Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
61 Main main



Max sampai di markas tempatnya menghukum orang orang yang mengganggu ketenangannya robert menunggu di pintu utama menyambut max.


"Dimana dia?" tanya max dingin dia benar benar sudah marah ingin rasanya dia membunuhnya sekarang juga.


"Diruang bawah tanah," ucap robert max pun sampai diruang bawah tanah tempat orang itu disekap.


Terlihat laki laki duduk di kursi dengan tangan diikat kebelakang mata yang ditutup dengan kain hitam kaki pun diikat dengan kencang.


Max membuka penutup wajahnya dilihatnya laki laki sepantaran dengan daddy nya.


Laki laki itupun tampak pucat saat melihat wajah bak iblis didepannya sangat menyeramkan.


"Apa tujuan mu ingin membunuh istriku" ucap max dengan wajah dingin dan menyeramkan robert berjaga jaga dibelakang max.


"Aku hanya diperintah anakku sakit dan perlu biaya aku terpaksa melakukan ini" ucap laki laki itu.


Max tersenyum miring "Aku tak percaya" seringayan max sungguh sangat sangat menakutkan.


"Siapa yang memerintahmu" ucap max lagi saat melihat laki laki didepannya menunduk "Aku disuruh untuk tidak membuka mulut nyawa anakku jadi taruhannya" ucap laki laki itu memelas.


"Kau juga ingin membunuh istriku dan kau pun membunuh anakku yang baru hadir dalam kandungannya" ucap max menggeram marah dengan urat urat yang sudah memutih karena sangat marah.


"Sungguh tuan ampuni aku, aku benar benar sangat terpaksa" ucap laki laki itu yang sudah sujud dikaki max dengan tangan dan kaki yang masih terikat.


"Beritahu aku siapa yang mencoba membunuh istriku, jika kau mencoba membohongiku aku bersumpah akan membalaskannya lebih dari ini" ucap max


"Dia wanita bernama Raya Adhitama dan Rena Adhitama mereka mengancam ku jika aku membocorkan rahasia ini mereka akan membunuh anakku, tuan saya mohon anda boleh membunuhku tapi jangan bunuh anakku saya mohon tuan." ucap laki laki itu memohon pada max.


****


"Haha yang benar saja mommy" ucap stefani tertawa bersama dengan mommy max sedangkan jayden hanya fokus membaca koran saja dan menikmati secangkir kopi dekat jendela itulah pemandangan yang max liat saat masuk kedalam ruangan tempat stefani dirawat.


Stefani menoleh kearah pintu saat max masuk ah stefani merindukan suaminya ini padahal dia belum lama ditinggalkan tapi sudah rindu saja.


Teman teman nya sudah pulang tadi karena ada urusan "Kau sudah makan" kata max pada stefani dan mengelus rambut stefani sayang.


Stefani mengangguk "Sudah aku makan dengan mom tadi, kau" ucap stefani max hanya tersenyum "Aku akan makan nanti" ucap max lagi.


Maria tersenyum melihat interaksi pasangan didepannya ini yang tak lain anak dan menantunya "Istirahatlah nak biar kau cepat pulih" ucap maria pada stefani.


"Mommy mau kemana?" ucap stefani yang melihat maria beranjak dari duduknya "Mom akan pulang dulu dan membawakan makanan untukmu" ucap maria mencium puncak kepala stefani dengan sayang layaknya ibu dan anak.


Stefani mengangguk "Hati hati mom" ucap stefani "Iya sayang" ucap maria.


Jayden dan maria pun keluar meninggalkan rumah sakit milik nya ini "Apa max sudah menghukum orang yang sudah menyakiti menantu dan cucuku" ucap maria saat mereka sudah masuk kedalam mobil.


"Max pasti akan menyelesaikan semuanya tenanglah max sangat bertanggung jawab sepertiku" ucap jayden meyakinkan istrinya dan memegang tangannya.


"Kau memang sangat sombong" ucap maria "Kau sudah tau iti dari dulu istriku" ucap jayden mengerling nakal.


Sang supir hanya tersenyum melihat kedekatan majikannya ini mereka memang sangat romantis.


TBC jgn lupa like comen and vote...