
Stefani masih tak menyangka jika hari ini hari pernikahan nya dengan kekasihnya yang stefani cintai.
Tadi malam setelah acara lamaran dari max yang sangat romantis stefani pikir itu hanya becandaan tapi ternyata benar max menikahinya sekarang tepat setelah lamaran nya tadi malam.
Stefani memandangi wajahnya didepan cermin dia merasa tak mengenali dirinya sendiri stefani begitu cantik dengan rambut yang ditata dengan cantik dan memakai hiasan rambut berlian asli gaun putih panjang yang memperlihatkan bahu dan dada nya dengan hiasan berlian berlian asli max memang sangat kaya bahkan baju pengantin yang stefani pakai pun sangat pas entah kapan max mengukurnya dia membuat stefani terkagum dengan gaun yang dipakainya.
Suara ketukan pintu membuyarkan pikiran stefani "Apa sudah selesai stefani" tanya jayden ayah max yah yang mewakili stefani adalah ayah nya max karena ayah stefani tak bisa entah apa alasannya stefani tak ingin tau walau terbesit rasa ingin ayahnya mewakili nya dipernikahannya tapi sudahlah stefani tak ingin terlalu berharap.
Stefani mengangguk "Sudah daddy" ucap stefani "Kau sangat cantik nak" ucap jayden terharu jika sahabatnya masih ada pasti dia akan sangat bahagia melihat putrinya menikah dengan orang yang dicintainya.
Jayden menyeka sisi matanya karena sudah mengeluarkan air matanya begitupun stefani jika saja ibunya masih ada ibunya pasti bahagia melihat nya menikah dengan laki laki yang dicintainya yang tak bisa ibunya lakukan dengan ayahnya.
"Jangan menangis stefa, ini hari bahagiamu" ucap jayden stefani menyeka air mata nya "Aku terharu daddy jika saja mommy masih ada dia pasti sangat bahagia" ucap stefani.
"Dia pasti bahagia walau tak melihat mu langsung" ucap jayden menghibur stefani pun mengangguk membenarkan perkataan ayah mertuanya.
"Sekarang kita pergi max pasti sudah menunggu" ucap Jayden.
Stefani pun mengangguk mengikuti langkah ayah mertuanya stefani dan max melakukan pernikahannya di salah satu gereja yang ada di New York dilihatnya max sudah gagah dengan kameja putih dan jas putih stefani merasa max sangat tampan bahkan lebih tampan walau biasanya pun sangat tampan.
Semua mata melihat kearah stefani dengan tatapan kagum karena stefani sangat cantik dan anggun sampai didepan max dan stefani mengucapkan janji pernikahan dan dengan ciuman mesra suara tepuk tangan sangat riuh menandakan sangat bahagia.
"Istriku stefani putri" ucap max saat sesi cium selesai "Suamiku Maxime Stefano" ucap stefani tersenyum.
Stefani baru sadar ternyata sahabat sahabat nya ada disini "Selamat stefani" ucap sahabat sahabatnya berteriak stefani pun ikut tersenyum.
Sampai akhirnya suara tepuk tangan itu berubah menjadi suara kaget karena stefani terkena panah menembus perutnya stefani menengok kearah max "Max" stefani pun pingsan max langsung menggendong stefani menuju mobil membawa stefani ke rumah sakit.
Max mengepalkan tangannya tanda marah "Siapapun itu aku akan membalasnya melebihi ini" ucap max pada stefani yang sudah tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir tanpa henti.
"Bisakah kau lebih cepat" ucap max pada sang supir karena marah sang supir pun hanya mempercepat jalannya tanpa ingin membantah karena dia cukup mengerti akan keadaan max.
Sampai rumah sakit stefani segera di tangani oleh pihak rumah sakit Max terduduk maria langsung memeluknya "Tenanglah max dia akan baik baik saja" ucap maria menenangkan walau hatinya pun tak tenang dia takut jika semua akan terjadi lagi seperti apa yang terjadi pada robert.
"Aku takut mom" ucap max yang sudah menangis di pelukan ibunya sedangkan Jayden menatap sendu pada putranya diapun merasakan takut yang sama dengan mereka.
"Kerahkan semuanya jangan sampai lolos" ucap jayden pada anak buahnya.
"Tenanglah semua akan baik baik saja" ucap jayden yang kini pun sudah memeluk max.
Robert dia tak ikut kerumah sakit karena harus mengurus masalah ini dia berjanji tak akan menemui max jika pelakunya belum tertangkap.
"Jangan sampai kejadian yang menimpaku terjadi pada saudaraku" do'a robert.
Semua orang jadi panik begitupun sahabat sahabat stefani dan max mereka menyusul stefani dan max kerumah sakit.
"Aku tak akan membiarkan orang itu hidup tenang" ucap nana didalam mobil mengepalkan tangannya
"Aku pun tak akan membiarkan dia hidup tenang" ucap jessica
"Dia akan aku cincang dan memberikannya pada anjing jalanan" ucap elin alrey vano dan alfin bergidik ngeri melihat kekasih kekasihnya ini berucap seperti itu.
To Be Contiuned jgn lupa like comen and vote..