Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
24 Tanda kepemilikan



Untung saja karyawan belum terlalu banyak yang sudah datang kalau sudah, Stefani tak bisa membayangkan pasti dia akan jadi bahan bully bullyan para karyawan dikantor.


Stefani dduk dikubikelnya mulai menyalakan laptop nya dan mengerjakan tugas yang sudah menumpuk sebenarnya dia tidak enak badan karena sedang datang bulan perutnya sakit.


"Good morning Stefani," ucap nana yang baru datang.


Nana memicingkan matanya merasa ada yang aneh dengan badan Stefani.


"Jadi sekarang sejauh mana hubungan loe sama max" ucap nana menggoda


Stefani langsung memukul lengan nana untung saja belum ada siapapun disana kalau ada Stefani bingung harus menjelaskan apa pada orang yang menanyakan nya.


"Jangan kenceng kenceng ihh," ucap Stefani


Nana hanya cekikikan" iya maaf deh,"


"Kayaknya hubungan loe sama max udah jauh deh kalau gue liat max udah kasih tanda kepemilikan tuh," ucap nana menunjuk leher Stefani


Stefani langsung menyalakan handphone nya dan ternyata benar dilehernya terdapat tanda merah dan itu bukan satu entah tiga atau lima Stefani meringis tak menyadari untung saja rambutnya dia gerai jadi tidak terlalu terlihat.


"Jadi loe mau cerita gak sama gue," ucap nana mengerling nakal menggoda


"Nanti pas jam makan siang gue ceritain yah," ucap stefani


Nana hanya mengangguk dan tak lama jam masuk kantor telah tiba.


Drrrt Drrrt


"Kerja yang fokus jangan ingat aku terus nanti pulang kita pulang sama sama," isi pesan dari max Stefani hanya terkekeh melihat pesannya


"Kau juga Mr.mesum😁" balas Stefani


Max pun hanya terkekeh ingin rasanya membawa Stefani dan mengurungnya dikamar dengannya, tapi dia lupa Stefani sedang datang bulan sekarang tak munkin max melakukannya dengan paksa.


Hanya membayangkan nya saja membuat sesuatu dibawah sana terbangun.


Bagi max Stefani membawa banyak perubahan pada dirinya.


Jam makan siang telah tiba Stefani dan nana pergi ke dekat restoran yang ada dikantor mereka ingin memakan sushi yang cukup terkenal didaerah ini.


"Mau apalagi ni orang dan kenapa juga dia ada disini," gumam Stefani dalam hati


"Aku ingin bicara Stefani ada yang ingin aku jelaskan," ucap johan


"Maaf tuan anda tidak sopan menarik orang dengan paksa seperti ini," ucap nana tak terima dengan perlakuan johan pada Stefani.


"Anda tidak berhak ikut campur nona," ucap johan kesal


Nana tersenyum miring" dia sahabatku wajar jika aku ikut campur aku tak ingin kau menyakitinya tuan,"


"Aku tidak akan menyakitinya nyonya," ucap Johann kesal kenapa orang yang ada disebelah Stefani sangat menyebalkan


"Benarkah kau yang bernama johan kan, apa kau amnesia atau apa kau selalu menyakiti Stefani kenapa aku harus membiarkan stefani ikut denganmu," ucap nana tersenyum miring


Stefani hanya jadi penonton saja dia bangga pada nana ternyata nana mau membelanya dan tidak takut padahal johan adalah laki laki.


"Nana benar aku tak ingin ikut dengan mu, aku ingin makan siang," ucap Stefani datar


"Tapi Stefani aku ingin membicarakan sesuatu.." belum sempat johan selesai berbicara Stefani menyela


"Cukup aku tak ingin mendengar apapun lagi kita sudah selesai dan berhenti mengganggu ku," ucap Stefani yang ingin melepaskan tangannya yang dipegang johan.


Tak sadar johan melihat tanda merah dilehernya dia pun kebingungan jangan jangan tidak, tidak mungkin.


"Ini apa Stefani siapa yang melakukannya," johan menggeram kesal


Belum sempat stefani menjawab suara seseorang telah lebih dulu menjawab


"Itu tanda kepemilikan ku," ucap max yang langsung merengkuh pinggang Stefani dan mengecup pelipis Stefani.


Stefani tersenyum begitu pun nana yang lega untung saja max cepat datang berbeda dengan johan yang mengeraskan rahangnya tanda dia marah.


TBC jangan lupa vote,comment dan sukai😊


Terimakasih yang sudah mendukung novelku ini😊😉