
Seperti malam malam sebelumnya stefani dan max selalu menikmati angin malam dibalkon kamar mereka, sangat mengajukan stefani sangat menyukainya apalagi sambil menikmati coklat panas kesukaannya, max tersenyum melihat stefani yang bersandar didada bidangnya, mereka duduk diatas sofa setelah tau stefani selalu menimati malam diatas balkon max mengganti kursi untuk duduk disitu dengan sofa panjang dan besar beserta selimut untuk menghangatkan dari angin malam yang dingin.
"Hari sabtu pernikahan johan, apa kau akan ikut?" tanya max, stefani menoleh kearah max, "Terserah daddy saja aku akan ikut jika diperbolehkan dan tidak akan ikut jika tidak diperbolehkan." ucap stefani yang membuat max menyunggingkan senyumnya, istrinya ini memang penurut.
"Kita akan datang, apa kau keberatan" ucap max, stefani menggeleng, "Enggak, sama sekali !" Ucap stefani, max mengangguk "Besok kita akan cari baju untuk mu pakai ke acara pernikahan johan dan clara" Stefani mengiyakan, "Aku juga ingin membeli beberapa pakaian" ucap stefani yang kembali meminum coklat panas miliknya, "Kenapa harus beberapa jika kau mau kau bisa membeli dengan toko nya sekalian" ucap max dengan nada arogan seperti biasanya, "Ck,kenapa suamiku ini selalu arogan" stefani mencubit pipi max yang tirus itu.
"Aku kaya baby, bahkan sangat kaya uangku tak akan habis tujuh turunan, tidak, bahkan anak cucu buyutku tak akan kekurangan apapun" ucap max dengan nada arogan dan percaya diri yang tinggi.
"Semoga anakku tidak arogan seperti daddy nya ini," stefani mengusap ngusap perutnya yang masih datar, "Hey dia anakku, wajar saja jika dia sama denganku," max mengambil alih tangan stefani yang mengusap sijabang bayi yang ada didalam kandungan stefani, "Aku tidak ingin dia arogan sepertimu" stefani tertawa karena max sudah menciumi wajahnya tanpa ampun, "Jika kau bicara sekali lagi seperti itu aku akan menghukum mu",max malah semakin menjadi sampai stefani kegelian karena max menggelitik pinggangnya, "Hahaha ampun tuan Stefano",suara tawa stefani dan max terdengar dikamar melengkapi canda tawa suami istri ini.
***
"Iya mom," max menggaruk tengkuk nya yang tak gatal dikarenakan maria mommy nya max sudah 3 kali menelpon menyuruh max segera memeriksakan kandungan stefani dan membeli vitamin, dan susu untuk ibu hamil.
Yah, max sudah memberi tau mommy nya jika stefani hamil, begitupun dengan grandma dan grandpa stefani, max memberi tau mereka tadi pagi pagi sekali, tapi ternyata maria sangat posesif terhadap kehamilan stefani, max sampai dibuat tidak bisa berkutik dengan segala ocehan ocehan maria.
"Ingat max jangan buat stefani kelelahan apalagi sampai stres, jika stefani sampai mengalami hal hal yang tidak mengenakan, mommy tak akan menganggapmu sebagai anak lagi" oceh maria "Aku tau mom,baiklah sudah dulu yah aku ingin mengajak stefani jalan jalan dulu," pamit max pada maria ditelepon, "Baiklah jaga menantu dan cucuku" ucap maria lagi, setelah max mengiyakan maria menutup telepon nya.
Sampai usapan di kepala nya menyadarkan stefani dari lamunan nya, "Ada apa baby, apa ada yang mengganggu fikiran mu?" tanya max khawatir, "Tidak ada, aku hanya beruntung memiliki suami tampan seperti mu" stefani memeluk max yang berdiri didepannya sedangkan stefani sedang duduk disisi ranjang.
"Ingin berangkat sekarang?" tanya max setelah beberapa menit terdiam, "Ayo,aku ingin beli bikini" jawab stefani yang langsung berdiri dari duduknya, dan menggandeng tangan max, "Apa kau ingin memakai bikini dan berenang bersama suami mu yang perkasa ini" stefani sampai tertawa terbahak bahak mendengar ucapan max yang terdengar menggelikan ditelinga nya.
"Hey aku serius" ucap max yang dijawab oleh ciuman manis dibibir max, "Dengan adegan tambahan tentunya," stefani mengerling nakal pada max, membuat max melongo tak percaya, "Istriku sudah mulai belajar untuk merayu ternyata," max menciumi tangan stefani, sambil menuruni tangga menuju lantai bawah, mereka sepakat untuk tidak sarapan dirumah melainkan sarapan diluar saja.
Saat sudah masuk kedalam mobil, ponsel stefani berbunyi stefani melihat ada notifikasi pesan dilihatnya pesan itu, stefani kaget sampai ponsel yang dipegang nya jatuh, membuat max yang memperhatikan stefani dari tadi pun kaget,"Ada apa?" tanya max sambil memeluk stefani, "Ada yang msngirim itu_" ucapan stefani belum selesai max sudah mengambil ponsel stefani yabg tergeletak dipangkuan stefani.
Tangan max terkepal karena marah yang luar biasa, "Robert selidiki siapa yang mengirimi stefani pesan dengan gambar yang menjijikan itu " setelah mengucapkan itu max mematikan sambungan telepon nya tanpa menunggu balasan dari robert.
TBC jgn lupa like comen and vote..
Selamat menjalankan ibadah puasa😊