Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
59 Lebih dari ini



Sahabat stefani dan max sudah menyusul kerumah sakit mereka menunggu dengan cemas tak ada yang cemas disini robert memilih tidak ikut kerumah sakit dia harus menangkap pelaku nya dan membalaskan semuanya lebih dari ini.


Bagi robert stefani sudah seperti adik baginya dia adalah perempuan yang baik dan juga ramah dia selalu baik pada robert tidak menganggap rendah status robert sebagai asisten max walau robert sudah dianggap anak oleh ayah dan Ibu max.


Max masih menunduk dengan tangan yang disatukan tak henti henti nya dia berdoa untuk keselamatan stefani tak lama kemudian pun dokter yang menangani stefani keluar.


"Bagaimana keadaanya" ucap max berdiri dengan nada marah dan khawatir.


"Dia baik baik saja nyawanya tertolong tapii" belum sempat ucapan dokter selesai max menarik kemeja dokter itu dengan perasaan marah "Tapi apa hah" maria yang melihat pun langsung menghampiri max dan menenangkan nya.


"Tenang dulu max kita dengarkan dulu apa kata dokter" max pun sedikit tenang dokter pun melanjutkan "Tapi janin yang ada dalam kandungannya tidak bisa diselamatkan karena panah itu tepat mengenai perut nona muda" ucap dokter menjeda "Maaf kami tidak bisa menyelamatkan janin itu" ucap dokter.


Max luruh mendengar apa yang dikatakan dokter begitupun maria dan jayden sahabat stefani dan max pun ikut lemas mendengar itu.


"Nona muda sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap, saya permisi dulu" ucap dokter itu pergi meninggalkan max dan keluarganya.


Max menangis menunduk menyesali kelalaian nya menjaga stefani dan harus kehilangan anaknya sungguh tak pernah terpikir oleh max jika dia harus kehilangan anaknya.


"Maafkan aku stefa" ucap max lirih maria hanya bisa memeluk max begitupun jayden.


***


Max sedang menunggu stefani dokter bilang stefani akan sadar sebentar lagi dokter baru pergi meninggalkan ruang rawat inap milik Stefani, stefani memang dirawat diruangan VVIP ini memang rumah sakit milik keluarga max.


Maria dan jayden pulang dulu untuk mengambil perlengkapan max yang akan tinggal di rumah sakit menemani stefani begitupun sahabat max dan stefani mereka juga pamit pulang untuk membersihkan badan mereka karena merasa lengket dari pernikahan max dan stefani.


"Bangunlah stefa jangan membuatku khawatir" ucap max menggenggam tangan stefani yang pucat begitupun wajah stefani.


"Max" panggil stefani suaranya sangat lemah dan dia tak bisa bicara kencang ini memang sudah tengah malam mungkin jam satu pagi.


Max yang merasa ada yang memanggilnya pun bangun dilihatnya stefani sudah bangun hati max sangat bahagia sekali "Ada apa baby apa kau ingin minum" ucap max stefani mengangguk karena dia memang sangat haus sekarang.


Max pun mengambil kan air untuk stefani dan membantunya untuk minum "Masih ingin yang lain" ucap max stefani menggeleng.


"Istirahat lah kau pasti lelah" ucap max stefani hanya menatap max mata max memancarkan khawatir dan rasa bersalah.


"Apa ada sesuatu max" ucap stefani max bungkam dia bingung harus bicara atau tidak "max" ulang stefani.


"Maafkan aku stefa aku tak bisa menjaga kalian" ucap max stefani merasa aneh "Kalian" ulang stefani.


"Kau keguguran stefa ini semua salahku andai saja aku bisa lebih menjagamu mungkin ini gak akan terjadi." ucap max.


Stefani mencerna ucapan max "Aku keguguran" stefani sudah berkaca kaca max langsung memeluk stefani yang sudah menangis pilu.


"Hikz..hikz " max mengeratkan pelukannya "maaf max" ucap stefani max mengurangi pelukannya dan menatap stefani "Kau tak harus minta maaf baby ini salahku" max menempelkan keningnya dengan kening stefani.


Stefani menggeleng "mereka jahat siapa yang tega melakukan ini hiks" stefani sudah tak bisa membendung tangisan nya lagi.


"Aku akan membalas nya stefa lebih dari ini" ucap max menggeram marah.


Jgn lupa like comen and vote...