Magic War

Magic War
Ch 62 – Fakta Abu-Abu -2



“A-pa?”


Hening, itulah yang sedang terjadi saat ini. Kaira, Tyhas dan Raven diam mematung, mereka bertiga hampir tidak percaya dengan perkataan L.


Semua nya terasa sangat membingungkan bagi mereka bertiga, mulai dari Dimensi Lain, surat yang aneh, hilang ingatan, Monster aneh dan Kerajaan runtuh.


Rasa-rasanya, semua perkara ini tidak memiliki penjelasan logis sama sekali. Namun L memiliki nya.


L menghela nafas berat, kemudian dia duduk di lantai, sambil menatap lukisan Raja dan Ratu. “Seperti yang aku katakan kemarin, aku adalah seseorang dari Dunia Luar.


Aku memasuki Dimensi ini dengan sangat tidak sengaja, hal itu terjadi begitu saja dan ya, aku pingsan tepat setelah masuk ke Dimensi ini.


Dimensi ini memang hanya Dimensi yang kecil, tapi memiliki banyak sekali tempat indah. Di salah satu tempat itulah, aku yang pingsan di temukan... Oleh seorang Putri.”


L berhenti bercerita, sebab hati nya terasa tersayat-sayat saat menceritakan nya. Meskipun begitu, tidak ada setetes pun air mata yang keluar dari kelopak mata nya.


Kaira, Tyhas dan Raven dapat menyadari hal itu. Mereka bertiga sudah bisa keluar dari Dimensi ini sekarang, jadi tidak perlu lagi meminta penjelasan.


Karena apa yang mereka perlukan sudah mereka dapat. Kaira pun mengangkat sebelah tangan nya, mendekati L untuk menepuk pundak nya, namun terhenti.


“Dari situ! Hubungan kami mulai terjalin dan semakin dekat seiring berjalan nya waktu. Banyak waktu ku habisan bersama nya.” Pandangan L mengarah pada lukisan Putri, yang berada tepat di antara lukisan Raja dan Ratu.


‘Kaira, biarkan saja dia bercerita, kau juga Raven!‘ Tyhas melakukan telepati dengan mereka berdua.


‘Baiklah, aku tidak akan menggangu,’ jawab Raven, lantas dia mundur beberapa langkah.


‘Apa kau yakin dia akan baik-baik saja? Tyhas.’


‘Entahlah, tapi setidak nya. Biarkan dia mengeluarkan isi hati nya, kita juga pernah di posisi yang sama dengan nya kan? Kaira.’


Kaira tidak menjawab, dia hanya diam memperhatikan L yang sedang bercerita.


“Waktu yang aku habiskan bersama nya bukan hanya untuk bersenang-senang. Melainkan juga untuk melatih nya.


Aku yang membawa kekuatan dari Asgrad, tentu akan di anggap Dewa oleh gadis itu, jadi dia meminta untuk di ajari dan bodoh nya, aku berkata iya.


Waktu pun kembali berlalu. Setiap hari nya aku selalu bersama dengan Putri, tanpa ada seorang pun menyadari bahwa aku adalah orang luar.


Sampai pada suatu hari, dia malah menceritakan tentang diri ku pada Raja dan Ratu. Otomatis, suami istri itu takut bukan main.


Kekuatan yang kumiliki ini, di anggap mala petaka bagi mereka. Jadi aku, di buru oleh seluruh penduduk Kota.


Kerajaan yang tadi nya damai dan sejahtera ini, mendadak berubah menjadi tempat menyeramkan karena perburuan yang terjadi pada ku.


Jelas tidak ada perlawanan yang ku berikan, aku hanya terus menghindar, bersembunyi dari kejaran puluhan ribu orang.


Putri yang melihat aku dalam kesulitan yang dia buat sendiri, tidak tinggal diam. Dia segera bergerak untuk menyadarkan penduduk.


Bahwa kekuatan yang aku bawa ini tidak lah berbahaya. Putri yang sebelum nya sudah ku latih, langsung menunjukkan Sihir nya untuk menyiram tanaman.


Kalian pasti berpikir bahwa apa yang Putri lakukan itu adalah hal positif kan?” L melirik ke belakang. “Tapi berbeda dengan para penduduk.


Mereka semua menganggap bahwa kekuatan yang Putri miliki merupakan kutukan. Mereka menganggap Putri sudah tercemar oleh kekuatan ku.


Sebuah kekuatan yang di anggap akan membawa malapetaka, kehancuran dan kesedihan bagi banyak orang. Walaupun kenyataannya, memang begitu.” L berhenti, lagi.


