Magic War

Magic War
Ch 98 – Ketakutan dan Jati Diri



“Maksud mu, orang yang tadi bertarung dengan mu?” tanya Neku.


Viole memberi anggukan untuk merespon.


Neku kemudian menunjuk ke arah kanan. “Dia berada di ruangan sebelah, aku tidak tau kenapa dia berada di sana, padahal di ruangan ini hanya ada diri mu.”


Viole terdiam memikirkan hal yang sama dengan Neku, tapi tidak lama kemudian, dia kembali memposisikan diri nya untuk duduk secara tiba-tiba. Sampai membuat Neku terkejut.


PUK! PUK!


Lalu Viole menempel kan jari telunjuk nya pada bibir Neku, agar gadis itu tidak jadi bicara. “Ssst... Sekarang duduk lah di samping ku.”


Tangan Viole menepuk-nepuk posisi ranjang tepat di samping diri nya.


“Eh...” Neku tersipu. Bukan nya melakukan apa yang Viole minta, dia malah diam, tak bergerak, sambil menatap balik Viole dengan begitu canggung.


Viole menghela nafas atas respon yang Neku berikan. “Duduk lah di samping ku, tidak akan ada hal buruk yang menimpa mu jika duduk di sini.”


“... Ba-baiklah.” Neku pun beranjak dari kursi tempat diri nya duduk, kemudian beralih pada ranjang, lebih tepat nya di samping Viole.


Pandangan nya mengarah lurus ke depan, karena terlalu malu.


PUK...


“Aenk...” Neku mengeluarkan sura aneh saat tiba-tiba Viole menyadarkan kepala nya pada bahu gadis ini. Akibat nya, jantung Neku langsung terpacu kencang.


Viole yang mendadak melakukan hal aneh, tidak segera bicara. Dia malah diam selama beberapa detik, dengan mata yang tertutup.


‘Ah... Ini sama seperti waktu itu, kami beduan pada sebuah kursi taman.’ Viole sontak teringat akan masa lalu Kaira, yang baru tadi dia dapat kan.


‘Dag Dig dug, dag dig dug, dag dig dug.’ Di dalam hati, Neku menirukan suara jantung nya sendiri.


Setelah terdiam, akhirnya Viole buka suara. “Neku... Aku... takut.” Ketika bicara, suara Viole terdengar sangat pelan, pelan sekali. Tidak seperti sebelum nya.


Karena Viole mengatakan hal aneh, Neku jadi menengok ke arah nya. “Takut? A-apa yang membuat mu takut?”


Seketika Viole kembali teringat ‘masa lalu’ nya “Aku takut, kau meninggalkan ku... Aku benar-benar takut. Rasa nya, tidak ada rasa takut yang lebih parah dari ini.”


Telapak tangan Viole mengepal, gigi nya merapat dan di saat itu juga, hati nya bergetar.


Neku yang tadi memasang ekspresi malu-malu kucing, kini tersenyum. Perlahan, tangan nya bergerak, meraih Viole dengan hati-hati.


Viole sendiri cuma menurut saat kepala nya di tuntun oleh Neku. Sensasi lembut, dapat Viole rasakan ketika Neku sudah selesai menuntun diri nya.


Dia pun membuka mata, pada saat itu juga Viole baru menyadari, bahwa diri nya di tuntun oleh Neku menuju paha nya sendiri.


Viole tentu terkejut, jadi dia langsung menengok ke atas, tapi di tahan oleh Neku. “Ja-jangan melihat kemari... I-itu memalukan.”


Lagi-lagi, Viole menuruti saja. “Baiklah...” Kemudian dia memejamkan mata, dengan kepala berada di atas paha seroang gadis, yang hanya di tutupi oleh rok.


Menyadari bahwa Viole tidak akan menengok ke atas lagi, Neku pun melanjutkan perbincangan. “Aku sudah pernah bilang bukan? Dalam kondisi apapun, aku tidak akan meninggalkan mu.”


Setelah menyelesaikan ucapan nya, Neku mendadak teringat dengan sosok yang kemarin muncul di hadapan nya.


Perasaan takut, tiba-tiba muncul dalam hati nya. Menyebabkan, apa yang sekarang Neku rasa kan, tercampur aduk.


Viole membuang beberapa detik, sebelum menjawab. “Neku... Apa kau percaya, jika kita sudah menjadi sepasang kekasih sejak ribuan tahun yang lalu?”


Pertanyaan tidak masuk akal Viole, Neku jawab dengan. “Mungkin, aku sendiri tidak yakin.”


“Tapi... Aku yakin. Kita bertemu dalam sebuah peperangan, juga berpisah dalam peperangan... Ugh... Yang ku harapkan sekarang cuma satu, aku tidak ingin berpisah dengan diri mu untuk yang kedua kali nya.”


