Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
86



"Untung kau membawa pengawal stefani, kalau tidak kita akan kesusahan membawa barang barang ini" ucap elin saat melihat pengawal yang diperintahkan max untuk menjaga stefani, membawa semua belanjaan milik elin, Jessica, nana dan stefani.


"Yah, kalian harus berterima kasih padaku," ucap stefani, mereka bertiga pun mengangguk, "Baiklah, sekarang kita makan aku sangat lapar," ucap nana, "Go, kita makan" ucap stefani, "Ibu hamil mah laper terus" ucap jessica, "Biarin aja, biar si baby gak kelperan" ucap stefani lagi, "Kau benar, kau harus makan makanan begizi, dan harus kenyang" ucap elin lagi, "Aku akan makan makanan bergizi kalian tau siapa suamiku," ucap stefani lagi, "Yaya Ny.Stefano" ucap nana, setelah itu mereka tertawa bersama.


Saat sudah duduk dan memesan makanan, stefani menoleh kebelakang dimana pengawal nya masih berdiri dengan tegap, "Kalian juga makanlah, aku yang akan membayar" ucap stefani, tapi para pengawal hanya diam saja sampai salah satu dari mereka angkat bicara, "Tidak, Ny kami akan disini menjaga Ny" ucap salah satu laki laki tegap yang berkulit sawo matang, bukan ingin menolak tapi mereka hanya takut jika Tuan nya, marah karena mereka dengan lancang menerima ajakan stefani, "Tidak, makanlah max tak akan marah pada kalian, aku yang akan memberitahu nya nanti" ucap stefani lagi akhirnya mereka pun mengangguk dan ikut memesan makanan untuk mereka santap.


"Kau masih sangat perhatian pada orang lain" ucap jessica menatap stefani, "Mereka baik padaku jadi aku berbaik kembali pada mereka," ucap stefani lagi, "Baiklah kau selalu menganggap siapapun baik padamu" ucap elin lagi memutar bola mata nya, "Itu sikapmu yang sulit hilang" ucap nana lagi, walaupun nana belum kenal lama dengan stefani tapi dia cukup tau tentang sikap dan sifat stefani.


"Sifat baik tidak harus dihilangkan" ucap stefani menimpali ucapan ketiga sahabatnya, "Baiklah baiklah ucapan ibu hamil adalah mutlak" ucap elin lagi dengan kekehan kecil yang menular pada jessica, nana dan stefani.


Setelah itu datanglah pesanan makanan mereka, mereka pun menyantap makanan mereka dengan hening, "Oh yah loe bakal dateng besok kenikahannya johan dan clara?" tanya elin, "Mungkin, kenapa memangnya" ucap stefani, "Serius loe mau ikut" ucap nana memastikan, "Kenapa, aku hanya menghadiri acara mereka karena max diundang, bukan karena hal lain" ucap stefani, "Baiklah besok kita juga akan datang, aku takut terjadi apa apa denganmu" ucap jessica.


"Terserah kalian saja" ucap stefani, setelah itu mereka menyelesaikan makanan mereka.


****


Max pulang dari kantor waktu beranjak sore hari ini tidak banyak pertemuan dan tidak terlalu sibuk, masalah yang ada dikantor pun sudah selesai max bereskan, saat memasuki penthouse nya dia bertemu beberapa pengawal yang mengawal stefani, "Apa stefa, sudah pulang?" tanya max pada para pengawal itu, mereka pun mengangguk "Sudah Tuan, nyonya sudah pulang satu jam yang lalu," ucap salah satu dari mereka, max pun mengangguk dan langsung masuk kedalam penthouse nya.


Terdengar suara senandung dari arah dapur max menghampiri asal suara itu, ternyata stefani sedang memasak menggunakan daster rumahan yang sederhana, "Aku pulang", max memeluk stefani dari belakang membuat stefani terkejut, "Kau mengagetkanku" ucap stefani mengerucutkan bibirnya, "Maaf, kau sedang memasak apa, kenapa tidak para pelayan saja yang memasak" cerca max.


"Baiklah, aku akan mandi dulu panggil aku jika sudah selesai oke," ucap max mengecup pipi stefani dan berlalu pergi menuju lantai dua dimana kamar miliknya dan stefani berada.


15 menit kemudian stefani selesai masak, menyimpannya dimeja makan dan berjalan menuju kamar untuk memanggil suaminya makan.


"Daddy kau sudah selesai?" tanya stefani saat sudah masuk kedalam kamar,dilihatnya max sedang berada di walk in closet, "Kau wangi" ucap stefani memeluk max dari samping, max belum memakai apapun hanya menggunakan handuk yang melilit bagian tubuh bawahnya.


"Benarkah" ucap max yang sudah kembali memeluk stefani, "Aku suka aroma tubuhmu" stefani menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik max, max tersenyum akhir akhir ini stefani memang selalu manja padanya, bahkan mandi pun ingin max selalu menemaninya, max sangat suka jika stefani bermanja manja padanya.


"Sekarang cepat pakai baju, aku tunggu dibawah" ucap stefani melepaskan pelukan nya pada max, "Oke baby" max mencium bibir stefani sekilas.


****


Saat sudah menyelesaikan makan, stefani dan max kembali menikmati angin malam dibalkon kamar mereka, "Kenapa tidak lama tadi saat berbelanja?" tanya max, "Aku lelah dan juga aku bingung harus membeli apa lagi" ucap stefani tersenyum membayangkan dirinya saat kalap berbelanja tadi bersama sahabat sahabatnya.


"Baguslah, kita akan kembali ke New York, apa kau keberatan?" tanya max, stefani menoleh, "Tidak, aku rindu keluargaku" ucap stefani, "Kapan kita akan kembali?" tanya stefani lagi, "Setelah pernikahan johan," ucap max lagi, "Baiklah, ah aku rindu New York" ucap stefani, max pun tersenyum.


TBC jgn lupa like comen and vote...