Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
8 Jangan bilang bilang



Matahari mulai menampakan sinarnya didalam kamar dua insan masih terlelap dalam tidurnya.


Stefani meraba raba dada max dia berfikir kenapa bantal dirumahnya terasa agak keras dan hangat.


" Emh nyaman sekali tidurku belum pernah aku tidur di bantal sehangat ini." ucapnya dalam hati


Max mengerjapkan matanya dia merasa ada tangan lentik dan mungil meraba raba dada bidangnya.


Saat membuka mata ternyata stefani sedang meraba dadanya dan memeluknya lebih erat.


"Apa senyaman ini tidur dipelukannku," ucap max dalam hati sambil mengusap puncak kepala stefani dengan sayang.


Stefani bangun dan langsung bertatapan dengan max dia membulatkan kedua matanya saking terkejutnya.


"Ahhhh, kenapa bapak bisa tidur dikamar saya," Stefani berteriak dan beringsut mundur ke ujung ranjang sambil memegangi selimutnya.


"Kamarmu," kata max sambil mengernyitkan dahinya bingung


Kenapa bosnya ini malah terlihat seperti bingung tiba tiba Stefani mengingat kejadian semalam.


Reflek dia menutup mulutnya merutuki diri sendiri setelah mengingat semua yang terjadi tadi malam.


"Apa sekarang sudah ingat," ucap max yang membuat Stefani menengok ke arah nya dengan wajah memerah karena malu.


"Kenapa harus seperti ini sih kan jadi malu." kata Stefani dalam hati


Max menarik tangan Stefani hingga Stefani duduk diatas pangkuannya.


Stefani membulatkan matanya karena kelakuan bosnya ini.


"Apa apaan sih pak lepasin gak," ucap Stefani dengan wajah yang sudh memerah krena malu dn juga jantungnya yang tiba tiba berdetak dengan cepat


"Bukannya tadi malam kamu yang duduk dipangkuanku tanpa minta izin" kata max dengan senyum khas dia


"Tadi malamkan saya gak sadar," kata Stefani menunduk karena malu


Max yang melihat Stefani malu justru semakin menggodanya, dia mengangkat dagu Stefani dan


Cup


Max mencium bibir Stefani memagutnya sebentar dan menggodanya.


"Bukannya tadi malam kau juga menciumku hem" kata max


"Maaf," kata stefani sambil menggigit ujung kuku tangan nya


"Kenapa dia sangat menggemaskan," ucap max dalam hati


"Aku senang,"


"Hah, maksudnya," kata stefani bingung


"Pergilah mandi dan bersiap siap kita akan pergi kerja bersama,"


Stefani mendongak menatap max


"Jangan bilang bilang" ucap Stefani pelan


"Apa," kata max sebenarnya dia mendengar tapi dia hanya ingin menggoda Stefani mungkin ini kebiasaan barunya menggoda Stefani


"Jangan bilang bilang"


"Bilang bilang apa,?? pura pura max


"Kejadian tdi malam aku malu," kata Stefani


"Oke tapi ada syaratnya,"


"Syarat apa" Stefani pasrah saja daripada max bilang bilang pda orang lain soal kelakuannya tadi malam


"Nanti saja sekarang cepat turun dari pangkuan ku dan pergi mandi setelah itu kita akan sarapan bersama


Stefani baru ingat bahwa daritadi dia duduk dipangkuan bosnya ini


Stefani segera turun dan langsung pergi kekamar mandi dengan wajah yang lagi lagi memerah dan jantung yang berdebar debar.


Mungkin Stefani akan punya penyakit jantung jika terus terusan berdekatan dengan max.


Stefani menutup pintu kamar mandinya memegang dadanya "kenapa deg degan yah," gumam Stefani


max yang melihat tingkah Stefani hanya tersenyum pagi ini max menjadi banyak senyum laki laki dingin ini merasa Stefani sumber senyumnya setelah mom nya.


"Kau bisa buat aku gila Stefani," ucap max sambil menyandrkan badannya pada ranjang.


Stefani memikirkan kejadian kemarin dia tidak menyangka akan datang ke acara tunangan mantan dan sekaligus mantan sahabat nya jika mengingat mereka Stefani merasa jadi orang paling bodoh.