
Sampai di jakarta stefani sudah tertidur pulas dijet pribadi milik max mereka pulang hanya berdua teman teman stefani tidak pulanh hari ini dikarenakan mereka masih ingin berlibur katanya.
Sedangkan max dan stefani max tak bisa menunda rapat karena ada pekerjaan yang sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan.
Max meletakan stefani dikasur kingsize di apartemen milik max, hari ini max langsung akan pergi kekantor karena pekerjaan yang mendadak.
"Baby aku kekantor dulu yah " max mencium kening stefani dan menuliskan surat dekat nakas pinggir ranjang.
Setelah mengganti pakaian santai nya dengan pakai rapi ala kantor max segera pergi menuju kantor miliknya.
"Apa semuanya sudah beres" max bertanya pada Robert yang duduk di kursi kemudi "Semuanya sudah beres bos" max mengangguk sebagai jawaban.
"Robert pantau terus raya dan ibunya mereka pasti memiliki rencana jahat untuk kekasih ku" ucap max "Ya bos" ucap robert patuh "Dan masalah tanah panti dan tanah yang dipakai oleh ibu nya stefani apa sudah selesai" ucap max lagi.
"Semuanya sudah beres bos, dan ada satu lagi" ucap robert menggantung "Apa??" max penasaran "Ternyata raya bukan anak kandung Aditya tapi hasil dari pemerkosaan " ucap robert lagi.
"Siapa ayah kandung nya" max bertanya dengan senyum sinis yang kentara siapapun yang melihatnya pasti akan lari terbirit birit percayalah max menakutkan jika sudah marah.
"Dia hasil pelecehan dari laki laki yang membenci rena karena rena selalu menghinanya" ucap robert "Bagus robert kau memang selalu bisa diandalkan" ucap max.
Keluarga max sangat baik padanya bahkan mom dan daddy max mereka menganggap robert seperti anaknya walaupun sikap max sangat dingin tapi dia tau hati nya sangat baik.
"Robert kapan kau akan punya kekasih??" pertanyaan max membuat robert bungkam dia tak mau punya kekasih lagi atau memulai hubungan dengan perempuan manapun hatinya sudah tertutup dan tak tau akan terbuka lagi atau tidak.
"Kau harus membuka lembaran baru robert" ucap max robert hanya tersenyum "saya sudah pernah ingin membuka hati tapi nyatanya saya tak bisa" ucap robert.
Max tersenyum "Baiklah apapun keputusanmu ingat aku adalah saudaramu ada mom dan dad kita akan selalu ada untukmu, kau paham" ucap max sungguh sungguh robert mengangguk dan tersenyum dia tau max akan selalu ada untuknya.
"Dan jangan terlalu formal jika diluar pekerjaan robert kau mengerti" max berucap lagi "Saya mengerti." max dan robert pun saling melempar senyum.
Bagi max robert adalah saudaranya walau bukan saudara kandungnya dulu dia bertemu dengan robert saat robert mengamen dijalanan waktu itu max langsung ingin robert tinggal bersamanya orang tua max menyetujui max tak pernah syirik dengan kasih sayang yang diberikan mom dan daddy nya pada robert baginya robert saudaranya dan itu tak akan bisa diubah oleh siapapun.
Robert seumuran dengannya max selalu menghawatirkan Robert, dia tak pernah mau menikah lagi atau bahkan menjalin hubungan dengan perempuan manapun mungkin dia trauma dulu saat umurnya 25 tahun robert menikah max bisa merasakan kebahagiaan yang robert rasakan saat itu tapi kebahagiaanya tak berlangsung lama sang istri kecelakaan dengan janin yang ada diperutnya.
Saat itu lah Robert jadi tertutup dan tak mau sekedar menjahili wanita jika ditanya Robert tak mau menjalin hubungan lagi dengan perempuan manapun.
TBC guys jgn lupa like comen and vote...