Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
28 Perhatian Mommy



Max membawa Stefani keruangannya, Stefani terus menangis sampai tertidur.


Max menyesal meninggalkan stefani sendirian jika dia ada mungkin kejadian tadi tak akan terjadi.


"Maafkan aku stefa," gumam max menciumi rambut stefa dan membaringkannya ditempat peristirahatannya dikamar pribadi ruangannya.


"Ayolah max aku tak mau berhenti kerja," ucap stefani, dia kesal max seenaknya menyuruhnya untuk tidak bekerja max bilang stefani duduk duduk saja.


Semalam setelah pulang dari kantor max membawa stefani ke apartemennya, dan pagi ini max menyuruh stefa untuk tidak bekerja alasannya max tak mau stefani dibully lagi hanya itu, Stefani senang max perhatian padanya tapi Stefani juga tak mau jika max menyuruhnya untuk tidak bekerja.


"Keputusan ku sudah bulat stefa aku menyuruhmu untuk berhenti bekerja," ucap max yang masih merapihkan kemeja dan dasinya.


"Aku bisa menjaga diri max" kekeh Stefani.


Max menengok ke arah Stefani " kau terluka 2 kali stefa kau masih mau bilang bisa menjaga diri," ucap max yang tak habis pikir dengan fikiran Stefani yang masih kekeh untuk bekerja.


Stefani menghampiri max yang berdiri didepan kaca besar seukuran dengan tubuhnya.


Stefani mengalungkan tangannya pada leher max "plies max" ucap stefani dengan mengerucutkan bibirnya yang membuat max gemas sendiri dan mencium bibir Stefani.


Mereka berciuman cukup lama sampai akhirnya " Upsss sorry," ucap maria yang memergoki max dan Stefani berciuman pipi stefani memerah seperti tomat karena ketahuan sedang berciuman dengan max dan Stefani lupa dengan pakaian nya yang memakai kaos oblong dan hotpans.


"Kenapa mommy mengganggu saja," ucap ax yang kesal ciumannya dengan Stefani berhenti karena ulah mommy nya ini.


Robert hanya menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal, tadi maria memaksa ingin segera masuk dan alhasil melihat max dan Stefani yang sedang berciuman.


"Maaf max mommy sudah tak sabar ingin bertemu calon mantu mommy," ucap maria yang langsung menghampiri Stefani dan menuntun Stefani untuk ke ruang tamu.


"Maaf mommy," ucap Stefani yang malu karena ketahuan sedang berciuman dengan max sungguh jika bisa Stefani ingin tenggelam saja biar bisa menyembunyikan warna merah di pipinya.


"Untuk apa minta maaf sayang mommy tak apa asalkan kalian cepat berikan mommy cucu ya," ucap maria antusias sedang kan Stefani membulatkan matanya tak percaya kenapa calon mertua nya ini bisa bicara segamblang itu.


"Biarkan saja sudah sana jika kau ingin pergi kekantor daddy juga bilang ingin kekantor hari ini," ucap maria pada max


Max hanya mengiyakan saja dan mencium kening Stefani dan berpamitan dan tak lupa mencium pipi maria.


"Aku berangkat dulu yah jaga diri baik baik," ucap max dan berlalu pergi saat sampai pintu max berbalik dan "mom nitip Stefani yah aku pergi dulu sampai jumpa nanti bye,"ucap max melambaikan tangannya pada dua orang wanita yang max sayangi.


Setelah kepergian max maria menyuruh Stefani bersiap siap untuk pergi bersamanya untuk shopping.


"Bersiaplah sayang kita pergi shopping hari ini," ucap maria antusias tapi senyumnya meredup saat melihat luka disudut bibir Stefani.


"Ini kenapa stefa" maria menyentuh luka dibibir Stefani dan stefani meringis luka nya memang agak sakit wlau sudah diobati tadi malam oleh max.


"Tidak papa mom," ucap Stefani


"Jangan bohong siapa yang sudah berani beraninya menyakiti menantuku ini," ucap maria dengan hati yang amat kesal.


"Aku tidak papa mom sudahlah ini luka kecil nanti juga sembuh," ucap Stefani


"Jangan menyembunyikan apapun pada mommy Stefani," ucap mari sungguh sungguh


"Iya mom, terimakasih sudah perhatian lada stefa," ucap Stefani membalas senyuman maria yang meneduhkan


"Itu sudah kewajibanku sayang kau mantu mommy sudah seharusnya mommy perhatian padamu, dan ingat kau tak sendirian ada mommy yang akan selalu ada disisimu," ucap maria


Stefani pun memeluk maria yang selalu menyalurkan kehangatan seorang padanya yang sudah lama Stefani tidak merasakannya.


TBC...