Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
54 Cucu



Stefani merasa gerah dia bangun dan melihat max sedang tidur disampingnya memeluknya erat max memang selalu membuatnya aman dan nyaman.


Stefani bangun dan membuka bajunya kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya karena merasa lengket.


Stefani menatap pantulan dirinya didepan cermin kamar mandi mewah stefani hampir lupa jika sekarang dia sedang berada di mansion kekasihnya, kekasihnya ini memang sangat kaya.


"Aku harus mandi agar max bangun aku sudah wangi" stefani cekikikan sendiri menertawakan perkataannya.


Mengguyur badannya dengan air shower yang hangat stefani mengingat kembali kejadian tadi saat berada di apartemen milik max.


"Dosa apa aku sampai orang orang tak suka jika aku bahagi" menghela nafas meredakan air mata yang ingin keluar jika sedang begini stefani selalu teringat dengan ibunya.


"Huh, jangan sampai aku menangis lagi" ucap stefani dia berjanji akan jadi wanita kuat seperti ibunya.


Setelah selesai mandi stefani memakai kameja max dengan kancing atas dibiarkan terbuka.


Melihat max yang tertidur membuat stefani menggigit bibir bawahnya tergoda oh membayangkan nya saja stefani sudah merasa basah.


Stefani menghampiri max dan menyentuh pipi nya max yang merasa dingin dibagian pipinya pun mengerjapkan matanya dan ternyata kekasih cantik dan sexy nya ini sedang tersenyum kearahnya dan hanya memakai kamera putih miliknya.


"Apa sekarang kau suka dengan memakai baju seperti ini hm" max bertanya sambil bersandar ke kepala ranjang.


Stefani tersenyum dan mengangguk dengan pipi yang bersemu merah.


"Oh kekasihku sangat imut dengan wajah yang memerah" ucap max dan membawa kepala stefani kedalam pelukan nya Stefani terkekeh dan membalas pelukan max.


"Baby" ucap max, stefani mendongak melihat wajah max "Apa honey" ucap stefani dengan senyum memperlihatkan gigi nya yang rapi dan putih.


"Maaf" satu kata dari max membuat stefani mengernyit "minta maaf untuk apa" ucap stefani.


"Aku tak bisa menjagamu seharusnya aku tidak pergi kekantor tadi dan meninggalkan mu sendirian" ucap max dengan wajah yang kentara khawatir.


"Berhenti bicara seperti itu max Harusnya aku yang minta maaf padamu karena aku kau tak pernah tenang dengan masalah yang menimpa ku" ucap stefani max menggeleng "kau juga jangan meminta maaf stefa mungkin ini ujian untuk hubungan kita apa kita mampu untuk bertahan atau tidak, jadi jangan berpikir kau akan mengakhiri hubungan ini stefa karena aku tak mengijinkan" ucap max stefani tersenyum lega ternyata max sangat pengertian.


"Iya max" stefani tersenyum dan memeluk max "aku suka aroma tubuh kamu" ucap stefani max tersenyum "jangan terlalu banyak bergerak baby kau membangunkannya" ucap max menggeram saat pinggul stefani yang tak mau diam.


Stefani makin mempercepat gerakannya menggigit bibir bawahnya dan "Ahh" stefani kelur hanya karena menggesekannya.


Max tersenyum melihat wajah stefani yang memerah dengan menggigit bibirnya "Ternyata kau menginginkannya ya" ucap max stefani tersenyum dan menyentuh bibir max saat sudah ingin berciuman handphone milik max berbunyi.


"Shit, mengganggu saja" dilihatnya nama ponsel yang tertera ternyata mommy nya yang menelpon.


"Hallo mom" ucap max agak kesal "Hallo max apa kabar apa kalian sudah pulang dari bali" ucap maria beruntun.


"Aku baik kita sekarang ada di mansion ku mom" ucap max dan melirik kearah stefani yang sedang mengendus ngendus dada nya.


"Oh apa kabar menantuku apa cucuku sudah hadir" ucap maria max pun melirik stefani, stefani juga mlihat kearah max "ada apa" ucap stefani berbisik.


"Dia baik mom cucu mom sedang diusahakan" mendengar perkataan itu dari mulut max stefani menganga berani berani nya max bicara soal cucu didepan orang tuanya apa orang tua max sudah tau jika stefani dan max sudah melakukan hubungan intim apa yang akan mereka katakan pada stefani apa akan menghinanya.


"Oh baiklah jaga calon menantuku ya max awas kalau kau menyakitinya" ucap mari "baik mom" ucap max "bilang pada stefani mom merindukannya" ucap maria disebrang sana "iya mom" ucap max.


Mereka pun mengakhiri panggilan teleponnya max menatap stefani yang menunduk "ada apa baby" ucap max khawatir "apa kau bilang pada mom dan daddy mu kalau kita sudah melakukan hubungan suami istri" ucap stefani.


"Mereka sudah tau dan mereka sudah menantikan kehadiran cucu mereka disini" max menyentuh perut stefani, stefani lagi lagi melongo dia pikir orang tua max akan memarahinya tapi ternyata malah sebaliknya.


"Kita lanjutkan aktifitas kita yang tertunda baby sampai subuh" ini memang sudah malam max dan stefani melakukan ritual yang selalu mereka lakukan.


TBC jgn lupa like comen and vote...