Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
47 Akan kuhancurkan yang menyakitimu



Malam pun tiba stefani terbangun karena dering ponsel yang berbunyi stefani bangun menggulung kan selimut tipis yang ada disofa dekat kasur membalut tubuhnya yang polos tanpa pakaian sama sekali.


"Hallo" stefani menjawab dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul.


"Stefani ini ayah" ucap di sebrang telepon membuat kesadaran stefani terkumpul dengan paksa ada apa ayahnya ini menelpon nyah apa ada sesuatu.


"Yah ada apa?" stefani merasa kenangan buruk yang dialami nya dulu teringat kembali stefani memejamkan matanya ingin rasanya dia melupakan kenangan itu kenangan yang menyakitkan.


"Stefa ayah ingin bertemu denganmu ada yang ingin ayah sampaikan" ucap Aditya ayah stefani di sebrang telepon.


"Aku sedang dibali ada apa?" stefani tak ingin berbasa basi baginya mendengar suara ayahnya membuat hati stefani seperti tertusuk belati yang tajam sakit sangat sakit.


"Soal hubunganmu dengan Maxime Stefano" ucap Aditya disebrang sana.


"Ada apa dengan hubunganku, apa kau keberatan" ucap stefani marah.


"Mengertilah stefa Raya mencintai Maxime tinggalkan saja dia mengalah lah untuk adikmu ayah mohon" ucap aditya yang membuat stefani menangis mengapa ayahnya selalu membuat stefani harus mengalah pada raya, raya memang adiknya tapi srefani pun ingin bahagia dengan max kekasih nya.


"Jika tidak ada hal penting lagi yang ingin di sampai kan saya akan tutup telepon nya" stefani mematikan sambungan telepon nya.


Meluruhkan badannya terduduk dilantai menangis pilu mengingat perlakuan ayahnya yang tak pernah adil padanya stefani tau dia terlahir dari kesalahan tapi bukan berarti stefani harus diperlakukan tidak adil, stefani pun ingin terlahir dari orang tua yang lengkap dan memberikan kasih sayang padanya.


Max terbangun saat mendengar suara tangisan, max terkejut menyambar boxer dan memakainya.


"Ada apa baby" max memeluk stefani, stefani menyembunyikan tangisan nya didada bidang max.


Max mengelus punggung srefani "Hikz..hikz " tangisan stefani membuat max merasa sakit dan marah bersamaan.


"Max jangan tinggalkan aku, kumohon" stefani mendongak menatap ma yang juga menatapnya dengan tatapan khawatir.


"Siapa yang akan meninggalkanmu hm aku tak akan meninggalkanmu okeh" max memeluk stefani lagi yang tidak berhenti menangis.


"Jangan bilang seperti itu kau istimewa dengarkan aku baik baik stefa, siapapun yang menyakitimu aku akan membalas kan nya lebih dari yang mereka berikan padamu, ingat itu" max semakin mengeratkan pelukan nya.


Stefani masih menangis dan membalas pelukan max padanya yang sangat erat.


"Sekarang tidur lagi yah" max mengangkat stefani dan menidurkan stefani disisinya kembali memeluk stefani dengan erat.


Max mengeraskan rahangnya tanda ia sangat marah berani berani nya mereka menyakiti stefani kekasihnya "Jangan harap kalian bisa hidup tenang" gumam max saat stefani sudah mendengkur halus.


Max melepaskan pelukan stefani bergegas berdiri dan menelepon robert asistennya.


"Cari tau siapa yang menelpon stefani hari ini" sesudah itu max mematikan teleponnya.


"Kau sekarang punya aku stefa, tidak akan ada yang berani menyentuhmu ataupun menyakitimu" max kembali memeluk stefani dan kembali menyusul stefani kealam mimpi.


__


"Apa yang dia katakan yah" ucap raya.


Aditya memang menelpon stefani memang keinginan raya, raya memaksanya untuk menelpon stefani dan menyuruh stefani menjauhi max.


Raya sangat ingin bersama max kenapa padahal dia lah yabg pertama mendekati max tapi malah stefani yang mendapatkannya.


"Dia tidak mengatakan apa apa dia langsung mematikan teleponnya" Aditya berbicara dan meninggalkan raya yang kesal.


Aditya bingung harus memihak siapa aditya pun menyayangi stefani walau bagaimanapun stefani adalah anaknya.


Memijit pelipisnya merasa pusing dengan permasalahan yang tak pernah selesai.


TBC jgn lupa like comen and vote..