Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
77



Lagi, stefani kembali memuntahkan isi perutnya sampai dia terduduk dilantai dengan lemas, stefani baru makan satu suap belum masuk makanan itu stefani sudah berlari kekamar mandi untuk memuntahkan nya lagi.


Max mengurut tengkuk stefani "Masih mual?" tanya max, stefani hanya bersandar pada dada bidang max.


"Sekarang kita periksa kedokter," ucap max tegas belum sempat stefani menjawab max kembali menyela "Dan jangan membantah, aku sangat khawatir" ucap max memeluk stefani dan menciumi puncak kepala stefani.


Stefani hanya mengangguk dan setelah itu max kembali menggendongnya menuju ranjang karena stefani benar benar lemas untuk sekedar bicara saja.


Max menelpon dokter pribadinya untuk datang ke penthouse nya untuk memeriksa stefani, "Tenanglah Holland akan segera datang" ucap max pada stefani, stefani tersenyum dia sangat bersyukur mempunyai max dalam hidup nya sangat perhatian padanya.


Terlihat jelas dari wajah max jika dia sangat khawatir "Apa kau sangat khawatir" tanya stefani yang bersandar pada kepala ranjang dan menggenggam tangan max, stefani mengernyit bingung "Sungguh aku khawatir bagaimana jika terjadi apa apa denganmu" ucap max.


Stefani mendekat pada max memegang pipi max dan menatap matanya, mencium kening max dengan sayang setelah itu stefani menempelkan keningnya dengan max "Aku bahagia bisa mendapatkan suami yang pengertian" stefani mengecup bibir max singkat.


Max pun tersenyum setelah itu max dan stefani kembali berpelukan menyalurkan rasa hangat dan cinta secara bersamaan.


Saat sedang menikmati pelukan stefani dan max dikejutkan dengan ketukan pintu max pun melonggarkan pelukan nya pada stefani dan berdiri untuk membukakan pintu dan terlihat laah Holland dokter pribadi keluarga Stefano walaupun Holland masih muda tapi kerja nya sebagi dokter harus diacungi jempol.


Umurnya hampir seumuran dengan max Holland lebih tua lima taun.


Stefani mengernyit "Untuk apa?" tanya stefani bingung, max pun sama dia tidak tau benda apa yang holland berikan untuk istrinya.


"Jangan macam macam Holland" peringat max yang dijawab kekehan oleh Holland.


Stefani pun bangkit rasanya stefani seperti grogi bagaimana hasilnya, setelah 5 menit stefani keluar dengan wajah muram, max pun menghampiri stefani "Ada apa baby?"tanya max.


Stefani memberikan tespeck itu pada max, max semakin mengernyit "Maksudnya?" tanya max, stefani tersenyum lebar "Aku hamil" ucap stefani, max masih mematung mencerna apa yang Stefani bilang barusan setelah dia memahami apa yang stefani bilang max langsung memeluk stefani dan menciumi wajah stefani karena terlalu senang sampai melupakan kehadiran Holland di kamar mereka.


Sampai suara deheman menyadarkan mereka "Ekheeem" max dan stefani pun menoleh "Maaf dok" ucap stefani, Holland pun hanya tersenyum "Ini resep obat pereda mual untuknya max" Holland menyodorkan kertas berupa resep vitamin.


"Terimakasih" ucap max, setelah itu Holland meninggalkan ruangan itu membiarkan max dan stefani menyalurkan rasa bahagia karena ada mahluk kecil didalam perut stefani.


"Jangan pergi kekantor yah" ucap stefani pada max,max pun mengangguk mengiyakan karena dia merasa sangat bahagia jadi dia tak akan pergi dulu kekantor.


"Mau sesuatu?" tanya max karena sekarang stefani dan max sudah kembali berbaring dengan memeluk max "Tidak, hanya ingin seperti ini saja" ucap stefani, "Baiklah" max mencium puncak kepala stefani tak bisa max bohongi bahwa dia sangat bahagia dengan kehadiran buah hatinya.