lebih jauh."
Steffani tak percaya kenapa bosnya ini sangat pemaksa.
"Yaudah saya mau," ucap steffani.
Max yang mendengar itu langsung tersenyum puas dan memagut bibir steffani sebentar dan menggigitnya dan langsung melepaskan peluknnya pada steffani.