
Drrrt drrrtt
Suara ponsel mengalihkan pandangan stefani dari max ke ponsel nya, ternya sahabat sahabatnya yang menelpon "Ya, ada apa elin? tanya stefani "Apa kau lupa jika hari ini kita akan berkumpul" jawab elin dengan suara yang melengking stefani sampai menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Maaf, aku lupa apa kalian sudah sampai?" tanya stefani tak enak hati lada sahabat sahabat nya, kemarin dia yang mengajak sahabat nya untuk bertemu tapi sekarang stefani malah lupa dengan janjinya karena saking senangnya dia hamil, sampai lupa pada sayang sahabat nya.
"Kami baru sampai baru saja, ada apa? apa terjadi sesuatu pada mu?" tanya elin beruntun elin memang tidak pernah berubah selalu cerewet.
"Tidak, aku baik baik saja," jawab stefani, "Tapi apa bisa bertemu nya dirumahku saja, ada hal yang ingin aku sampai kan" ucap stefani.
Sahabat sahabat nya pun mengiyakan saja, tak masalah dengan keputusan stefani.
"Ada apa?" tanya max, tadi max mendengar ucapan stefani dengan sahabat sahabat nya "Apa mereka boleh kesini, aku ingin bertemu mereka" ucap stefani yabg dijawab anggukan oleh max.
"Boleh" ucap max, stefani pun tersenyum kemudian memeluk max, "Kalau begitu kau boleh bekerja," ucap stefani menatap max.
Sebenarnya max tak ingin beranjak dia ingin bersama stefani sepanjang hari ini, tapi max pun banyak pekerjaan yang harus diselesaikan jadi dia memutuskan untuk pergi kekantor.
Max sudah selesai bersiap menggunakan setelan kameja dan jas yang pas ditubuh kekar miliknya, saat akan memakai dasi stefani mengambil alih untuk memakaikan suaminya dasi, "Nanti abis dari kantor langsung pulang yah," ucap stefani yang sudah menyelesaikan memakaikan dasinya pada max.
"Oke baby" balas max yang langsung mencium kening stefani "Hati hati dirumah oke," stefani mengangguk mengiyakan.
Turun dari lantai dua stefani menggandeng tangan max menuruni undakan tangga sampai dibawah para maid menundukkan kepalanya pada stefani dan max.
"Hay, Ny.Stefano" Ucap elin, nana dan jessica berbarengan membuat stefani tersenyum mendengar ucapan mereka.
"Baiklah aku berangkat kekantor dulu" pamit max yang kemudian mencium kening dan bibir stefani sekilas, Stefani mengangguk "Hati hati" setelah itu max pergi meninggalkan stefani dan kawan kawan nya tadi dia sempat menitipkan stefani pada sahabat sahabatnya.
Setelah melihat max pergi menuju kantor, stefani langsung mengajak elin nana dan jessica untuk masuk.
"Udah lama banget kita gak kumpul gue kangen banget" ucap elin yang langsung menghempaskan dirinya untuk duduk disofa mewah dipenthouse stefani dan max.
"Iyah, kita udah sibuk masing masing sekarang jadi jarang kumpul deh" ucap jessica, stefani mengangguk saja mengiyakan.
Berbeda dengan nana dia terlihat murung sekarang "Na loe kenapa?" tanya stefani yang sedari tadi memperhatikan nana.
"Menurut kalian, gue lanjut atau enggak ama alrey" tanya nana "Kenapa ada masalah loe sama si alrey" tanya elin penasaran "Gue ngerasa alrey udah gak sayang lagi deh sama gue" ucap nana lagi menundukkan kepalanya karena sedih, mengingat akhir akhir ini alrey sering sibuk tanpa mengabarinya membuat nana beranggapan begitu.
"Loe cinta gak sama alrey" tanya jessica "Cinta lah kalo gue gak cinta gue gak akan mau pacaran sama dia" ucap nana lagi.
"Nah itu loe nyadar, hubungan tuh yah gak selamanya bakal mulus pasti aja ada masalahnya" ucap jessica meminum jus yang disiapkan maid stefani, "Hubungan tanpa masalah tuh gak seru, dan loe gak akan tau kalau dia benar benar cinta atau gak sama loe," ucap jessica lagi.
Stefani membenarkan ucapan jessica "Iyah, dan kalian tau kalo mantan max nyamperin suami gue dan bilang kalo dia hamil anak suami gue" ucap stefani kesal, nana yang mendengar cerita stefani dengan max pun kembali berfikir dua kali, dia memang harusnya nyadar jika masalah bakalan selalu ada.