
Sampai dipenthouse, max menggendong stefani menuju kamar mereka, "Jangan fikirkan omongan ibu clara," ucap max saat sudah memasuki penthouse nya, "Kau tau kau sangat berharga ibu mu juga, jangan dengarkan omongan mereka okay," ucap max berjalan ditangga menuju kamar.
Max mendudukan stefani di ranjang, dan max berjongkok didepan stefani, stefani menangis merasa sakit hati oleh omongan mia yang menyebut ibu nya ******, "Jangan tinggalkan aku max,kumohon" ucap stefani sesenggukan, "Hikzzz...hikzz" stefani tak lagi memendungnya sendiri sekarang dia menangis menumpahkan semua isi hatinya, hanya max yang mamapu membuatnya merasa tenang, dan merasa terlindungi, dulu mungkin stefani bisa menahan rasa sakit sendiri, hanya ada sahabat nya untuk mencurahkan isi hatinya, tapi sekarang ada sosok yang selalu melindunginya, max suaminya, sosok yang tidak pernah meninggalkannya walaupun max tau jika masa lalu stefani.
"Jangan menangis," max mengusap punggung stefani terbukti tangisan stefani mulai mereda, nafas nya mulai teratur, stefani mengurai pelukannya menatap max didepannya yang sedang tersenyum meneduhkan padanya, "Sekarang kita tidur oke, kau mau aku gantikan pakaian" kerlingan mata max yang menggoda, stefani tersenyum sambil mengusap sudut mata nya yang ber air.
Stefani mengangguk, max menggendong stefani ala bride style menuju walk in closet untuk berganti pakaian karena akan tidur, setelah selesai berganti pakaian max kembali menggendong stefani menuju ranjang tempat tidur, "Sekarang tidurlah, jangan banyak fikiran ingat disini ada baby" ucap max mengelus kepala stefani, stefani memejamkan matanya meresapi elusan max di kepala nya, "Tidurlah, aku mencintaimu" ucap max mencium kening stefani, stefani pun tersenyum saat mendengar ungkapan cinta dari max, sebelum dia benar benar masuk kedalam mimpi.
Saat dirasa stefani sudah terlelap max bangun menuju ruang kerja nya ada hal yang harus dia kerjakan max tak akan diam saja jika istrinya dihina dan dipermalukan seperti tadi, max tak sebaik itu membiarkan mia bernafas dengan lega.
"Hallo robert kau sudah mengurusnya" ucap max ditelepon, "Sudah apa kau ingin menyelesaikan sekarang?" ucap robert, "Tidak, aku ingin melihat seberapa kuat bertahannya kesombongan mia" ucap max tersenyum misterius dan sangat menakutkan, "Baiklah terserah padamu, apa stefani baik baik saja?" tanya robert, "Baik aku akan selalu menjaga nya dari hal hal yang tidak diinginkan" ucap max, robert tersenyum disebrang sana, max memang sangat bertanggung jawab apalagi menyangkut orang yang dia sayangi.
Setelah itu max memutuskan panggilan setelah berbincang sedikit dengan robert.
***
"Oh" ucap nana, "Udah lah lagian gue udah biasa sama sikaf nya ibu clara" ucap stefani menenangkan sahabat sahabat nya, "tapi tetep aja bagi gue itu perlakuan yang gak baik" ucap jessica kesal, "Max pasti sudah menyelesaikan nya" ucap nana menenangkan mereka, akhirnya mereka pun berangsur tenang.
"Oh ya,kapan pulang ke New York?" tanya nana, "Besok mungkin" ucap stefani menyesap teh yang digenggam nya,"Baiklah jaga diri baik baik oke" ucap jessica, "Gue bakal kangen deh kayak nya sama loe" ucap elin, nana dan jessica pun mengangguk mengiyakan, "Kalian bisa berkunjung, jangan bersedih" ucap stefani.
Pagi ini pun dihabiskan mereka dengan bercanda dan tertawa ah stefani memang harus bersyukur mempunyai sahabat, suami dan keluarga yang diinginkan nya.
****
"Kau melihat apa, jangan keluar memakai pakaian terbuka nanti kau masuk angin" max menyelimuti stefani dengan selimut, stefani menoleh kearah max dan memeluk max, "Aku sedang melihat mom, dia pasti rindu padaku" ucap stefani dengan mata yang berkaca kaca sungguh stefani sangat merindukan ibu nya.
"Dia pasti bahagia melihatmu bahagia" ucap max tersenyum, "Aku tau aku hanya merasa terharu" ucap stefani lagi, max pun memeluk stefani dan kembali memandang bintang indah diatas langit.
TBC jgn lupa like comen and vote...