‘Kedua kali nya.’


‘Kedua kali nya.’


‘Kedua kali nya.‘


Entah kenapa, kalimat terakhir yang Viole ucapkan, menggema di pikiran Neku. Dan itu, membuat kepala nya terasa sangat sakit.


Perlahan, tangan Neku bergerak untuk menggapai rambut Viole, kemudian mengelus nya. “Sudah lah, kau masih belum pulih. Tidur saja di sini, aku akan menemani mu sampai diri mu tertidur.”


Viole tidak merespon apa pun, dia hanya mencari posisi yang lebih nyaman, sebelum tertidur pulas di pangkuan Neku.


<----<>---->


Di Archimedes Kingdom.


Lebih tepat nya pada salah satu pulau terapung, dalam sebuah rumah. Raja Elc bersama seorang Pria yang bernama Shiu, tengah mengobrol.


“Jadi, kau akan mendukung kubu mana saat berperang nanti?” Shiu bertanya dengan nada yang memprovokasi.



“Sudah pasti aku akan mendukung kubu Nine Names, mau siapa pun yang kalian pilih.” Tapi, Raja Elc masih bisa tetap tenang.


Sebelah alis Shiu naik. “Hmm... Ternyata kau masih berpihak kepada kami.”


“Bukankah sejak dulu Archimedes Kingdom selalu berpihak kepada Nine Names?” Nada bicara Raja Elc, naik.


Mendengar itu, Shiu tertawa kecil. “Baiklah-baiklah... Aku mengerti. Oh ya, setelah menggagalkan upaya perebutan yang Neckro lakukan, apa kau tidak berencana untuk memindahkan Lion King Fire?”


Upaya perebutan?


Ya, Mereka menganggap bahwa penyerangan yang Neckro lakukan saat Festival Adamantine Peak, merupakan upaya pencurian Magic Fire - Lion King Fire.


Tapi sebenarnya, bukan itu tujuan Neckro repot-repot menyerang Kerajaan ter' kaya ini.


“Aku sudah memproses nya, White Eagle ku putuskan untuk menjadi tempat Lion King Fire akan di pindahkan. Lagi pula, di sana juga ada Sinine Lotus.


Yang dulu memiliki Tuan yang sama dengan Lion King Fire. Mereka berdua akan bertemu kembali.” Raja Elc menjelaskan.


TUK! TUK! TUK!


Shiu mengetukan jari pada meja yang berada di hadapan nya. “Ngomong-ngomong soal penyerangan Festival Adamantine Peak, apa benar di sana ada seorang bocah yang berperan penting dengan kekuatan Sihir Gelap milik nya?”


Shiu bertanya, seolah sudah tidak memperdulikan topik pembicaraan yang sebelum nya.


“Apa kau masih meragukan kebenaran berita itu? Satu lagi, selain bocah yang kau maksud, masih seorang Wanita bernama Lian.”


“Ya, aku tau.” Shiu kemudian menatap Raja Elc. “Kalau memang benar, apa dia mengamuk saat bertempur?”


Raja Elc menggeleng. “Setau ku, dia memang mengamuk pada akhir pertempuran. Tapi masih memiliki kendali atas diri nya sendiri.”


Mendengar apa yang Raja Elc ucapkan, Shiu bernafas lega. Seakan-akan ada beban berat yang hilang dari pundak nya.


Sedangkan Raja Elc, malah mengerutkan kening. “Kenapa kau bernafas lega? Apa kau mengetahui seluk-beluk kekuatan aneh mereka berdua?”


Shiu mengangguk pelan. “Tentu... Aku tau, semua nya aku tau. Entah dia sudah memberitahu mu atau belum, tapi, nama Sihir Gelap itu adalah Curse Seal.


Merupakan kekuatan maha agung yang dapat di gunakan untuk banyak hal. Sangat kuat bukan? Apa lagi Kapten yang memakai nya, dia akan terlihat sangat mengerikan jika sampai mengamuk.”


“Kap-ten?” Untuk sekali lagi, Raja Elc mendengar nama Kapten, di sematkan kepada bocah yang dulu pernah diri nya rawat. Sama seperti sebelum nya, dia kebingungan.


“Hm. Dia adalah Kapten kami, yang sangat kami hormati. Dia kuat, juga berani. Tapi untuk sekarang, dia hanyalah bocah ingusan yang masih mencari jati diri nya sendiri.”


Will Continue In Chapter 99 >>>


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


maklum, anak muda :v


btw, buat lu lu yang masih bingung kenapa Viole bucin, bisa baca ulang dan cari detil kecil yang gua selipin.


tapi kalau udh Nemu dan masih nggak paham, kayak nya ada yang salah Ama diri lu.