Kaira, Tyhas dan Raven memejamkan mata, mereka bertiga tahu betul yang L ucapkan adalah bentuk dari Dunia ini.


“Seluruh penduduk Kota, akhirnya ikut memburu Putri untuk di bunuh sama seperti ku. Ya, sama seperti ku, dia di buru karena perintah Raja maupun Ratu, atas dasar ketakutan.


Sungguh ironis bukan? Orang tua ingin membunuh Putri semata wayang nya sendiri, karena takut dengan kekuatan yang dia miliki.


Karena situasi nya semakin memburuk, aku pun memutuskan untuk mencari Putri, demi mengamankan nya.


Tapi yang aku temukan bukan lah sosok Putri yang ku kenal, dia sudah tidak lagi lemah lembut, rambut nya yang biru berubah menjadi hitam dan aura nya berubah jadi sangat mencekam. Dia sudah sangat mirip seperti seorang, Penyihir Gila.


Dan saat aku bertanya apa yang terjadi padanya, dia hanya menjawab. ‘Aku terkena kutukan’ Setelah itu dia langsung pergi ke Istana.” Karena sudah tidak tahan melihat lukisan sang Putri, L memejamkan mata nya.


“Aku pun mengikuti nya, karena penasaran dengan apa yang ingin dia lakukan dan apa yang terjadi pada diri nya.


Menggunakan Elemen Cahaya ku, aku tentu bisa sampai ke Istana dengan cepat. Langsung saja aku mencari keberadaan Putri.


Istana ini sangat lah luas, jadi buruh waktu selama beberapa menit untuk diri ku menemukan keberadaan Putri dan saat aku temukan, keadaan nya sudah tidak baik-baik saja.


Dengan mata kepala ku sendiri, aku melihat Raja dan Ratu menyatu, sampai berubah menjadi kadal raksasa. Yang hitam pekat, seakan-akan seperti terkena Kutukan.


Meskipun aku sudah terbiasa melihat pembunuhan, maupun melakukan pembunuhan. Tapi cara membunuh yang kali ini, sukses membuat ku merasa tidak nyaman.


Apa lagi pelaku nya adalah sosok yang selama ini aku kenal sebagai wanita ramah, murah hati dan akan menolong siapapun.


Kalian seharus nya bisa menebak kalau, kadal hitam raksasa itu adalah Laure. Laure yang baru muncul tidak menyerang kami, melainkan pergi mengamuk di tengah Kota. Kebetulan waktu itu sudah malam.


Putri yang pada saat itu baru saja menggunakan Kutukan, tumbang. Aku segera menangkap nya sebelum dia menyentuh lantai.


Saat itu dia sedang sekarat, karena konsekuensi menggunakan Kutukan adalah nyawa. Di tengah sekarat nya itu, dia menceritakan semua nya.


Mulai dari kutukan nya yang berasal dari God of Death, surat yang sudah dia tulis, peraturan baru Dimensi ini dan rasa cinta nya padaku yang dia pendam selama ini.


Waktu itu aku tidak tau harus merespon seperti apa, aku begitu syok dengan semua fakta yang aku terima.


Tapi justru itulah yang Putri inginkan. Dia pun tersenyum kecil, sebelum menyegel ingatan ku menggunakan sebuah Kutukan dan hasil nya, dia meninggal.”





Semua cerita tadi bisa di bilang kenyataan, karena ada beberapa bagian yang terhubung dengan penjelasan L kemarin malam.


Meskipun cerita yang L ceritakan adalah kenyataan, tapi Kaira dan Tyhas tidak bisa percaya begitu saja. Bukan cerita nya yang mereka berdua tidak percayai.


Melainkan God of Death... God of Death, beliau adalah salah Great God [12 Dewa Dewi] yang amat sangat kuat dan beliau tidak bisa mencampuri urusan Duniawi seenak nya.


Para Great God hanya bisa mencampuri urusan Duniawi jika memang itu terpaksa atau kewajiban mereka danan jika di langgar, maka Great God tersebut akan mati, lalu di gantikan dengan Great God yang baru.


Jelas God of Death tidak akan mengorbankan nyawa nya sendiri hanya demi memberikan kekuatan Kutukan pada seorang gadis kecil. Jadi cerita yang L ceritakan terasa aneh.


“Be-”


“Ya, aku paham. God of Death tidak akan melakukan hal se 'konyol itu... Kecuali, Dimensi yang kita tempati saat ini adalah ciptaan nya sendiri. Yang bebas mau dia apakan.” L memberi penjelasan.


Will Continue In Chapter 63 >>>