Magic War

Magic War
Ch 64 – Orang Jahat Adalah Orang Baik



Seketika itu, Raja Iblis pergi dari tubuh L atau Dyroth. Kaira yang tau bahwa tubuh Dyroth akan melemah setelah di singgahi Raja Iblis, langsung menghampiri nya.


PUKH!


Sebelum tubuh Dyroth tumbang ke lantai, Kaira menangkap nya. Tanpa basa-basi, dia mengalirkan kekuatan Malaikat nya ke tubuh Dyroth.


Kaira memang bukan lagi Fallen Angel seperti dulu, tapi bukan berarti kekuatan nya sebagai setengah Malaikat telah menghilang.


Malaikat di kenal dengan kekuatan penyembuhan yang hebat. Dengan kekuatan yang sama, Kaira mencoba untuk membuat Dyroth tetap sadar.


Sedangkan Tyhas dan Raven hanya diam di tempat, mereka berdua jelas tidak berani mendekati Kaira [Izura Kaira] yang sedang di kendalikan oleh sosok misterius, kenalan mengenal Raja Iblis.


“Ekh! Uhuk! Uhuk! Hah... Hah... Hah...”


“Hei, aku baik-baik saja?” tanya Kaira [Warth Sins] pada Dyroth, yang kondisi tubuh nya sudah lebih baik.


Dyroth tidak menjawab, karena dia merasakan kepala nya benar-benar sakit. Kaira memahami nya, jadi dia membantu Dyroth untuk duduk.


Kaira tidak bertanya dulu, dia lebih mementingkan untuk menjaga kondisi Dyroth menggunakan kekuatan Malaikat nya.


Telapak tangan Kaira yang dia arahkan pada dada Dyroth, memancarkan cahaya keemasan, itulah yang disebut sebagai Lux Divina, kekuatan spesial Malaikat.


Sensasi hangat dapat Dyroth rasakan saat Lux Divina memasuki tubuh nya. Luka dari Raja Iblis dan pukulan Kaira tadi, berangsur-angsur sembuh.


“H-hey, kenapa kau menolong ku? Ku kira kau adalah sosok yang sangat kejam di masa lalu.” Dyroth yang sudah bisa berbicara pun bertanya.


Kaira tersenyum pahit. “Asal kau tau, aku ini adalah orang bodoh yang terlena oleh kekuatan besar. Jadi aku tidak memerlukan alasan untuk menolong mu.”


Dyroth mengangkat sebelah alis. “Memang nya bodoh dan simpati ada hubungan nya?”


“Entah, yang jelas aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu. Kaira, yang ada di dalam sini, memiliki beberapa pertanyaan dan kau pasti juga kan?” Kaira [Warth Sins] menunjuk dada nya.


Dyroth menghela nafas sambil mengangguk pelan, sebelum menjawab. “Baiklah, sekarang aku yang mulai. Siapa sosok hitam yang aku lihat, tadi pagi?”


<----<>---->


“Raven, apa ini akan baik-baik saja?” Tyhas yang telah berada di dekat Raven, bertanya.


Raven menggelengkan kepala nya. “Aku tidak tau, yang bisa kita lakukan sekarang ini hanya diam. Berusaha untuk tidak memancing amarah orang itu.”


“Ya... Kau benar.” Tyhas pun membaringkan tubuh nya. “Kita istirahat saja.”


Raven juga ikut membaringkan tubuh. “Tyhas, apa kau tau nilai Racun yang aku gunakan untuk menyerang Laure, tadi?”


“Tentu. Tanpa Racun yang kau dapat dari Raja Elc itu, mungkin saat ini kita masih bertarung dengan Kadal menjengkelkan itu.”


Raut wajah Raven tiba-tiba berubah. “Yang lebih menjengkelkan nya lagi, aku hanya punya satu Blood Crusher... Hah... Padahal Racun itu keren.”


Tyhas tidak merespon, dia hanya diam memperhatikan Kaira dan Dyroth di kejauhan. ‘Kira-kira apa ya, yang sedang mereka bicarakan?’


<----<>---->


“Itu aku, sosok hitam yang kau lihat ketika tangan mu bersentuhan dengan tangan Izura Kaira, adalah aku.”


Kaira menghentikan penyembuhan yang dia lakukan, kemudian menjawab. “Kau tidak perlu tau, ya setidak nya kau tau bahwa aku adalah cucu nya Raja Iblis.“


“Yang terakhir, apa tujuan mu?”


