Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
92



"Pagi mom" ucap stefani saat sudah sampai di dapur melihat mertuanya sedang membuat sarapan, "Pagi juga stefa, kenapa turun?" tanya maria pada stefani yang berdiri didekatnya, stefani memang jarang turun untuk sarapan dikarenakan selalu muntah di pagi hari karena kehamilannya, "Aku merasa tak enak saja mom, jika harus terus berdiam diri dikamar" ucap stefani, stefani selalu merasa tak enak jika harus berdiam diri dikamar tidak pernah ikut sarapan apalagi membantu maria memasak, "Kenapa harus tidak enak nak, kau anakku jadi tidak akan ada yang berani memarahimu walau pun kau bermalas malasan" ucap maria memegang tangan stefani yang berdiri disisi nya.


"Terimakasih mom" ucap stefani tersenyum, "Berhenti berterimakasih stefa," ucap maria, setelah itu stefani dan maria berbicara dengan ringan, "Ternyata kau sudah bangun" max muncul dari belakang dan memeluk stefani dari belakang, stefani kaget dan mencoba untuk melepaskan pelukan max karena merasa malu dipeluk didepan mertuanya, "Dasar anak ini" ucap maria menggelengkan kepalanya atas kelakuan max.


"Max lepas" rasanya wajah stefani sudah memerah bak kepiting rebus karena malu, "Lihatlah wajah stefani max,kau membuatnya malu" ucap maria saat melihat betapa merahnya wajah stefani, max pun melepaskan pelukannya dan membalikan tubuh stefani agar menghadap nya, "Ini pucat mom" ucap max menangkup wajah stefani, kemudian Cup, max mengecup bibir stefani, membuat stefani semakin memerah karena malu, "Ini baru merah" ucap max tersenyum sedangkan maria mendelik kesal, "Dasar kau apa tidak tau malu mencium stefani didepan mom" ucap maria, "Apa kau menginginkan nya sayang" ucap suara dari arah belakang mereka membuat mereka menoleh dan mendapati jayden tersenyum menggoda kearah maria.


Maria mendelik kesal, "Jangan berulah, ingat kau sudah tua," ucap maria mendelik saat Jayden menghampirinya dan memeluk pinggang nya posesife bahkan tak tau malu nya mengecup pipi kiri maria, "Umur tidak jadi jaminan sayang aku masih mampu melakukannya beronde ronde" ucap jayden mengerling nakal, "Dasar tua bangka" ucap maria kesal, "Baiklah, ayo kita naik keatas baby, aki tidak ingin mengganggu orang tua menikmati masa tua mereka" ucap max dengan geli, saat melihat daddy nya tak berhenti menggoda mommy nya, sedangkan mommy nya hanya menaggapi dengan kesal walau max tau jika mommy nya ini sedang menahan malu.


Maria memberi tatapan tajam kepada max, "Dasar laki laki Stefano selalu seenaknya," ucap maria, "Ay ay ma'am" ucap max dan Jayden berbarengan, max langsung menggendong stefani ala bride style menuju kamar mereka, sedangkan maria sudah berteriak meminta max dan stefani untuk sarapan, "Stefa, max kalian belum sarapan" ucap maria berteriak, max menjawab sambil meneruskan langkahnya, "Aku ingin memakan stefa dulu mom, kalian juga harus sarapan" ucap max tertawa geli, stefani menenggelamkan wajahnya di dada bidang max karena dia merasa malu.


****


Dikamar, stefani masih duduk dipangkuan max dan menenggelamkan wajahnya didada bidang max, karena masih merasa malu, "sampai kapan kau akan menenggelamkan wajamu di dada ku baby?" tanya max karena sedari tadi stefani tak kunjung melepaskan pelukannya dan mengangkat wajahnya, "Aku masih malu daddy" ucap stefani, perlahan max mengangkat dagu stefani agar bertatapan dengannya, max mencium bibir stefani yang sedikit terbuka, tapi lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi ciuman yang panas, sampai oksigen mulai menipis max melepaskan ciumannya, dan bertatapan dengan mata stefani yang mulai sayu, "Aku ingin menengok baby ku" ucap max mengelus perut stefani, stefani hanya mengangguk sebagai jawaban, max pun tak menyia nyiakan waktu untuk menengok baby nya.


TBC jgn lupa like comen and vote...