
Max membawa Stefani ke restoran bintang 5 dan memesan ruang VIP khusus untuk Stefani.
"Kenapa harus diruang VIP sih max ini terlalu berlebihan," saat mereka sudah duduk dimeja diruangan VIP
"Aku hanya ingin berdua saja denganmu baby," ucap max tersenyum manis
Stefani memutar bola mata nya jengah, " jangan terus menggodaku max,"
"Kenapa aku suka menggodamu, kau terlihat menggemaskan dengan pipi merahmu itu," ucap max
"Jangan menggodaku," Stefani memukul lengan max kesal karena max selalu membuatnya malu dan selalu membuat pipinya memerah seperti tomat
"Oh ya mommy menanyakanmu tadi," ucap max mengalihkan pembicaraan karena kasihan melihat Stefani pipinya sudah memerah.
"Kapan, menanyakan apa" ucap Stefani bingung pasalnya baru tadi malam mereka bertemu dan sekarang maria sudah menanyakannya
"Dia bilang merindukanmu, dia ingin mengajakmu untuk jalan jalan karena mommy akan pulang ke NewYork lusa," ucap max menjelaskan
"Benarkah mommy bilang begitu aku juga merindukannya," Stefani berucap dengan senyum manis di bibirnya
"Bagus kalau begitu besok kau bisa pergi bersama mommy"
"Tapi besok aku kan kerja,"
"Kau bisa libur Stefani kau lupa kau ini kekasihnya CEO diperusahanmu jadi kau bebas mau libur kapan saja,"
"Aku tak mau libur seenaknya aku memang kekasihmu tapi jangan sampai aku libur seenaknya saja"
"Baiklah terserah dengan mu Stefa" ucap max
Tak lama kemudian pun hidangan mereka sampai sushi yang berbagai macam bentuk yang menggugah selera stefani sampai ngiler dibuatnya.
Max tersenyum manis saat melihat stefani seperti anak kecil yang diberi mainan padahal hanya makanan tapi Stefani sudah sangat senang Stefani memang berbeda.
Setelah pelayan itu pergi Stefani memakan makanannya dengan kesal, max yang melihat nya pun aneh tadi dia sangat antusias dan sekarang dia terlihat kesal.
"Apa makanannya tidak enak stefa," tanya max yang melihat gaya makan Stefani yang makan seperti sedang kesal malah sangat sangat kesal.
"Tanyakan saja pada pelayan barusan" ucap stefani kesal
Max mengernyitkan dahinya berpikir sejenak sampai akhirnya max tersenyum senyum.
"Kenapa senyum senyum jangan bilang kau suka lagi pada perempuan barusan
"Dia lumayan juga cantik," ucap max menggoda Stefani berbeda dengan wajah Stefani yang melototkan matanya tak percaya dengan jawaban yang diberikan max,
"Yasudah pergi saja dengannya," ucap Stefani membantingkan sumpit yang dia pakai dan segera berdiri meninggalkan meja VIP mereka
Max yang kaget pun mencoba menyusul Stefani, max yang memang memiliki kaki panjang pun tidak kesusahan untuk mengejar Stefani.
"Hey dengarkan aku dulu" ucap max tapi Stefani tetapa berjalan tanpa mau mendengar ucapan max.
Sampai akhirnya max menarik pergelangan tangan Stefani sampai Stefani membentur dada bidang max, max pun memeluknya dan menciumi puncak kepala Stefani.
Sampai suara isak tangis membuat max menarik dagu Stefani dan ternyata Stefani menangis.
"Hey maafkan aku, aku hanya bercanda aku tidak mengagumi dia sungguh, aku hanya bercanda berhenti jangan menangis lagi," ucap max yang menghapus bulir air mata di pipi Stefani, sungguh jika lelucon nya tadi akan membuat Stefani menangis dia tak akan membuat lelucon seperti itu.
"Jangan memuji wanita lain lagi aku cemburu aku takut kamu bakalan bner bner ninggalin aku," ucap Stefani sungguh bayangan saat johan direbut oleh clara membuat dia takut kejadian itu terulang lagi bukan karena Stefani masih mencintai johan tapi sungguh Stefani tidak bisa melupakan pengkhianatan seperti itu.
"Aku hanya mencintaimu aku tak akan pergi meninggalkan mu," ucap max mencium kening Stefani menyalurkan kehangatan pada Stefani.
"Sekarang kita pergi dari sini okeh," ucap max membawa Stefani ke parkiran tempat mobilnya diparkir.
TBC jangan lupa vote,sukai and comment yah guyss..