“Menhancurkan Dunia bersama teman-teman ku dan sekarang bertambah satu, yaitu menyelamatkan Adik ku yang telah salah memilih jalan.”


Jawaban Kaira, membuat kening Dyroth mengerut. “Kau ingin menghancurkan Dunia, tapi kau menganggap Adik mu yang entah melakukan apa itu, telah menempuh jalan yang salah?”


Kaira tertawa kecil. “Aku tau, aku tau. Tapi hal buruk tidak selalu buruk, hal buruk akan menjadi buruk jika berlatarkan belakang kan buruk. Sedangkan jika sebalik nya, pasti akan berdampak sebalik nya.”


“Kau ini bicara apa? Apa kau sedang membela diri bahwa kau itu tidak salah? Tapi tapi, bagaimana caramu menghancurkan Dunia?”


Kaira menunjuk diri nya sendiri. “Aku dan teman-teman ku bisa melakukan nya. Dengan kekuatan kami, menghancurkan Dunia tidak akan terlalu sulit... Mungkin. Lalu, aku tidak membela diri dari kesalahan ku.”


“Huh?! Apa menjadi cucu Raja Iblis saja sudah cukup untuk menjadikan mu sebagai orang kuat?” Dyroth jelas bingung dengan pernyataan dari Kaira.


Tapi dia tidak ambil pusing soal pembelaan yang Kaira katakan tadi.


“Tentu saja tidak. 95% kekuatan yang ku miliki, bukan lah hasil turunan dari Raja Iblis, melainkan hasil usaha ku sendiri dan pemberian seseorang.”


Dyroth menyentuh kening nya sendiri. “Biar ku tebak, kau di datangi oleh seorang Iblis atau Malaikat, lalu sosok tersebut memberi mu kekuatan dan kau mengasah kekuatan itu.”


“Tebakan mu tidak salah, tapi juga tidak benar. Yang mendatangi ku bukan lah seorang Iblis maupun Malaikat, tapi... Mahluk paling kuat... Bahkan dia tidak bisa disebut mahluk.”


Seperti yang Kaira [Warth Sins] katakan, dia mendapatkan sebuah kekuatan dari seseorang. Kekuatan itu adalah Curse Seal.


Dengan Curse Seal, Kaira dapat menjadi sangat kuat, meskipun kekuatan tersebut telah dia bagi pada seluruh teman-teman nya.


Dyroth menyipitkan mata nya. “Lagi-lagi kau mengatakan hal yang aneh.”


“Sudahlah, sekarang giliran bocah ini [Izura Kaira] untuk bertanya. Apa kau mengenal orang yang bernama Balft atau lebih dikenal sebagai Black Traitor.”


Seketika, ekspresi wajah Dyroth yang tadi nya biasa-biasa saja, berubah menjadi serius. “Ada hubungan apa kau dengan Balft?”


“Aku anggap kau mengenal nya. Menurut ucapan bocah ini dari dalam sana, Balft adalah Guru nya, yang telah menurunkan banyak ilmu pada diri nya.


Walau hanya 4 bulan dia berlatih bersama Balft, bocah ini tetap menerima banyak ilmu yang mengubah nya. Dari bocah naif yang bodoh menjadi seorang yang lebih kuat dan cerdas.”


Perkataan Kaira [Warth Sins] adalah apa yang Izura Kaira rasakan ketika diri nya di latih di bawah bimbingan Balft.


Dyroth menghela nafas panjang. “Sudah sepuluh tahun aku tidak bertemu dengan Adik kecil itu dan sekarang, dia mempunyai seorang Murid, yang berada di hadapan ku. Haha, aku merasa bangga.”


“Seperti nya, ini bukan bagian ku. Silahkan berbicara dengan orang nya secara langsung.” Setelah berkata demikian, Kaira langsung melepaskan tubuh Izura Kaira.


Seketika itu, mata emas Kaira yang tadi nya biru, kini kembali ke biru. Tanda hitam melingkar di dahi nya, ikut menghilang.


Di saat yang sama, ketika bisa merasakan tubuh nya lagi, rasa sakit yang luar biasa Kaira rasakan. Namun dia berusaha untuk menahan nya.


“H-hay... Tidak kusangka, kau ternyata adalah saudara nya Tuan Balft. Aku benar-benar bingung harus bereaksi seperti apa.” Izura Kaira tersenyum tipis, sambil menahan rasa sakit.


Will Continue In Chapter 65 >>>