
Setelah makan malam max dan stefani mandi bersama dengan aktifitas yang ditambahkan oleh mereka stefani lebih berani sekarang lebih agresif max suka.
"Tadi ada mantanku dikantor pas mau pulang" ucap max pada stefani yang masih berendam di bathup berdua dengan stefani yang bersandar di dada bidang milik max.
Stefani pun melihat kearah max yang ada dibelakangnya "Ngapain?" tanya stefani "Dia ingin aku mengantarkannya pulang" jawab max lagi stefani pun mengangguk mengerti max memang pengertian pada perasaan stefani.
"Besok aku mau ikut kekantor yah" ucap stefani lagi tak membahas masalah mantan max dia sudah tau apa rencananya simantan max yang centil itu pasti ingin menjebak max dan mengaku ngaku hamil anaknya max terus ngerebut max darinya mungkin dia pikir stefani tak tau apa yang dia rencanakan.
"Boleh baby" max mengelus rambut stefani dengan sayang, setelah itu mereka menyelesaikan mandi mereka dan berpakaian bersiap untuk tidur.
***
Pagi harinya stefani sudah dandan memakai dress selutut rambut digerai stefani sangat cantik hari ini, setiap hari pun dia selalu cantik.
"Daddy" ucap stefani pada max yang sedang memakai kemeja putihnya diambil alih oleh stefani mengancingkan kemeja max satu persatu.
Max menautkan kedua alisnya bingung siapa yang dipanggil daddy oleh stefani "Daddy?" ulang max stefani mengangguk "Aku ingin memanggil mu Daddy boleh tidak" stefani berucap dengan wajah yang dibuat selucu mungkin.
"Apapun untukmu baby" ucap max mencium bibir stefani sekilas tapi stefani merasa sangat bergairah walau max mencium nya sekilas.
Stefani berhenti mengancingkan kemeja max yang tersisa dua di bagian atas nya, stefani menatap max yang sibuk dengan ponsel.
"Kenapa dia sangat tampan" gumam stefani dalam hati melihat wajah max yang terpahat sempurna "Daddy" stefani memeluk max dengan manja, max pun menolehkan penglihatannya dari ponsel kearah istrinya.
"Apa baby" jawab max stefani pun merasa meremang mendengar ucapan max yang terdengar sexy di telinga nya.
Stefani berjinjit membisikan sesuatu pada telinga max yang membuat max melongo tak percaya setelah itu stefani terkekeh melihat wajah max yang seakan tak percaya dengan ucapannya.
Stefani pun melanjutkan aktifitas nya memasang kan baju kantor untuk suami sexy nya ini.
Sampai dikantor semua mata melihat kearah max dan stefani banyak bisik bisik dari karyawan kantor terutama perempuan mereka menatap tak suka pada stefani yang bergandengan tangan dengan bosnya yang sahabat tampan itu.
Stefani sebenarnya merasa risih ditatap sedemikian sinis oleh karyawan kantor milik suaminya ini.
"Lihat dia pasti memberikan tubuhnya pada pak max agar jadi kekasihnya" ucap salah satu karyawan perempuan yang terlihat menor "Pasti pak max kan sangat kaya dia tidak ada bandingannya dengan stefani" ucap perempuan yang memakai baju ketat.
Dan masih banyak lagi ucapan yang bikin tak enak untuk didengar.
Max yang mendengar ingin memarahi yang menjelekan dan menghina istrinya tapi stefani buru buru menahan lengan kekar miliknya "Sudah jangan didengarkan biarkan saja" stefani tersenyum menenangkan.
Max pun mengangguk mengiyakan walau dia masih kesal, "Baiklah kita keatas sekarang" max berbicara dengan seringaian misteriusnya.
Sampai diatas diruangan milik max stefani langsung duduk disofa dekat meja kerja milik max.
"Aku akan bekerja dulu oke baby" max mencium puncak kepala stefani.
Stefani mengangguk mengiyakan ucapan max.
Dua jam berlalu stefani mulai kesal berdiri menghampiri max yang sedang sibuk dengan berkas berkasnya "Kenapa dia selalu tampan" gumam stefani dalam hati.
Duduk dipangkuan max memeluk erat leher max posesife, awalnya max terkejut tapi kemudian dia tersenyum saat melihat stefani memandangnya dengan tatapan sayu dan menggairahkan.
"Dua ronde plise", ucap stefani menggigit bibir bawahnya dan kemudian langsung mencium bibir max dengan ganas.
"Istriku mulai nakal yah" sela max dalam ciuman panasnya dengan stefani.
Stefani hanya tersenyum saja memang benar dia lebih agresif sekarang entahlah stefani tak tau.
Jgn lupa like comen and vote...