Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
53 Teror



Stefani mengerjapkan matanya menggeliat dan celingak celinguk melihat kesana kemari dia tak menemukan max matanya melirik kearah surat yang ada diatas nakas.


"Aku pergi kekantor baby jangan merindukanku" stefani tersenyum saat membaca surat itu, surat dari kekasihnya yang tampan dan perkasa.


Stefani bangun dan turun dari ranjang menuju ke dapur ingin minum.


Mengambil minuman dalam botol dan meminumnya saat ingin mencicipi buah buahan yang ada di kulkas suara bel apartemen berbunyi.


Stefani mengurungkan niatnya dan membuka pintu apartemen dilihatnya tidak ada siapa siapa tapi ada kotak warna hitam dibawah kaki nya stefani mengambilnya "siapa yang meletakan kotak ini" setelah itu stefani masuk dan membuka kotak itu betapa terkejutnya stefani saat dilihatnya isinya adalah bangkai tikus dan foto dirinya yang berlumuran darah.


"Ahhh" Stefani berteriak dengan terkejut menutup matanya keringat membanjiri pelipisnya takut itulah yang dirasakan stefani.


Telepon pun berbunyi stefani langsung mengangkat telepon "Hallo max" ucap stefani saat melihat nama panggilan yang tertera kekasihnya yang menelponnya.


"Ada apa baby kau sperti ketakutan" ucap max khawatir max baru selesai meeting langsung menelpon stefani "max hikzzz aku takut" mendengar suara tangisan stefani max langsung lari menuju lift dan membawa mobil dengan kecepatan tinggi dia khawatir terjadi apa apa dengan stefani.


"Jangan kemana mana oke baby jangan matikan teleponnya" max berucap menenangkan stefani "iyah" suara serak khas menangis sangat kentara jika stefani sangat ketakutan.


Robert yang melihat nya pun heran kenapa bosnya ini sangat terburu buru apa terjadi sesuatu, robert ingin menyusul max tapi tuntutan pekerjaan apalagi max yang pergi otomatis robert harus menggantikannya.


Saat sudah sampai didepan apartemen milik max, max langsung berlari menuju lift menuju apartemen yang ditempatinya.


Saat membuka pintu betapa terkejutnya max saat melihat kotak yang berisi bangkai tikus dan foto Stefani yang berlumuran darah.


"Baby" max memanggil stefani, stefani yang sedang terduduk takut dekat ranjang pun berdiri dan berlari saat mendengar suara max.


"Hari ini kita pergi ke mansion ku yah" ucap max keputusan max membawa stefani ke mansion nya adalah keputusan terbaik menurut max stefani tak akan sendirian karena dimansion banyak pelayan dan bodyguard.


Stefani mendongak menatap max dengan mata yang memerah karena menangis dan dengan jelas kentara ketakutan "Jangan pergi max aku takut" ucap stefani max mengangguk "tidak akan baby sekarang kita pergi ke mansion ku yah" ucap max stefani mengangguk max membawa stefani dan memeluk erat pinggangnya.


Mereka keluar menuju parkiran apartemen max membukakan pintu mobil untuk stefani dan Stefani langsung masuk.


Didalam perjalanan stefani sudah tertidur mungkin kelelahan karena menangis max menelpon robert "cari tau siapa yang mengirim teror pada stefani" setelah mengucapkan itu max mematikan teleponnya dan memandang wajah stefani.


Max mengelus wajah stefani yang sedang tertidur dengan dengkuran halus "siapapun itu aku berjanji akan menghancurkannya" ucap max.


Wajah max sudah mengeras tanda dia marah berani berani nya orang itu mengganggu stefani kekasihnya.


Saat sudah sampai di mansion nya pelayan dan bodyguard sudah menunduk hormat menyambut kedatangan sang pemilik mansion.


Max menggendong stefani menuju kamar milik max merebahkan badannya diranjang yang ada dikamar nya.


Max pun ikut berbaring setelah membuka jas dan kameja nya menyisakan badan nya yang atletis memeluk stefani dengan erat dan menciumi puncak kepala stefani.


TBC jgn lupa like comen and vote😊


Pernikahan max dan stefani nunggu waktu yang tepat ditunggu guys😊